SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
kamu sudah kalah


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Jierui masih belum bisa menemukan Zhang Ziyi , hari-harinya hanya dihabiskan untuk merenung sambil menunggu perkembangan tentang pencarian sang putra.


Bahkan Jierui sudah memerintahkan kepada beberapa pengawal bayangan untuk masuk kedalam kekaisaran Shang, disana mereka juga tidak merasakan sedikitpun aura milik pangeran Zhang Ziyi.


Kaisar Shang Bowen sangat berhati-hati dan mewaspadai akan hal itu,satu bulan pencarian mereka tidak membuahkan hasil.


Dari jauh, kaisar Zhang Fei Hung menatap kearah Jierui dengan perasaan sedih, melihat sang istri tercintanya termenung memikirkan pangeran Zhang Ziyi.


Kaisar Zhang Fei Hung lalu berjalan mendekati Jierui dengan membawa piring yang berisikan camilan kesukaan Jierui.


"Rui'er,makan dulu, pikirkan juga anak yang sedang tumbuh berkembang didalam sini." Ucap Zhang Fei Hung sambil memegang perut sang istri tercintanya itu.


"Terimakasih yang mulia Kaisar,aku sudah makan tadi,."ucap Jierui sambil menatap kearah kaisar Zhang Fei


"Apa yang sering kamu pikirkan?."


"Kaisar Shang Bowen sudah bertambah kuat semenjak mengambil daya hidup Xianlun dulu,aku bahkan tidak bisa mendekat untuk mencari aura milik Zhang Ziyi, kalajengking dewa kecil yang pengawal bayangan bawa kedalam kekaisaran Shang pun tidak menemukannya."


Jierui berwajah sangat lesu, kaisar Zhang Fei Hung mencium puncak kepala Jierui dengan lembut.


"Jangan khawatir, Zhang Ziyi pasti akan kita temukan kembali, Rui'er."


Tak lama dari arah perbatasan,awan gelap mulai menyelimuti seluruh langit kekaisaran Zhang, dibarengi dengan kilatan petir yang menyambar,membuat seluruh rakyat kekaisaran Zhang menatap kearah langit untuk melihat fenomena alam yang berubah.


"Ini pertanda buruk."ucap seseorang disana


Kaisar Zhang Fei Hung yang merasakan aura yang sangat kuat dari arah perbatasan pun langsung bergegas pergi,tapi dia meminta Jierui untuk tetap didalam.


Jierui sangat ingin protes,tapi kaisar Zhang Fei Hung memintanya agar tetap tenang dengan alasan kehamilannya, Jierui hanya bisa menghela nafasnya.


Sedangkan di ibukota kekaisaran Zhang, para prajurit mulai mengevakuasi para rakyat kekaisaran Zhang, bagi yang bisa menggunakan ilmu arai, mereka maju dengan kekuatan penuh untuk menyebar arai.


Yuan keluar dari dalam cincin ruang milik Jierui,


"Nyonya."


"Ya, kaisar Shang Bowen sudah ingin memulai perang."ucap Jierui sambil memandang kearah sebuah botol giok kecil didepannya.


"Apakah pangeran Zhang Ziyi,,,."


"Apa kamu bisa merasakan aura milik pangeran Zhang Ziyi sekarang?."


Jierui menatap kearah Yuan.


"Tidak nyonya,Yuan hanya merasakan aura milik kaisar Shang Bowen saja."

__ADS_1


"Kamu tahu artinya?."


"Hem."Yuan hanya menggelengkan kepalanya saja


"Kalau memang benar Kaisar Shang Bowen lah yang menculik putra ku, berarti dia sedang menunggu waktu yang tepat."


"Ah,ya nyonya,trik seperti ini nyonya ku lah yang paling pintar."


Yuan berkata sambil menganggukkan kepalanya dengan mulut menganga lebar, sedangkan Jierui langsung mengelus perutnya lembut.


Kuat ya sayang,ini semua demi masa depan kamu.fikir Jierui dengan senyuman manisnya


Ditempat lain, kaisar Zhang Fei Hung sedang diatas langit ibukota kekaisaran Zhang sambil berdiri diatas tubuh Huang dengan tangan terlipat didepan tubuhnya.


Langit sudah sangat gelap,tak lama kemudian keluarlah kepala seekor naga merah beserta seorang pria yang sedang berdiri tegak diatas kepala naga tersebut.


"Shang Bowen, sungguh tidak mengejutkan."ucap Zhang Fei Hung dengan nada suara dingin


"Zhang Fei Hung,apa kamu akan dengan senang hati menyerahkan naga milikmu itu untuk aku, Hem."ucap Shang Bowen dengan senyuman menyeringai diwajahnya


"Oh, astaga, yang benar saja."


