
Yuan keluar dengan wujud aslinya,,
"Yuan,serang jizi."ucap Rui sambil menatap kearah putra mahkota Ming Chen dan mengeluarkan pedang hitam lalu mendekat dengan sangat cepat didepan putra mahkota Ming Chen.
Putra mahkota Ming Chen terlihat sangat terkejut,dia terjatuh duduk dengan pedang yang mengarah tepat dilehernya.
Rui menatap kearah putra mahkota Ming Chen dengan tatapan mata tajam.
"Sebelum kamu menuduh seseorang, kamu harus mencari tahu dulu tentang kebenarannya, mengerti?."ucap Rui sambil tersenyum kecil dan memasukkan pedangnya kedalam cincin ruang miliknya
Sedangkan Yuan sudah berubah kebentuk manusianya,Yuan mengikuti Rui dari belakang.
"Tunggu."ucap putra mahkota Ming Chen
Rui pun langsung berhenti berjalan lalu melirik kearah belakang untuk melihat wajah putra mahkota Ming Chen.
"Kenapa kamu tidak membunuh pangeran ini,hah, apa kamu ingin terlihat hebat dengan tidak membunuh ku?."Ucap putra mahkota Ming Chen dengan nada suara tinggi
"Membunuh mu,,heh,,itu sangat mudah putra mahkota Ming Chen, tapi aku ingin menghukum kamu dengan cara lain,cara yang lebih kejam dari pada membunuh, aku ingin kamu selalu dihantui akan rasa bersalah seumur hidup mu karena sudah menuduh ku dan kepada mendiang ibumu, karena dari yang aku lihat,surat itu yang kamu bilang adalah balasan surat dari aku, sebenarnya itu adalah surat tulisan ibumu sendiri,."ucap Rui
Ucapan dari mulut Rui pun membuat putra mahkota Ming Chen terlihat sangat terkejut sambil meneteskan air mata,saat putra mahkota Ming Chen melihat tulisan tangan Rui,putra mahkota Ming Chen langsung terkejut dan sepertinya Rui teringat akan sesuatu.
Dahulu Saat putra mahkota Ming Chen mengirim pesan kepada salah satu pengawal kepercayaan ibunya, ternyata ibunya itu mengetahuinya, sang ibu meminta kembali surat yang ditulis oleh putra mahkota Ming Chen dan menuliskan diatas kertas lain sebagai jawaban dari pesan itu.
Ibunda dari putra mahkota Ming Chen yang saat itu adalah seorang permaisuri kekaisaran Ming, sudah mengetahui kalau penyakitnya sudah tidak bisa disembuhkan, jingguo dan Mey pernah memeriksa kondisi tubuhnya dan jingguo menyerah.
Itu sebabnya permaisuri kekaisaran Ming tidak mengizinkan untuk pesan itu sampai ditangan jierui, karena permaisuri kekaisaran Ming tidak ingin merepotkan jierui dengan melakukan perjalanan jauh hanya untuk melihat kondisi tubuhnya.
Permaisuri tahu kalau jierui pasti sepemikiran dengan Jingguo dan Mey karena mereka adalah orang tuanya, sedangkan permaisuri kekaisaran Ming tidak memberitahukan kepada siapapun tentang keputusan yang sudah diambil oleh jingguo dan Mey.
__ADS_1
Putra mahkota Ming Chen terlihat sangat senang dengan jawaban pesan dari jierui, dan permaisuri kekaisaran Ming hanya tersenyum senang saat melihat sang putra tercintanya itu tersenyum,itu seperti hadiah terakhir untuknya sebelum pergi meninggalkan dunia ini.
Saat permaisuri kekaisaran Ming meninggal dunia, putra mahkota Ming Chen terlihat sangat depresi,tapi ternyata dia juga menyimpan dendam kepada jierui karena sudah berani berjanji dan mengingkarinya.
