SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
drama dipagi hari


__ADS_3

Setelah kepergian yu,tak lama Kasim go datang kekediamannya, Rui ditemani oleh Li langsung pergi menuju ruangan aula pertemuan untuk bertemu dengan yang mulia Kaisar .


Sesampainya mereka disana Kasim go langsung meneriaki kedatangan selir Rui dengan sang pengawal pribadi Li, dari jauh Rui sudah dapat melihat dengan jelas senyuman manis dari bibir kaisar Zhang Fei Hung saat melihat kedatangannya.


"Salam yang mulia Kaisar, semoga kaisar panjang umur."ucap Rui dan Li


"Salam diterima, Rui'er kemarilah dan duduk disebelah kaisar ini, sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


Membuat selir peiyu yang sudah berada lebih dulu diruangan itu pun menjadi panas hati.


Rui langsung berjalan menuju kursi disebelah kaisar Zhang Fei Hung, duduk dengan tenang disana dan Li yang sigap berdiri tepat dibelakangnya.


"Rui'er,kemarin salah satu pengawal pribadi ku melihat kamu pergi kekediaman pribadi milik selir peiyu,apa yang ingin kamu lakukan disana sayang?."ucap Zhang Fei Hung dengan suara lembut, sangat berbeda dengan nada suaranya kepada selir peiyu yang tadi sudah dia interogasi.


Selir peiyu berdalih bahwa dia sedang tidak berada dikediamannya saat itu,dia pergi kerumah keluarganya karena sang ayah memanggilnya untuk pulang.


Rui hanya merespon dengan memandang kearah selir peiyu sebentar lalu kembali memandang kearah kaisar Zhang Fei Hung.


"Rui datang kesana untuk menemui selir peiyu, hanya ingin berkunjung dan saling mengenal satu sama lain, hanya saja saat itu pelayan mengatakan kalau meminta Rui menunggu dan,,,ah tidak apa-apa yang mulia Kaisar, tidak perlu dibahas lagi."ucap Rui sambil tersenyum kecil.


Kaisar Zhang Fei Hung tahu kalau Rui sedang ingin melindungi selir peiyu, sedangkan selir peiyu mengira kalau Rui adalah wanita yang mudah.


"Saat itu,diantara kelima pelayan yang berada disini sekarang, Rui'er bertemu dengan yang mana, sayang?."


Rui langsung menatap kearah kelima pelayan yang sedang berdiri mematung, saat Rui mengingat yang mana,dia langsung menunjuk kearah pelayan itu.


Zhang Fei Hung pun langsung bertanya kepada pelayan yang sudah dipilih oleh wanitanya itu.


"Kamu,jawab dengan jujur, kenapa kamu meminta selir Rui menunggu padahal Selir peiyu sedang tidak ada dikediamannya?."


Pelayan itu pun langsung melirik kearah selir peiyu.

__ADS_1


"Hamba, memang meminta selir Rui untuk menunggu,tapi hamba pergi kedalam kediaman lalu melanjutkan aktivitas kembali dan melupakan selir Rui, yang mulia Kaisar hamba mohon maafkan hamba,selir Rui tolong ampuni pelayan yang kecil ini ." Ucap pelayan itu yang sambil bersujud dan menangis.


Rui terlihat sangat mengasihani pelayan itu


"Yang mulia Kaisar,,,."ucapan Rui terpotong saat ada suara benda terjatuh dari kantong baju pelayan itu.


Pranggg


Ternyata benda yang terjatuh itu adalah sebuah kalung Rubi yang pelayan itu ambil, dan saat melihat kalung itu,mata selir peiyu langsung melotot dan wajahnya berubah merah karena merasa marah.


"Kamu ternyata mencuri dikediaman aku hah."ucap selir peiyu yang sudah berdiri dari duduknya sambil menunjuk kearah pelayan itu.


"Tidak nyonya,aku tidak mencuri, kalung itu milik selir Rui dan dia menjatuhkannya saat ingin pergi dari kediaman nyonya,aku mengambilnya dan berniat untuk memulangkannya, begitu yang mulia Kaisar."ucap pelayan itu sambil bersujud kembali dihadapan sang kaisar.


Rui pun memasang wajah terkejut dengan menutup mulutnya yang terbuka dengan telapak tangannya.


