SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
keputusan jierui


__ADS_3

"Lalu apa yang terjadi, Rui'er?."


"Orang itu mati,Rui yang membunuhnya,saat Rui membunuh orang menyebalkan itu,lalu muncul kakek tua dan dia menawarkan diri untuk menjadi guru arai untuk Rui,dia bilang ilmu arai ini bisa untuk melindungi kamu dari orang jahat seperti tadi,hanya itu,."


"Dan sekarang?,apa Rui'er masih bisa bertemu dengan orang tua itu?."ucap ibu suri sangat antusias


"Setelah Rui menyelesaikan pelajaran, orang tua itu berpamitan,dia bilang kalau dia sangat bangga kepada Rui,ibunda,tapi saat itu Rui merasakan kantuk yang sangat amat mengantuk,lalu saat Rui terbangun, ternyata Rui terbangun diatas sebuah makam tua yang bertuliskan kaisar Zhang Wen,."ucap Rui


"Pantas saja dulu ada kabar mereka menemukan jasad pria dibelakang istana kekaisaran Zhang,tapi dari luar tampak tidak terlihat seperti korban pembunuhan, tidak ada luka luar,tapi saat seorang tabib mengecek jasad pria itu, seluruh organ dalam tubuh pria itu sudah hancur semua, apa itu perbuatan kamu Rui'er?." Ucap ibu suri agung yang merasa sangat penasaran.


Rui hanya menganggukkan kepalanya dan menundukkan kepalanya.


"Tapi Rui melakukan itu hanya untuk melindungi diri, yang mulia,kalau Rui tidak melawan,mungkin Rui yang sudah mati ditangan pria itu, benarkan ibunda?."ucap Rui sambil meminta pembelaan kepada sang ibunda.


"Itu benar sayang,."ucap Mey sambil mengelus lembut pucuk kepala Rui


"Kaisar Zhang Wen sangat hebat dalam ilmu arai tapi dia adalah seorang yang sangat sulit, banyak orang yang mau menjadi muridnya tapi tidak ada satupun yang dia terima, Bahkan suamiku dulu saja tidak dia ajarkan ilmu arai itu, padahal suamiku itu adalah anak kandungnya sendiri."ucap ibu suri agung yang sedang mengenang masa lalu


"Iya nenek,pria tua itu sangat menyebalkan,dia yang meminta aku untuk menjadi muridnya tapi seakan-akan dia tidak menganggap bahwa aku ini adalah muridnya,Ais."


"Hahaha,Hem Rui'er,nenek datang kesini untuk menagih hutang janji Rui'er, bolehkah?."ucap ibu suri agung dengan suara lembut.


"Apa yang nenek mau dari Rui?."


"Hem,nenek ingin kamu dan Zhang Fei Hung menikah."ucap ibu suri agung


Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung masih menatap kearah Rui dengan penuh cinta dan senyuman manisnya.


"Apa nenek membenci Rui?."


"Bukan Rui'er."


"Apa Rui sudah mengecewakan nenek selama ini?,apa?."ucap Rui yang masih tidak percaya dengan ucapan dari mulut ibu suri agung


Ibu suri agung yang melihat hal itu langsung mendekati Rui dan memeluknya.


"Rui'er cucu cantik ku yang paling baik, Rui tidak pernah mengecewakan nenek, juga nenek tidak membenci Rui'er."


"Tapi kenapa?,kenapa nenek melakukan ini kepadaku?."ucap Rui sambil menangis tersedu-sedu


"Rui'er."ucap nenek dengan nada suara lirih


Sedangkan hati kaisar Zhang Fei Hung sekarang menjadi rumit,dia menginginkan Rui'er tapi dia tidak mau melihat sang pujaan hatinya menangis tersedu-sedu didepan matanya,hatinya hancur saat melihat Rui bersedih.

__ADS_1


Jingguo dan Mey juga ikut bersedih.


"Yang mulia Kaisar,apa kamu benar-benar mencintai Rui'er,putriku."ucap jingguo kepada kaisar Zhang Fei Hung.


