
Disebuah ruangan pangeran Wei sedang mengajak Zhang Ziyi bermain, sedangkan Zhang Junda sibuk dengan mainannya sendiri,tak lama Zhang Junda merasakan kehadiran sang ibundanya dari balik pintu.
Dia pun mulai mencoba berdiri dan berjalan kearah pintu.
"Pangeran muda mau kemana?."ucap Yuan sambil ingin meraih tubuh Zhang Junda
Zhang Junda hanya masih menatap kearah pintu dan pintu ruangan itu pun terbuka , dari jauh Zhang Junda tersenyum senang melihat sang ibu berjalan mendekat kearahnya.
"Nyonya."ucap Huang dan Yuan serempak.
Rui hanya tersenyum sambil menangkap tubuh Zhang Junda untuk digendong, sedangkan pangeran Wei hanya melihat sekilas dan masih melanjutkan permainannya dengan Zhang Ziyi.
"Huang ,Yuan, apa kalian tadi merasa familiar dengan kaisar Shang Bowen?."ucap Rui dengan nada serius
Wajah Yuan dan Huang pun langsung tegang saat mendengar pertanyaan dari Rui.
Sedangkan pangeran Wei membawa serta Zhang Ziyi mendekati Rui dan yang lainnya.
"Selir Jierui."ucap pangeran Wei, sebenarnya dia agak merasa canggung saat ingin memanggil Rui karena wanita ini adalah adik satu ayah dengannya.
"Pangeran Wei, terimakasih sudah mau direpotkan seperti ini."ucap Rui dengan senyuman manisnya
"Itu bukan masalah,lagi pula bukankah kita adalah saudara?."ucap pangeran Wei yang sebenarnya ingin membantu sang ayah untuk mendapatkan pengakuan dari Rui.
Sedangkan Rui hanya tersenyum kecil lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Kalian belum menjawab pertanyaan dari ku."ucap Rui kepada Yuan dan Huang
"Nyonya, sudah Yuan konfirmasi kalau aura itu sama dengan orang yang pernah menyelinap masuk kedalam ruangan kaisar Zhang Fei Hung dulu."ucap Yuan dengan nada pasti
"Huang juga sependapat dengan Yuan ,."
__ADS_1
"Hey,apa kalian sedang membicarakan tentang kaisar Shang Bowen itu, mungkin aku bisa sedikit membantu."ucap pangeran Wei dengan nada antusias karena Mungkin ini kesempatan dia untuk mengambil hati Jierui,sang adik.
"Apa pangeran Wei tahu sesuatu mengenai kaisar Shang Bowen?."
"Tentu saja,tapi aku mau dipanggil kakak terlebih dahulu baru kemudian aku berikan informasi tentang kaisar Shang Bowen, bagaimana?."ucap pangeran Wei dengan wajah penuh harap
Rui sangat tidak suka membuang-buang waktu.
Hah,,,
"Baiklah, kakak,apa informasi itu."ucap Rui dengan nada suara lembut
Wajah tampan pangeran Wei pun langsung berseri-seri, seperti inikah rasanya memiliki seorang adik, mengingat dia adalah anak tunggal dari mendiang permaisuri kekaisaran Qing.
"Ehm, baiklah, yang aku tahu kaisar Shang Bowen adalah anak dari kekasih ibunda selir Xia,ibu kandung kamu,dan mereka tidak bisa bersatu karena kekaisaran Shang dan Han memiliki hukum yang lumayan rumit, baik pria maupun wanita tidak boleh saling mencintai,jadi saat ayahanda bertemu pertama kali dengan ibunda selir Xia,saat itu ibunda selir sedang patah hati dan menerima pernikahan dengan ayahanda dengan tujuan untuk melupakan kekasihnya itu."ucap pangeran Wei
"Sangat rumit."ucap Rui dengan wajah berfikir
"Ya begitulah, orang tua kita memiliki percintaan yang sangat rumit seperti itu,hah aku saja sampai tidak mau mencari wanita, biarkan wanitanya saja yang datang kepadaku dan kalau dia benar-benar mencintai ku,baru kita menikah, dari pada seperti ayahanda jatuh cinta kepada wanita yang tidak mencintai dirinya."
"Apa kakak pernah mendengar tentang kaisar Shang Bowen yang bersifat rahasia?."