Rui teringat saat dulu,sang ayah dan ibunya pernah pergi kekaisaran Ming dan kembali dengan meminta bantuan Rui, dan kesimpulan bahwa penyakit permaisuri kekaisaran Ming tidak bisa disembuhkan pun sebenarnya itu adalah keputusan Rui,
Rui berpendapat bahwa setiap organ dalam tubuh permaisuri kekaisaran Ming, sudah mengalami kerusakan fatal akibat mengkonsumsi racun terlalu banyak dalam kurun waktu yang lama,jadi membuat seluruh organ dalam tubuhnya berfungsi sangat lambat.
Permaisuri kekaisaran Ming pun sudah pasrah dengan nasibnya itu.
Kini diarena tanding,putra mahkota Ming Chen terlihat sangat sedih , Ming Chen tidak tahu kejadian yang sebenarnya, kini saat dia sudah tahu, ternyata semua yang dia sudah fikirkan selama ini adalah salah.
Putra mahkota Ming Chen langsung mengambil pedang miliknya dan ingin bunuh diri,tapi Rui langsung melempar jarum perak yang bisa membius orang, saat jarum itu tertancap ditubuh putra mahkota Ming Chen, dia langsung jatuh tertidur.
Rui meminta kepada panitia pelaksana untuk memindahkan tubuh putra mahkota Ming Chen ketempat lain untuk beristirahat.
"Rui'er luar biasa, wanita ku sangat luar biasa."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya
"Rui sangat lelah yang mulia Kaisar, bisakah kita kembali sekarang?."
"Tentu saja Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan langsung menggendong tubuh Rui erat-erat dan menghilang dari pandangan semua orang yang berada disana.
Rui dan kaisar Zhang Fei Hung kini sudah berada didepan pintu kereta kuda mereka, Rui menaiki kereta kuda itu dan disusul oleh kaisar Zhang Fei Hung,
Acara pesta duel antar kekaisaran pun telah berakhir, pemimpin setiap kekaisaran, mereka pulang dengan teratur.
Putra mahkota Ming Chen terlihat sangat menyesal dan meminta maaf kepada Rui tentang kejadian didalam arena, kini putra mahkota Ming Chen sudah tahu alasan kenapa sang ibunda memalsukan surat balasan dari surat yang putra mahkota Ming Chen kirimkan kepada Jierui.
Setelah itu mereka meninggalkan kekaisaran Zhang untuk kembali kekaisaran mereka masing-masing.
__ADS_1
Rui pergi ke pasar bersama pelayan pribadi miliknya yu,saat sedang dipasar itu,Rui bertubrukan dengan seorang anak kecil tidak sengaja Rui terkena ujung runcing tusuk konde yang sedang dipegang oleh gadis kecil itu.
"Nyonya maaf ,saya tidak sengaja."ucap gadis kecil itu dengan wajah bingungnya
Rui hanya menatapnya dengan senyuman manis
"Tidak apa, pergilah."ucap Rui dengan nada suara lembut
Gadis kecil itu pun bergegas pergi,Rui tersenyum kecil.
"Nyonya terluka karena gadis kecil itu,tapi nyonya malah terlihat sangat senang."ucap yu dengan wajah bingungnya
"Hem,kamu tidak perlu tahu terlalu banyak yu,lebih sedikit kamu tahu,semakin bagus dimasa depan nanti."ucap Rui sambil berjalan kembali
Sedangkan ditempat lain disebuah gang sepi, seorang gadis kecil sedang memberikan beberapa tetes darah milik Rui ke seseorang disana, wajah orang itu tertutup topeng putih.
Satu Minggu telah berlalu,Rui sedang minum teh sambil mendengarkan laporan dari sambungan telepati antara dia dan kalajengking dewa kecilnya yang ikut dengan pangeran Zhang Ziyi,
Selir Fengying meminta kepada selir peiyu untuk memata-matai Rui karena Selir Fengying sudah memberikan racun penghancur rahim untuk Rui melewati pelayan xio,tapi kalau orang awam yang melihat obat itu persis seperti ramuan penunda kehamilan.
Selir Fengying meminta kepada Selir peiyu untuk menyabotase hal itu untuk membalaskan dendam kematian seluruh keluarganya karena Selir Jierui.
Pangeran Zhang Ziyi sangat senang saat dia bisa mengunjungi kediaman Rui, disana pangeran Zhang Ziyi bisa bermain sepuas hatinya dengan Li dan pelayan su.
________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1