SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
pelajaran dari ibu mertua


__ADS_3

"Apa masih sakit?."ucap Zhang Fei Hung sambil memegang tubuh bagian bawah milik Rui.


"Sedikit,tapi sudah lebih baik."


"Memang tadinya Rui'er ingin membantu dengan cara apa, sayangku?."


Rui langsung terkejut dengan ucapan dari mulut Zhang Fei Hung.


"Itu,kata ibunda,ada dua cara untuk menenangkannya,pakai tangan atau dengan menggunakan mulu."ucap Rui dengan wajah yang terlihat seperti tomat


"Hahaha,ibu mertua ku itu memang sangat pengalaman, sepertinya kamu harus lebih banyak belajar dari ibunda sayang."


"Apa itu penting?."


"Ya tentu saja,disaat yang dibawah sana tidak bisa melayani suamimu ini,masih ada cara lain atau kamu rela jika suamimu menjamah wanita lain."


"Bukankah yang mulia Kaisar juga sudah memiliki empat orang istri, jadi untuk apa aku harus belajar hal itu kepada ibunda?."


Zhang Fei Hung pun langsung berwajah ceria,


"Apa kamu cemburu kepada aku Rui'er?."


"Tidak,dan tidak akan pernah."


"Hem , benarkah?,tapi ,,,."ucap Zhang Fei Hung sambil memeluk lebih erat tubuh Rui


"Hah,,."ucap Rui dengan wajah terkejut.


"Dulu aku memang menyentuh tubuh mereka walaupun aku sama sekali tidak memiliki perasaan cinta,tapi saat aku bertemu denganmu, aku sudah tidak lagi menyentuh tubuh mereka Rui'er,hanya kamu yang aku mau sayangku,aku mencintaimu, setiap aku mencium kamu ,aku merasa sangat bahagia,."ucap Zhang Fei Hung sambil mencium bibir Rui,


Setelah saling berciuman satu sama lain.


"Rui'er, bolehkah?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah memelas.


"Hah, tidak mau ,siapa suruh mencium bibir Rui lama-lama,dasar mesum."


"Rui'er, sayangku,sekali saja, tolong suamimu ini sayang."


"Nanti Rui sakit lagi, yang mulia."


"Kali ini tidak akan sakit Rui'er."


"Menyebalkan sekali kamu."


Zhang Fei Hung ******* kembali bibir merah Rui dengan sangat lembut, begitu pula disetiap sentuhan yang Zhang Fei Hung.


Rui menyadari sikap sang suami malam ini sangat berbeda dari malam kemarin,dia merasa lebih nyaman,dan saat bagian tubuh bawah mereka bersatu pun, Zhang Fei Hung memasukannya perlahan-lahan.


"Rui'er,Sakit tidak."


Rui hanya menggelengkan kepalanya.


Zhang Fei Hung langsung menambah ritme permainannya dan menumbuk Rui dengan tempo pelan tapi semakin lama semakin cepat,membuat Rui semakin berteriak dibawah Kungkungannya.

__ADS_1


"Sebut namaku Rui'er."


"Yang mulia."


"Panggil aku Hung'er sayang, Hung'er."


"Hung'er,."


Setelah mendengar jawaban dari sang istri, kaisar Zhang Fei Hung merasa sangat senang dan menambah ritme permainannya sampai bom waktu meledak dan menyembur didalam rahim sang istri.


"Hanya sama kamu aku mengeluarkan semuanya didalam sana, Rui'er,."ucap Zhang Fei Hung sambil mencium bibirnya


"Benarkah, bukannya yang mulia Kaisar sudah memiliki seorang putra dari selir Fengying?."ucap Rui sambil mengatur nafasnya


"Pangeran Zhang Ziyi,dia bukan anak kandungku,dia anak dari hubungan terlarang,."


"Apa yang mulia Kaisar merasa kecewa karena sudah dikhianati oleh selir Fengying?."


"Tidak, sayang."


"Kenapa?."


"Karena aku tidak pernah mencintai selir Fengying,bahkan permaisuri sekalipun."


Rui hanya diam, memperlihatkan ekspresi khawatir diwajahnya,dan tidak lepas dari pengamatan kaisar Zhang Fei Hung.


"Kenapa Rui'er, Apa yang kamu cemaskan."


"Besok,temui aku diaula utama,aku akan memberikan keadilan untuk kamu karena perbuatan dari selir peiyu hari ini."


"Apa yang mulia tahu?."


