
"Setiap harinya,apa yang dilakukan oleh pangeran Zhang Ziyi didalam kediaman selir Fengying."
"Aku hanya diminta untuk belajar,aku sangat ingin bermain tapi tidak diperbolehkan oleh ibunda dan ,,,."
"Kenapa ?."ucap Rui yang penasaran karena sikap pangeran Zhang Ziyi yang langsung berubah murung
"Aku punya seorang ayah, tapi,, seperti tidak memilikinya,aku sangat sedih ibu selir." Ucap pangeran Zhang Ziyi dengan wajah yang sangat murung dan sedih
Wajah polos Zhang Ziyi membuat Rui sangat tersentuh,Rui tahu maksud dari kedatangan pangeran Zhang Ziyi bukan karena diminta oleh seseorang, pangeran Zhang Ziyi datang kesini untuk pribadinya sendiri.
"Boleh ibu selir bertanya?."ucap Rui dengan nada suara lembut
"Boleh saja ibu selir."
"Apa tujuan Ziyi'er datang kesini?."
"Ziyi pernah mendengar,ibunda selalu mengeluh karena ayahanda tidak pernah mau bertemu dengan ku dan malah selalu menemani ibu selir."ucap Zhang Ziyi dengan bibirnya yang mungil dan maju itu.
"Hem, bukankah itu urusan pribadi orang tua Ziyi'er?."
"Iya, Ziyi tahu salah ,ibu selir."
"Jadi sekarang,lebih baik pangeran Zhang Ziyi kembali pulang kekediaman selir Fengying,ibunda dari pangeran Zhang Ziyi."
"Apa kalau aku anak dari ibu Selir Jierui, ayahanda akan mencintai aku."ucap pangeran Zhang Ziyi dengan wajah murung
Rui langsung tersenyum, sedangkan yu sangat memandang sinis kearah pangeran Zhang Ziyi.
"Tadi, pangeran Zhang Ziyi memanggil selir Jierui ini apa?."
"Ibu selir."
"Lalu kenapa pangeran Zhang Ziyi murung dan berkata seperti tadi, bukankah sekarang sudah menjadi putra ibu ini juga."
Pangeran Zhang Ziyi langsung merasa sangat senang dan bahagia saat mendengar ucapan dari mulut Rui, itu memang benar, sekarang dia sudah menjadi anak dari ibu selir Rui.
"Bolehkah Ziyi memeluk tubuh ibu selir?."
"Tentu saja."ucap Rui sambil merentangkan kedua tangannya.
Pangeran Zhang Ziyi pun langsung bergegas menuju Rui dan masuk kedalam pelukan erat Rui,dan kejadian itu dibarengi dengan munculnya kaisar Zhang Fei Hung yang datang untuk menjemput Rui untuk pergi melihat pertandingan duel antara putra mahkota Shuwan dengan putra mahkota Ming Chen.
__ADS_1
Aura hitam menyelimuti seluruh kediaman milik Rui, kaisar Zhang Fei Hung tidak menyukai saat melihat pangeran Zhang Ziyi, Rui pun dapat merasakan ketakutan yang amat sangat dari dalam tubuh pangeran Ziyi,dia bahkan tidak berani melepaskan pelukan Rui.
Kaisar Zhang Fei Hung sudah berada didepan gazebo dan melangkah masuk kedalamnya.
"Salam yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan nada suara lembut
Kaisar Zhang Fei Hung hanya memberikan instruksi kepada yu untuk membawa pangeran Zhang Ziyi pergi dari sini.
Tapi pangeran Zhang Ziyi semakin ketakutan dan lebih memilih diam didalam pelukan Rui,lalu Rui pun menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung dengan tatapan mata tajam dan wajah marahnya.
"Yang mulia Kaisar kalau masih seperti ini lebih baik yang mulia Kaisar kembali ke kediaman naga."ucap Rui dengan mengeluarkan auranya juga.
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung tertegun sejenak,Rui sekarang sudah seperti induk ayam yang sedang melindungi anak-anaknya didalam tubuhnya dan akan mematuk siapapun yang berani mengusik.
"Rui'er."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah murung dengan menurunkan aura hitam miliknya tadi,lalu kaisar Zhang Fei Hung pergi kearah pohon besar yang ada ayunannya.