Rui langsung melihat kearah sang ayah, dengan wajah bingungnya,


"Ayahanda."ucap Rui dengan nada suara lirih


"Iya,saya sangat mencintai Rui'er, ayahanda,aku akan membahagiakan Rui'er sebagaimana ayahanda dan Ibunda mencintai dan membahagiakan Rui'er dari kecil hingga sekarang."ucap Zhang Fei Hung dengan suara mantap.


Jingguo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Sekarang,apapun pilihan Rui'er,kamu jangan memaksanya."ucap jingguo dengan menatap kearah sang putri tercintanya.


"Tapi Rui'er,apa akan menolak permintaan dari nenek yang sudah tua ini?."ucap ibu suri agung dengan suara lembut


"Ibunda,."ucap Rui sambil menatap kearah Mey untuk meminta pertolongan.


"Yang mulia ibu suri agung,apa bisa Rui'er memiliki waktu untuk memikirkan dahulu?." Ucap Mey dengan suara lembut


"Hem,tentu saja Rui'er,tapi hanya satu hari tidak lebih,ya."ucap ibu suri


Rui pun langsung memasang wajah cemberutnya dengan memajukan bibirnya.


Ibu suri agung hanya tersenyum kecil.


Setelah kepergian ibu suri agung dan kaisar Zhang Fei Hung, jingguo langsung menanyakan tentang perjanjian lama itu, mengapa bisa.


Rui langsung menjelaskan tentang hal itu terjadi saat dia ingin menyelamatkan sang ayah dari hukuman mati ,saat salah meracik obat untuk ibu suri agung.


Jingguo menjadi mengerti dan apapun yang akan putrinya itu putuskan nanti,dia akan selalu mendukungnya.


Sedangkan didalam kereta kuda, kaisar Zhang Fei Hung melirik kearah sang nenek.


"Nenek."


"Hem."


"Apa Rui'er akan menerima permintaan dari nenek?."


"Kenapa kamu menanyakan hal ini kepada ku?."ucap ibu suri agung dengan tatapan menyelidik


"Aku sangat berharap,nenek,aku dapat kabar kalau semenjak peristiwa kemarin di arena duel , Rui'er mendapatkan banyak surat lamaran,aku merasa akan kehilangan Rui'er."

__ADS_1


Ibu suri agung sangat mengerti tentang perasaan Zhang Fei Hung,


"Tunggu saja Hung'er, setiap hal baik akan datang kepada mereka yang mau menunggu."


"Baiklah nenek tapi kalau dia tetap menolak aku?."Ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah murung.


"Hung'er, kamu mencintainya kan?."


"Aku sangat mencintainya nenek, sangat."


"Nenek sangat percaya,itu sebabnya nenek meminta permintaan terakhir ini untuk kamu."


"Terimakasih atas kepercayaan nenek kepada aku,semenjak dulu hingga sekarang, nenek sangat mengerti aku, bahkan saat aku membunuh kakak pertama, sepertinya nenek mengetahui sesuatu hal."


"Pangeran pertama,dia memiliki ambisi kuat bagaikan seorang iblis,tapi dia bisa menutupi keburukannya itu, sedangkan gelar pangeran yang baik hati dan semua kebaikannya itu hanya seperti cangkang yang menutupi kebusukan didalamnya,."


"Nenek memang luar biasa."ucap Zhang Fei Hung dengan tatapan tidak percaya dan senang sambil bertepuk tangan.


Keesokan harinya, Rui sangat tidak ingin keluar dari kamarnya, membuat sang ibu merasa cemas dan ingin pergi melihat kedalam kamar,tapi langsung dicegah oleh jingguo.


Sedangkan didalam kamar,Rui sedang memandang dirinya sendiri dicermin dengan wajah bingungnya,


"Nona muda."ucap Yuan yang sudah berada disisinya


"Apa yang harus aku lakukan Yuan."


Yuan yang mendapatkan pertanyaan dari nona mudanya itupun langsung berfikir,


"Apa nona muda mau melarikan diri saja?."


Saat mendengar ucapan dari mulut Yuan pun,Rui langsung menatap kearah Yuan.


"Aku ini bukan pengecut ,Yuan."ucap Rui dengan wajah marahnya


"Maaf nona."


Rui hanya menuliskan diatas kertas ,sesudah itu dia pergi untuk menemui sang ayah diruang kerjanya.


__________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2