SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
titah kaisar ditolak


__ADS_3

Zhang Xin sangat ingin melawan sang kakak tapi apa daya kekuatannya tidak sehebat Zhang Fei Hung, sebelum bertarung pun dia sudah kalah,dia tidak mau bernasib sama seperti kakak pertamanya yang sudah mati ditangan Zhang Fei Hung.


Sedangkan ditempat lain wanita yang sedang menjadi perebutan itupun sedang memasak didapur ,dia ditemani oleh yu dan Pengawal pribadinya Li.


"Nona muda,ini sayur yang sudah saya petik."ucap Li sambil memberikan keranjang yang berisikan sayur kepada Rui.


"Iya, terimakasih ya Li,kamu sudah selesai berlatih dan meningkatkan kemampuan beladiri kamu?."


"Sudah nona muda,Li juga sudah memiliki hewan kontrak berupa kalajengking dewa , dan itu semua berkat nona muda."ucap Li sambil tersenyum senang


"Loh,kenapa berkat aku?,memang aku sudah melakukan apa saat kamu ingin mengontrak kalajengking dewa itu."


"Saat kami bertemu, kalajengking dewa itu tadinya ingin menyerang ku tapi saat dia melihat baru tanda pengenal yang terbuat dari batu giok ini, kalajengking dewa itu bertanya apa aku kenal dengan wanita muda bernama jierui,lalu aku menjawab iya , jierui adalah nona muda ku, lalu dia memohon untuk ikut,dan sekarang dia sangat senang saat bisa bertemu dengan nona muda langsung."ucap Li dengan sangat bersemangat


"Ah, syukurlah kalau aku masih membawa sesuatu yang baik untuk kamu,dimasa depan berhati-hatilah Li,tadi siang aku merasakan aura yang sangat hitam dari seseorang yang sedang memperhatikan aku, jangan sampai kamu menyinggungnya, mengerti."


"Baik nona muda,Li pasti akan menuruti perintah."


Rui hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, sedangkan yu hanya tersenyum mendengar ucapan dari mulut Rui dan Li tadi,mereka adalah majikan dan bawahan tapi Rui sangat memperlakukan mereka dengan baik.


Rui kembali ketempat ayah dan ibunya berada ,lalu Rui mengambil gulungan yang sedang dibaca orang ayahanda nya.


"Cukup,kita akan makan sekarang,ibunda juga juga."ucap Rui sambil tersenyum kecil melihat kearah orang tuanya


Mey pun mulai melepaskan kuas dan menaruhnya diatas batu tinta,sambil tersenyum senang saat mendengar ucapan dari mulut sang putri.


"Kamu masak apa kali ini , Rui'er?."ucap Mey dengan suara lembut


"Aku memasak sayur ,ada yang ditumis dan juga ada yang dijadikan sup untuk menghangatkan tubuh ayahanda dan ibunda,juga aku memasak daging rusa muda yang sangat empuk , membakarnya dan dibaluri bumbu ,oh ya ibunda,Li sudah kembali dari pelatihannya."


"Hem,bagus sekali."


Tak lama,yu dan Li masuk dengan beberapa pelayan lain untuk membawakan makanan dan meletakkannya di atas meja,Jingguo Langsung melihat kearah yu dan Li yang hanya berdiam diri seperti patung didepan pintu.


"Yu, Li,mari kita makan bersama."ucap jingguo


"Baik tuan."ucap mereka serempak


Setelah itu jingguo dan keluarganya makan bersama.


Keesokan harinya, jingguo masih sedang membaca gulungan kertas dari setiap pasiennya, sedangkan Mey sedang menyeduhkan ramuan untuk sang suami.


Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan wanita datang menemui mereka.

__ADS_1


"Salam tuan dan nyonya."


"Ada apa ,."


"Ada seorang Kasim dari istana kekaisaran Zhang yang datang untuk bertemu dengan nona muda."


Jingguo Langsung bangkit dari duduknya lalu pergi kearah depan untuk melihat urusan dari istana itu, sedangkan Mey langsung bergegas pergi menuju ruangan pribadi milik Rui.


Ditengah jalan dia bertemu dengan yu, pelayan pribadi sang putri.


"Yu,dimana Rui'er?."


"Nona muda sedang berada ditaman belakang nyonya."


"Hem, baiklah."


Mey pun melangkahkan kakinya menuju taman belakang rumahnya, dari jauh sudah bisa melihat sang putri tercintanya yang sedang duduk disebuah ayunan sambil membaca buku miliknya.