Rui langsung meminta yu untuk memanggil xio untuk menemuinya,lalu saat xio sudah datang,Rui langsung menugaskan xio untuk mengantarkan pangeran Zhang Ziyi kembali kekediamannya, tidak lupa pangeran Zhang Ziyi membawa toples kue kering yang dia sangat suka itu.
"Ibu selir,apa kita akan bertemu lagi."
"Tentu saja Ziyi'er,."
"Untuk apa anak haram itu datang kesini?." Ucap Zhang Fei Hung dengan wajah kesalnya.
Rui hanya menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah tidak suka dengan ucapannya itu.
"Rui'er,apa kamu membenci kaisar ini karena anak haram itu?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung.
Hem,,,Rui hanya melepaskan nafas panjang karena mendengar kata-kata "anak haram" dari mulut kaisar Zhang Fei Hung.
Rui mengulurkan tangannya kearah kaisar Zhang Fei Hung dan langsung disambut dengan lembut oleh kaisar Zhang Fei Hung dan langsung duduk disamping Rui.
"Yang mulia Kaisar, didunia ini tidak ada anak haram, yang haram itu perbuatan orang tuanya,jadi Rui mohon yang mulia Kaisar tidak berkata seperti itu lagi,ya."
"Baiklah Rui'er , kaisar ini tidak akan mengulanginya lagi."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan memeluk tubuh Rui erat-erat dan mencium bibirnya
"Apa yang mulia Kaisar datang kesini untuk menjemput Rui?."
"Tentu saja Rui'er,memangnya kaisar ini mau menjemput siapa lagi Hem."
"Tapi Rui belum siap,mau menunggu atau yang mulia Kaisar pergi lebih dulu dan Rui menyusul yang mulia Kaisar, bagaimana?."
__ADS_1
"Kaisar mau menunggu saja, Rui'er."
Rui pun menganggukkan kepalanya saja lalu bergegas pergi menuju kamar untuk berganti pakaian bersama dengan kaisar Zhang Fei Hung,
Sekarang yu sedang membantu Rui menghias rambut putihnya,saat pemakaian hiasan kepala terakhir, kaisar Zhang Fei Hung meminta hiasan kepala itu dari tangan yu dan langsung meminta yu untuk pergi.
Sekarang didalam hanya ada mereka berdua, kaisar Zhang Fei Hung mendekati Rui lalu memasangkan hiasan kepala terakhir itu.
"Rui'er."
"Ya, yang mulia Kaisar."
"Jangan terlalu dekat dengan pangeran Zhang Ziyi."
"Kenapa?,apa karena dia bukan anak yang mulia Kaisar atau karena dia anak selir Fengying dengan pria lain?."
"Semuanya Rui'er,karena kekaisaran Zhang ini hanya akan aku serahkan kepada anak yang lahir dari tubuh kamu,anak kita."
"Apa yang mulia Kaisar takut kalau kekaisaran Zhang ini akan direbut oleh pangeran Zhang Ziyi, begitu?."
"Tidak, pangeran Zhang Ziyi bukanlah ancaman yang sebenarnya, melainkan pion untuk selir Fengying untuk mengikat kaisar ini, Rui'er."
Rui pun langsung berdiri dan membalikan badannya supaya bisa menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung.
"Rui tahu yang mulia Kaisar,tapi pangeran Zhang Ziyi,dia murni,dia tidak tahu apapun , dia hanya seorang anak yang lahir dan tidak tahu menahu soal perdebatan orang dewasa,Rui tidak mau sampai otak putih bersih pangeran Zhang Ziyi diolah oleh ibunya, untuk berbuat jahat, Rui,,."ucap Rui dengan wajah sedihnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Kaisar Zhang Fei Hung langsung memeluk tubuh Rui erat-erat dan mencium bibirnya singkat.
"Rui'er, baiklah terserah Rui'er saja, yang terpenting jangan memberikan kasih sayang Rui lebih besar ke pangeran Zhang Ziyi itu, tetap kaisar ini lah yang mendapatkan hak paling besar,ya."
Astaga,sama anak kecil saja cemburu, pasti saat pangeran Zhang Ziyi memelukku erat tadi,Ais . Fikir Rui
"Iya, yang mulia Kaisar."ucap Rui sambil tersenyum senang
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung mencium kembali bibir merah kecil milik Rui.
_______________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1