
"Ayahanda,sini biar Ziyi saja yang menggendong adik."ucap Zhang Ziyi sambil merentangkan kedua tangannya untuk menerima tubuh Zhang Junda.
Saat digendong oleh sang kakak, Zhang Junda langsung berhenti menangis, lalu menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah cemberutnya.
"Ayahanda sudah tidak patuh ya , da'er." Ucap Zhang Ziyi kepada adiknya itu.
Zhang Junda pun langsung menganggukkan kepalanya seperti sudah mengerti apa yang dikatakan oleh sang kakak.
Alis Kaisar Zhang Fei Hung langsung berkedut, bahkan bayi pun mengerti kalau sang ayahnya ini sudah mengecewakan sang ibunda.
Kaisar Zhang Fei Hung lebih memilih untuk berjalan mendekati Rui yang sedang berganti pakaian.
"Rui'er, sayang, sepertinya ada yang salah dengan da'er?."ucap Kaisar Zhang Fei Hung yang sedang mencari pembelaan dari sang istri.
"Ada apa dengan da'er, yang mulia Kaisar." Ucap Rui dengan nada suara lembut
Membuat Kaisar Zhang Fei Hung tertegun sejenak melihat penampilan Rui,
Rui'er selalu bisa membuat Kaisar ini jatuh cinta setiap harinya.fikir Kaisar Zhang Fei Hung
"Da'er, sepertinya dia marah kepada kaisar ini sayang, bagaimana ini?." Ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah bingungnya
"Namanya juga anak-anak yang mulia Kaisar, jangan diambil hati,."ucap Rui sambil tersenyum kecil dan mencium bibir kaisar Zhang Fei Hung .
Kaisar Zhang Fei Hung menyambut baik ciuman itu.
"Ayo, mungkin mereka sudah menunggu sekarang,mau cepat pulang kan, cepat selesai pengobatan semakin bagus."
"Iya, Rui'er istriku sayang."
Rui pun mengandeng tangan Kaisar Zhang Fei Hung untuk menemui anak-anak, dari jauh Zhang Junda sudah meronta-ronta didalam gendongan Zhang Ziyi saat melihat sang ibunda.
Rui pun menggambil Zhang Junda dari gendongan Zhang Ziyi,lalu memberikan Zhang Junda kepada kaisar Zhang Fei Hung untuk digendong, kaisar Zhang Fei Hung pun langsung berwajah ceria.
Istrinya ini sangat mengerti, sebenarnya Zhang Junda tidak mau digendong oleh sang ayah tapi sepertinya dia hanya bisa pasrah, sedangkan Rui mengandeng tangan Zhang Ziyi untuk pergi bersama menemui Kaisar Han Zen untuk pengobatan.
Keluarga kecil itupun keluar kamar secara bersamaan, pemandangan itu membuat siapapun menjadi merasa iri hati, bagaimana tidak, kaisar Zhang Fei Hung sangat tampan dan gagah sedang menggendong bayi yang tak kalah tampan dari sang ayah, yang menjadi perbedaan hanya rambutnya saja,rambut Zhang Junda sama seperti Rui .
__ADS_1
Sedangkan Rui cantik dan imut, sedang mengandeng tangan Zhang Ziyi yang juga tampan lebih mirip oleh kaisar Zhang Fei Hung,
Setiap orang yang berada didalam istana kekaisaran Han pun dibuat terkagum-kagum saat satu keluarga kecil itu muncul.
"Ya ampun, tidak aku sangka, kaisar Zhang Fei Hung itu sangat tampan."
"Iya benar , lihatlah bayi yang sedang digendongnya itu, astaga, rasanya aku ingin menggigit pipinya,tampan dan imut."
Rui yang memiliki pendengaran yang tajam pun sangat jelas mendengar ucapan dari mulut orang disekitarnya,Rui sampai berfikir kalau orang didalam istana kekaisaran Han ini semuanya kanibal.
Dari jauh paman zu melihat kedatangan Rui beserta rombongannya , paman zu meminta pangeran Zhang Junda untuk dia gendong, kaisar Zhang Fei Hung tadinya tidak mengizinkan, tapi tatapan mata tajam dari istrinya lah yang membuat Kaisar Zhang Fei Hung sedikit mengalah.
Akhirnya sekarang Zhang Junda sudah beralih tangan,bahkan wajah Zhang Junda sangat ceria, tidak merasa tertekan seperti tadi.