Mereka berdua pun kembali bertarung, bentrokan antara dua aura yang sangat kuat membuat seakan langit terbelah menjadi dua.


Kaisar Zhang Fei Hung masih mengimbangi setiap serangan dari kaisar Shang Bowen, sedangkan ditempat lain, diistana kekaisaran Zhang, dikediaman cinta sejati.


Jierui yang sedang termenung pun langsung berdiri saat mendengar suara lembut yang sangat dia rindukan.


"Ziyi'er."


"Ibunda,aku disini."


"Dimana sayang."


"Disini, ikuti suara ku, ibunda."


Jierui mengikuti kemana arah suara itu berasal ,sampai didepan gerbang kediaman cinta sejati,


"Ziyi'er."ucap Jierui saat melihat kearah tubuh sang putra yang sedang membelakangi dirinya,tapi Zhang Ziyi malah berlari kearah lain, Jierui terus mengejar Zhang Ziyi sampai ditempat yang nyatanya adalah kediaman pribadi milik pangeran Zhang Ziyi.


Jierui pun teringat akan mimpinya tanpa rasa ragu, Jierui masuk kedalam kediaman itu untuk mencari putranya Zhang Ziyi, sedangkan ditempat lain kaisar Zhang Fei Hung dan kaisar Shang Bowen masih melakukan pertarungan diatas langit kekaisaran Zhang.


Kaisar Shang Bowen bisa merasakan kalau rencananya dengan Zhang Ziyi berjalan dengan baik.


"Kamu sudah kalah."ucap kaisar Shang Bowen dengan senyuman menyeringai diwajahnya

__ADS_1


"Apa kamu sedang bermimpi?."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan nada suara dingin


"Oh, benarkah,apa aku harus memberitahu kamu sesuatu?,ya mungkin ini akan lebih menarik, Jierui sudah menemukan Zhang Ziyi atau,lebih tepatnya, Zhang Ziyi yang menemukan Jierui terlebih dahulu."


Mendengar ucapan dari mulut kaisar Shang Bowen, kaisar Zhang Fei Hung langsung mengingat akan mimpi yang diceritakan oleh sang istri tercintanya itu.


Rui'er,fikir Zhang Fei Hung


Saat kaisar Zhang Fei Hung lengah, kaisar Shang Bowen melakukan serangan yang langsung terkena oleh tubuh kaisar Zhang Fei Hung, membuat Kaisar Zhang Fei Hung memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Ais,aku adalah lawan kamu, Zhang Fei Hung, fokuslah, biarkan Zhang Ziyi bermain dengan Jierui sampai salah satu dari mereka mati, hahahaha."


"Brengsek kamu Shang Bowen, beraninya kamu mempermainkan anak dengan ibunya."


"Ya,tentu saja aku berani,Hem,lagi pula bukankah Zhang Ziyi bukan anak kalian?, Jadi jika Zhang Ziyi membunuh Jierui itu tidak terhitung sebagai anak yang durhaka bukan?."


"Cih."


Sedangkan ditempat lain, Jierui sudah bisa melihat punggung pangeran Zhang Ziyi yang sedang berdiri tegak,tak lama Li datang dengan membawa beberapa pasukan.


"Nyonya,biar aku saja yang,,,."


"Diam, jangan ikut campur,dan jangan ada satu orang pun yang berani mendekati putraku."


"Nyonya."ucap Li dengan wajah pasrah


Zhang Ziyi berbalik badan,lalu menatap kearah Jierui.


"Ibunda,aku merindukan mu."


"Ibunda lebih merindukan Ziyi'er, sayang." Ucap Jierui sambil berjalan kearah Zhang Ziyi.


Li sangat tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Jierui,dia sangat ingin menghentikan langkah Jierui.


Saat sudah berada didepan Zhang Ziyi, Jierui langsung memeluk tubuh putranya itu dan seperti didalam mimpinya, Zhang Ziyi menikam jantung Jierui dengan belati beracun.


"Nyonya." Li berteriak saat melihat adegan dimana Zhang Ziyi sedang menikam jantung Jierui


Tanpa disadari semua orang, Jierui tersenyum kecil.


"Yuan."ucap Jierui


Kini Yuan sudah keluar dari dalam cincin ruang milik Jierui lalu langsung mengikat tubuh Zhang Ziyi dengan tubuhnya dari arah belakang tubuh Zhang Ziyi.


______________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2