"Hem, Rui'er."


Rui langsung menatap kearah suara yang memanggil.


"Iya, ibunda,ada apa?."


Rui sudah sangat mengerti tentang hal ini, jadi dia hanya bersikap tenang saja,lalu mengikuti sang ibu melangkah menuju halaman depan rumah mereka.


Sesampainya mereka disana, Rui melihat wajah gelap sang ayah sambil membaca gulungan titah dari kaisar Zhang Fei Hung.


Mey yang melihat hal itupun langsung mengerti apa yang tertulis digulung tersebut.


"Rui'er."ucap jingguo dengan nada suara lirih


"Ayahanda ada apa?."


"Ada titah dari kaisar Zhang Fei Hung,dia ingin kamu menjadi istri kelimanya."ucap jingguo lemas


Melihat sang ayah yang sangat sedih, Rui pun mengatakan kepada Kasim kalau dia menolak titah dari kaisar Zhang Fei Hung, yang membuat sang Kasim Langsung berwajah pucat, bagaimana nanti dia akan membicarakan tentang hal ini.


"Tapi,nona jierui,ini tidak semudah kelihatannya,karena ini titah dari kaisar langsung."ucap sang Kasim dengan wajah yang masih pucat.


"Kembalilah paman Kasim, bilang saja apa adanya kepada kaisar Zhang Fei Hung tentang penolakan ini."


"Tapi nanti saya akan mati nona, tolong hamba nona."

__ADS_1


"Sebelum dia membunuh kamu, bilang saja kepadanya untuk tidak melakukan itu,kalau dia bertanya,siapa yang meminta kamu berkata seperti itu,katakan kalau itu semua aku yang suruh."ucap Rui dengan wajah datarnya.


Jingguo dan Mey pun sangat terkejut mendengar ucapan dari mulut sang putri tercintanya,secara tidak langsung dia sudah menantang seorang kaisar yang sangat terkenal dengan sifat brutalnya itu.


Sedangkan sang Kasim langsung bergegas pulang kembali menuju istana dengan tangan kosong,dia memang masih sedikit takut untuk kembali dengan membawa berita penolakan ini.


Sedangkan dirumah Rui, jingguo dan Mey sedang berbicara bertiga diruang tamu rumah mereka.


"Rui'er,apa maksud dari perkataan kamu tadi?."ucap Mey dengan sedikit rasa cemas.


"Ibunda tidak perlu khawatir,aku akan berurusan langsung dengan kaisar Zhang Fei Hung itu."


"Tapi ,dia adalah kaisar yang sangat kuat Rui'er, dia bahkan memiliki hewan kontrak berupa naga hijau legendaris,bahkan dia saja bisa membunuh saudaranya sendiri." Ucap jingguo dengan wajah khawatir


"apa ayahanda mau melihat aku menikah dengan seorang pria yang tidak aku sukai?."


"Tidak Rui'er,bukan begitu maksud ayah tapi."ucap jingguo dengan nada suara bingung


"Sudahlah suamiku,aku percaya kepada Rui'er kalau dia bisa memilih pilihannya sendiri."ucap Mey dengan senyum tipisnya kearah Rui


Sedangkan ditempat lain, diistana kekaisaran Zhang,sang Kasim sudah tiba dan langsung masuk kedalam aula pertemuan kaisar Zhang Fei Hung.


Didalam sana kaisar sudah menunggu kabar dari Kasim utusannya itu.


"Bagaimana,Kasim go,dia mau kan?."ucap Zhang Fei Hung dengan sangat percaya diri


"Hem,itu tuan,nona muda jierui menolak titah dari yang mulia Kaisar."


Saat mendengar ucapan dari mulut Kasim go, kaisar Zhang Fei Hung langsung menghancurkan cangkir teh yang sedang dia genggam,lalu berdiri dan mendekati Kasim go,dia ingin membunuhnya.


"Yang mulia Kaisar,nona jierui juga mengatakan kalau yang mulia tidak boleh membunuh Kasim ini karena saya tidak bersalah,."ucap Kasim go dengan suara lantang.


Tangan kaisar Zhang Fei Hung pun langsung berhenti didepan leher Kasim go, dia sudah sangat ingin meremukkan leher itu.


"Dimana wanita itu sekarang,Hem."


"Dikediamannya yang mulia,."


____________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2