"Da'er sepertinya sangat senang digendong oleh paman zu dari pada ayahandanya sendiri."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah murung
"Tentu saja,paman ini lebih berpengalaman dalam mengurus anak dari pada kamu, hahahaha."ucap paman zu sambil berjalan masuk kedalam ruangan.
Kaisar Zhang Fei Hung hanya bisa menatap kearah Rui yang sedang tertawa melihat tingkah laku suaminya itu,
"Rui'er sepertinya lebih membela paman zu dari pada kaisar ini?."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah murung
"Ziyi'er,sama ayahanda ya Sayang."ucap Rui sambil menyerahkan Zhang Ziyi untuk digendong oleh kaisar Zhang Fei Hung
Ziyi hanya tersenyum mengerti, kaisar Zhang Fei Hung pun langsung menggendong tubuh Zhang Ziyi.
"Ziyi'er ,sama ayahanda."ucap kaisar Zhang Fei Hung menatap wajah tampan Zhang Ziyi
Zhang Ziyi sangat senang, sekarang Zhang Fei Hung dengan Zhang Ziyi sangat dekat, Rui pun merasa bahagia,tak lupa Rui berjalan sambil menggandeng tangan Zhang Fei Hung.
Setelah didalam ruangan,sudah ada kaisar Zen yang sedang menegur Zhang Junda yang berada didalam gendongan ayahandanya.
"Rui'er,kamu sudah datang,."ucap kaisar Zen yang tidak tahu kalau panggilannya untuk Rui itu membuat sebotol cuka tumpah diwajah kaisar Zhang Fei Hung.
"Sepertinya kaisar Zen sudah lupa ingatan, panggil dia selir Jierui atau Jierui saja, jangan Rui'er."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah gelap
"Ah, baiklah, Rui, aku sudah mencari siapa orang yang mau membunuh anak-anak, aku juga sudah menghukum mati orang itu." Ucap kaisar Zen dengan senyuman manisnya
__ADS_1
"Kaisar ini,ingin mengucapkan terima kasih, mewakili istriku, Rui'er."ucap Kaisar Zhang Fei Hung dengan mengenggam erat tangan Rui
Rui baru ingin membuka suara tapi sudah didahului oleh kaisar Zhang Fei Hung , Rui sangat mengerti kalau kaisar Zhang Fei Hung sedang sangat cemburu buta sekarang.
"Yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan nada suara lembut
"Iya Rui'er, istriku sayang."ucap kaisar Zhang sambil menarik pinggang ramping Rui dan mencium bibir Rui singkat
Membuat paman zu dan kaisar Zen menatap kearah mereka berdua dengan wajah murung,mereka sangat iri dengan keberuntungan kaisar Zhang Fei Hung yang bisa menikahi Rui dan mendapatkan anak seperti Zhang Ziyi dan Zhang Junda.
Sedangkan berbeda dengan Zhang Junda, bayi itu tampak senang sambil menepuk tangannya dan tertawa lepas saat melihat keharmonisan kedua orang tuanya.
Rui melangkah untuk mendekati kaisar Zen, setelah itu Rui mengecek kondisi tubuh kaisar Zen serta mengeluarkan beberapa botol ramuan dan pil untuk kaisar Zen konsumsi.
"Ternyata ada luka lama yang belum disembuhkan."ucap Rui dengan wajah tenang
Kaisar Zen pun langsung tertegun sejenak.
"Luar biasa,Rui sungguh hebat."ucap kaisar Zen dengan senyuman manisnya
"Kenapa tidak sembuh?,apa kalian kekurangan tabib yang handal?."ucap Rui sambil menatap kearah paman zu
"Hem,bukan begitu,cuma luka itu akibat perang melawan kekaisaran dari siluman merah,racun dari sana belum ada penawarnya ."
"Hem ,semua penyakit didunia ini pasti ada obatnya,kecuali penyakit hati, jadi Rui bisa pastikan kaisar Zen akan sembuh total." Ucap Rui sambil mengalirkan tenaga dalam miliknya ketubuh Kaisar Zen.
Kaisar Zen jadi tersenyum senang sambil memandang kearah wajah Rui ,membuat Kaisar Zhang Fei Hung terbatuk ringan karena merasa cemburu dengan tatapan mata kaisar Zen ke arah istrinya.
Hem,,
Rui hanya menghela nafas panjang, suaminya itu selalu menumpahkan cuka dimana-mana,Ais.
Rui lebih memilih untuk kembali fokus dalam mengobati kaisar Zen.
____________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)