"Aku tahu Rui'er,dan kamu tidak perlu cemas,aku akan selalu melindungi kamu."


"Tapi, sepertinya itu tidak perlu,aku baik-baik saja, yang mulia."


"Selir peiyu sudah sangat kelewatan, ini sebagai teguran saja untuk dia tidak melakukan hal ini lagi dimasa depan."


Zhang Fei Hung langsung memeluk Rui kemudian tertidur,tapi Rui sedikit tersenyum tipis didalam dekapan sang suami.


Sepertinya besok akan menjadi hari yang sangat cerah.fikir Rui


Keesokan harinya Rui mulai membuka matanya perlahan, dia masih merasakan pelukan erat dari kaisar Zhang Fei Hung,lalu Rui mulai mengangkat wajahnya kearah atas,


"Pagi , Rui'er."ucap kaisar Zhang Fei Hung yang ternyata sudah terbangun lebih awal.


"Kenapa yang mulia Kaisar tidak membangunkan Rui?."


"Rui'er tertidur pulas, kaisar ini tidak sanggup untuk membangunkan sayangku."


Rui langsung bangun,saat sudah dalam keadaan duduk, kaisar Zhang Fei Hung melihat punggung putih milik Rui tercetak bekas lebam yang dia ciptakan kemarin, Zhang Fei Hung langsung tertegun merasa sangat bersalah.


Zhang Fei Hung juga ikut bangun lalu memeluk sambil mengecup punggung mulus Rui.

__ADS_1


"Apa semalam, kaisar ini bersikap kasar kepada Rui'er?."


"Tidak, yang mulia Kaisar sangat lembut, bekas lebam itu akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu Minggu."


Kaisar Zhang Fei Hung langsung mencium rambut kepala Rui.


"Kalau begitu,aku akan kembali kekediaman naga, kaisar tunggu Rui'er diaula pertemuan nanti akan datang Kasim go untuk memberitahukan kepada Rui'er."


Rui hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, lalu mereka berdua pun memakai baju ,Rui membantu kaisar Zhang Fei Hung dalam berpakaian membuat Zhang Fei Hung tersenyum senang setelah itu mencium bibir Rui dan pergi.


"Yu, masuklah."


"Baik, nyonya."


Yu pun langsung bergegas membantu Rui membersihkan diri,lalu merias rambut Rui didepan cermin.


"Sepertinya nyonya sangat senang sekali hari ini."ucap yu yang melihat wajah Rui dari pantulan cermin.


"Tentu saja karena hari ini,akan ada drama panjang yang sangat sayang untuk dilewatkan,bukan begitu kecil."ucap Rui yang sambil melihat kearah kalajengking dewa kecil diatas punggung tangannya


"Nyonya memang dari dulu sangat berbakat,bahkan orang selain keluarga sendiri tidak mengetahui sifat asli nyonya."


"Tentu saja, bukankah dunia ini penuh dengan tipu daya yu,kamu jangan mudah percaya dengan ucapan orang lain."ucap Rui sambil meminum teh hijau yang dicampur dengan ramuan pencegah kehamilan


"Nyonya,apa akan mengkonsumsi obat itu dalam jangka panjang?."


"Ya,harus itu yu,aku belum siap mengandung benih dari pria menyebalkan itu."


Yu langsung bergegas menyelesaikan pekerjaannya.


"Sudah selesai nyonya."


"Terimakasih banyak yu,ah,ini ada sekantung emas untuk kamu yu."ucap Rui sambil memberikan kantung emas itu kepada yu.


"Apa yang diinginkan nyonya dari yu?."


"Bukankah kamu sudah sangat rindu dengan kampung halaman?,hanya dua Minggu sampai acara turnamen antar kekaisaran ini dibuka, untuk sekarang istana sangat berbahaya bagi kamu yu."


"Terimakasih atas kebaikan nyonya,tapi yu merasa berat hati meninggalkan nyonya sendiri disini?."


"Aku akan meminta beberapa pelayan dari kediaman ibu suri agung,lebih baik mengorbankan orang lain dari pada orang sendiri,bukan begitu."


"Baiklah,yu akan pergi sesuai dengan keinginan nyonya."


"Bawa juga kalajengking dewa ini satu untuk bisa memantau keadaan kamu dari jauh, yu buatlah arai dilingkungan rumah kamu, berhati-hatilah."


"Baiklah nyonya,yu akan pergi sekarang."


____________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2