
Padahal selama ini kaisar Zhang Fei Hung hanya memanfaatkannya untuk membantu Zhang Fei Hung naik takhta kerajaan.
Zhang Fei Hung yang sudah mendengar pengakuan dari selir peiyu pun langsung berdiri dari duduknya dan menatap sinis kearah selir peiyu.
"Selir peiyu dihukum tidak boleh keluar dari kediamannya selama satu bulan, dan untuk pelayan busuk ini,buang dia kedalam penjara sore harinya dia akan dihukum gantung karena mencuri dan memberikan kesaksian berbelit-belit."ucap Zhang Fei Hung dengan tatapan penuh amarah.
Rui pun langsung menggenggam tangan kaisar Zhang Fei Hung.
"Yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan nada suara lembut.
Zhang Fei Hung pun langsung berwajah ceria sambil tersenyum senang lalu duduk kembali disebelah Rui.
"Rui'er,ada apa?."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya.
"Disini bukankah Rui yang menjadi korban?, Dan yang mulia Kaisar melakukan ini untuk memberikan keadilan untuk aku bukan?."
"Tentu saja Rui'er."
"Kalau begitu,hem, bolehkah Rui meminta dayang itu untuk melayani Rui dikediaman pribadi milik Rui, yang mulia,karena yu sedang pergi untuk bertemu dengan keluarganya jadi sekarang dikediaman Rui sedang tidak memiliki pelayan,hanya ada Li dan Yuan."ucap Rui sambil menjelaskan situasi saat ini .
Saat mendengar ucapan dari mulut sang istri pun Zhang Fei Hung menjadi gelisah, tapi gelisah sang kaisar ini berbeda, Zhang Fei Hung bukannya gelisah karena tidak ada dayang yang membantu Rui.
Tapi dia gelisah karena akan cuma ada Li dan Yuan saja yang berada dikediaman wanitanya ini,Ais Zhang Fei Hung bahkan sudah membayangkan yang tidak-tidak tentang hal itu,kalau Rui bisa melihat apa yang sudah difikirkan oleh Zhang Fei Hung pun mungkin sudah muntah darah.
"Baiklah Rui'er, pelayan itu akan menggantikan posisi yu untuk sementara waktu."ucap Zhang Fei Hung
Sedangkan Selir peiyu sedang ketar-ketir, bagaimana tidak,pelayan itu akan tinggal didalam kediaman selir Riu ,selir peiyu sangat takut jika pelayan bodoh itu membuka borok tentang dirinya.
Rui sangat senang dengan keputusan kaisar Zhang Fei Hung, sekarang Rui memilih untuk undur diri,Rui beralasan sedang memiliki kesibukan lain ditaman belakang kediamannya.
Zhang Fei Hung pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti,dia ingin sekali mencium bibir Rui tapi langsung ditahan dengan alasan Rui akan merasa malu.
Saat Rui menunjukan wajah malunya, Zhang Fei Hung hanya tertawa kecil, istri kecilnya ini sangat lucu.
Setelah selesai dengan urusan diaula pertemuan,Rui masih diatas tandu yang sedang berjalan, sedangkan Li berjalan beriringan dengan pelayan bekas selir peiyu itu.
Sesampainya mereka dikediaman pribadi miliknya,Rui langsung turun dari tandu, pintu gerbang pun langsung terbuka dengan bantuan dari kalajengking kecil dewa.
Lalu tatapan mata pelayan itu langsung terlihat sangat geli dan takut saat melihat banyaknya kalajengking dewa kecil dikediaman pribadi selir Rui, sampai-sampai sipelayan itu berfikir kalau selir Rui sangat jorok.
__ADS_1
Setelah sampai didalam kediamannya,Rui langsung menuju kearah kamar dengan bantuan Li,pelayan itu diminta duduk didepan Rui.
"Nama kamu siapa?."ucap Rui sambil mengambil camilan yang berada didalam toples dan memakannya.
"Nama saya,su yang mulia."
"Su,Hem."ucap Rui sambil menuangkan ramuan kedalam cangkir dan membawakan cangkir itu ketangan pelayan su.
"Minum."ucap Li kepada pelayan su.
Su pun langsung meminumnya,tak lama kemudian su terlihat seperti orang bodoh.