"Hem,kakak pernah menyelidiki dia sekali, waktu itu kakak memergoki kaisar Shang Bowen sedang berduaan dengan seorang wanita dari kekaisaran Han,saat kakak dan ayahanda sedang melakukan kunjungan ke kekaisaran Shang dulu dan kaisar Shang Bowen mengatakan ke wanita itu kalau dia akan menjaganya sampai akhir, kakak tidak tahu pasti tapi kaisar Shang Bowen memanggil Xianlun kepada wanita itu, mungkin itu adalah namanya."ucap pangeran Wei dengan wajah berfikirnya.
"Xianlun?, mungkinkah salah satu selir dari kaisar Han Zen?."ucap Yuan dengan nada suara terkejut
"Kamu kenal dia Yuan?."ucap Rui
"Ya,Yuan selalu pergi untuk mencari informasi tentang isi seluruh istana kekaisaran Han,supaya nyonya dan keluarga tetap aman terutama untuk keselamatan para pangeran, saat itu Yuan melihat wajah kesal seorang wanita,dia berbicara kepada salah satu dayang dan dayang itu memanggilnya dengan sebutan selir Xianlun."ucap Yuan dengan wajah yang sambil mengingat-ingat.
Rui pun langsung berwajah gelap sekarang, dia pun langsung melakukan komunikasi melalui telepati kepada kalajengking dewa kecil yang dititipkan kepada kaisar Zen.
__ADS_1
Rui memintanya untuk mencari informasi tentang selir Xianlun, kaisar Zen pun juga mengetahui tentang perintah yang diberikan kepada kalajengking dewa kecil itu.
Kaisar Zen langsung melakukan hal serupa, Karena dari pertama menikah, selir Xianlun tidak pernah tidur bersama dengan alasan kesehatan.
Dan kini, untuk membantu Rui, kaisar Zen berinisiatif untuk melakukan suatu rencana,
Kini dikekaisaran Han, disiang hari dia membalikkan papan nama selir Xianlun untuk bermalam ,Kasim yang melayaninya pun sedikit terkejut, tapi langsung kembali sadar dan melakukan tugasnya dengan baik.
Kasim itu pun pergi kearah kediaman pribadi milik selir Xianlun untuk menyampaikan berkah dari dewa untuk selir Xianlun karena bukan hal yang tabu bagi mereka yang tinggal diistana kekaisaran Han,kalau selir Xianlun terkenal dengan selir penyakitan.
Sebenarnya kaisar Zen tidak percaya begitu saja dengan alasan yang dibuat oleh selir Xianlun tapi dia masih berbaik hati memberikan muka kepadanya.
Apalagi saat selir Xianlun meminta untuk menggendong tubuh Zhang Junda kala itu, untung saja kaisar Zhang Fei Hung dengan tegas menolak,apa tujuannya saat itu , karena tidak mungkin selir Xianlun ingin memiliki seorang anak karena berhubungan intim saja mereka tidak pernah.
Semakin difikirkan, kaisar Zen semakin merasa curiga dan banyak pertanyaan yang timbul didalam kepalanya sekarang.
Sesampainya sang Kasim dikediaman pribadi milik selir Xianlun,penjaga kediaman pun memberitahukan kepada dayang pribadi milik selir Xianlun,
Kini selir Xianlun sudah berada didepan kediaman miliknya untuk menerima anugerah dari kaisar Zen,dengan wajah terkejutnya yang tertutup sempurna dengan sikap tenang yang dia miliki, selir Xianlun menerimanya dengan senyuman manisnya.
Setelah Kasim melangkah pergi, selir Xianlun langsung menghancurkan apapun untuk meluapkan emosinya.
"Sial, kaisar sialan itu ingin bermalam dengan ku."ucap selir Xianlun dengan wajah marah
"Nyonya,Tenangkan diri anda,kalau hal ini sampai terdengar keluar bagaimana, bukankah tadi nyonya sudah beralasan." Ucap sang dayang sambil ingin meredakan amarah junjungannya.
"Iya,tapi kali ini dia tetap ingin berkunjung, apapun alasannya,Ais, bagaimana cara aku menghindari kaisar."ucap selir Xianlun tampak sangat khawatir.
Dayang pribadi miliknya pun juga tidak tahu harus berkata apa.
__________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)