"Hah, maksud kamu kalung ini?."ucap Rui sambil menunjukan kalung Rubi lainnya yang terlihat sangat mirip dengan kalung Rubi yang dibawa oleh pelayan itu.


Semua orang yang berada didalam ruangan itu pun langsung terkejut,kecuali kaisar Zhang Fei Hung yang sudah berwajah sangat gelap.


Saat Rui diminta menunggu kedatangan selir peiyu,kedua kalajengking dewa itu berkeliling kediaman sang selir, yang satu pergi kearah kamar milik selir peiyu sedangkan yang satu lagi berkeliaran ditempat lain untuk mencari informasi tentang hubungan sang pelukis dengan selir peiyu.


Rui sangat sabar menunggu,lalu kalajengking dewa yang pertama melapor kalau selir peiyu sedang bermalas-malasan didalam kediamannya,hah,Rui menjadi tahu kalau ini akan menjadi hari yang panjang untuknya.


Saat menjelang sore, sebelum matahari terbenam, kalajengking dewa membawakan sebuah kalung Rubi milik selir peiyu,itu juga perintah dari Rui karena,pernah dia melihat kalung itu sangat mirip dengan kalung milik ibu suri.


Rui memang sengaja melakukan hal itu untuk memberikan sedikit hukuman kepada sipelayan yang sudah tidak sopan kepadanya,lalu dia tetap meminta kalajengking dewa untuk berada didalam kantung sang pelayan dan memastikan kalau kalung Rubi itu masih berada didalam kantung sampai hari ini.


Dimana sang pelayan sedang diintrogasi oleh kaisar Zhang Fei Hung, kalajengking dewa itu pun menjatuhkan kalung dan dirinyapun ikut keluar lalu pergi mendekat kearah Rui dan langsung masuk kedalam baju sang majikan.


Saat Li melihat kedatangan kalajengking dewa kecil itu dan dia meminta untuk masuk kedalam cincin ruang miliknya, kalajengking kecil dewa itu pun hanya memberikan gerakan menghina kepada Li.

__ADS_1


"Ais, anak mu sungguh kurang ajar ,lu."ucap Li kepada kalajengking dewa miliknya berkomunikasi memakai telepati


"Namanya juga anak-anak tuan, jangan diambil hati."ucap lu yang sambil terkekeh geli melihat kelakuan sang anak.


Selesai.


Rui sedang memasang wajah polos.


Ah, apa yang akan menjadi kemungkinan terburuk si pelayan menyebalkan itu. Fikir Rui


Sedangkan sipelayan sudah merasa ketahuan dan bahkan Selir peiyu juga malah menuduhnya dan dia merasa seperti tidak dihargai oleh selir peiyu sang majikan.


"Mohon ampun yang mulia,saya mau bersaksi bahwa selir peiyu sebenarnya masih berada didalam kamar, dikediamannya dan selir peiyu sengaja untuk membiarkan selir Jierui untuk menunggu sampai malam dan dibawah terik matahari."ucap pelayan itu dengan suara yang sangat lantang


"Kamu berani menuduh aku hah, yang mulia Kaisar,aku tidak tahu apa-apa tentang hal ini,aku sudah berada dikediaman keluarga ku sungguh."ucap selir peiyu yang sudah sangat emosi.


"Yang mulia Kaisar,selir peiyu berbohong, dia tidak pernah keluar dari kediamannya hari itu."


Kaisar Zhang Fei Hung pun masih berwajah gelap


"Kasim go."


"Ya yang mulia Kaisar."


"Bawa penjaga gerbang istana untuk dimintai keterangan terkait kepergian selir peiyu."ucap Zhang Fei Hung kepada Kasim go.


Sedangkan Kasim go pun langsung bergegas pergi, sedangkan selir peiyu sedangkan merasakan ketar ketir dihati dan fikirannya,dia tahu kalau kaisar Zhang Fei Hung sangat menakutkan saat marah, jadi


"Yang mulia Kaisar,hamba mengaku salah, itu semua karena hamba merasa cemburu dengan selir Rui yang selalu menghabiskan waktu bersama yang mulia Kaisar,aku juga menginginkan hal yang sama."ucap selir peiyu yang merasa kalau dirinya itu masih sangat spesial untuk kaisar Zhang Fei Hung.


___________________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2