"Su."
"Ya, nyonya."ucap su dengan tatapan mata kosong.
"Apa hubungan antara selir peiyu dengan pelukis hebat itu?."
"Selir peiyu pernah bilang kalau pelukis hebat itu memiliki lukisan yang sangat berbahaya bagi keluarganya, nyonya."
Rui langsung berfikir,lukisan apa yang dimaksud oleh pelayan su tadi, lalu Rui meminta Li untuk pergi menemui pelukis hebat itu untuk meminta semua koleksi lukisan yang sudah dia buat.
Li pun langsung bergegas pergi menuju ruangan yang ada didalamnya sang pelukis hebat itu, setelah mendapatkan apa yang diperintahkan,Li kembali pergi keruangan interogasi.
"Nyonya."ucap Li sambil memberikan beberapa lukisan yang dia bawa kepada Rui
Rui pun langsung menerima lukisan itu,dia akan mengeceknya nanti.
"Su."ucap Rui
"Ya, nyonya ."
"Bersihkan kebun belakang sampai tidak ada rumput liar yang tumbuh didekat tumbuhan obat dan bunga ku yang cantik."
"Iya, baiklah nyonya."
Pelayan su pun langsung bergegas pergi menuju kebun belakang untuk menuruti perintah dari Rui, setelah kepergian pelayan su,Rui bergegas pergi menuju ruangan kerjanya untuk memeriksa lukisan.
Rui sangat penasaran,apa yang tersembunyi dari lukisan ini,Rui ditemani oleh Yuan saat memeriksa selembar demi selembar lukisan itu.
__ADS_1
Tak lama Rui dan Yuan merasakan aura yang sangat gelap dari balik pintu ruangan kerjanya,Rui pun sudah bisa memperkirakannya.
"Yuan,buka,,,."ucap Rui dengan ucapan yang terpotong karena pintu sudah terbuka dan tampak Sosok pria tinggi dan gagah siapa lagi kalau bukan Zhang Fei Hung.
Zhang Fei Hung mengeluarkan aura gelap miliknya.
"Huang."ucap Zhang Fei Hung untuk memanggil Huang keluar dari cincin ruangnya.
"Ya, yang mulia Kaisar."
"Bawa pergi Yuan,aku tidak suka melihat Yuan sangat dekat dengan istriku."
Huang pun langsung bergegas menuju kearah Yuan dan menyeret pria itu keluar dari ruangan,lalu menutup kembali pintu ruangan,Rui hanya bisa membuang nafas panjang.
"Apa Rui'er tidak menyukai kedatangan kaisar ini, sayangku?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung sambil mendekati sang istri.
"Bukan seperti itu, yang mulia Kaisar,apa perlu bersikap seperti ini, yang mulia Kaisar seperti sedang ingin memergoki perselingkuhan."ucap Rui dengan wajah cemberutnya sambil berdiri dari duduknya.
"Hem,aku tidak bermaksud untuk seperti itu Rui'er,apa yang sedang kamu lakukan tadi dengan Yuan?."ucap Zhang Fei Hung langsung memeluk tubuh Rui dan mencium bibirnya.
"Kami sedang mencari informasi tentang pelukis hebat itu, yang mulia Kaisar,apa boleh Rui bertanya sesuatu?."
"Tentu saja boleh Rui'er,."
"Siapa yang merekomendasikan pelukis hebat itu untuk meminta melukis potret yang mulia Kaisar?."
"Hem,ayah dari selir peiyu,dia yang merekomendasikan pelukis itu kepadaku, Rui'er."
"Hem, terimakasih atas jawabannya yang mulia Kaisar."
"Memang ada hubungan apa, dengan pelukis itu?."
"Coba yang mulia Kaisar perhatikan lukisan ini."ucap Rui sambil memperlihatkan sebuah kertas kanvas ukuran sedang yang terdapat sebuah lukisan yang sangat indah kepada kaisar Zhang Fei Hung.
Dilukisan itu terlihat aktivitas rakyat kekaisaran Zhang disebuah pasar,
"Lukisan ini sangat bagus dan tampak nyata,dia memang benar-benar pelukis yang berbakat, Rui'er."ucap kaisar Zhang Fei Hung saat setelah melihat hasil lukisan, sang pelukis
____________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)