
"Apa ayah tidak marah?,karena setahu Rui, ayah sangat ingin menimang cucu dari Rui?."ucap Rui sambil sedikit merunduk
"Rui'er,apa yang kamu lakukan,itu semua pasti ada alasannya,entah apapun itu ayahanda tetap akan mendukung putri ayah ini,."ucap jingguo sambil mengusap puncak kepala putrinya
"Hem,tapi yang mulia Kaisar sudah berbohong sama Rui , ayahanda, kaisar mesum itu berjanji untuk tidak melakukan hal itu disini,dulu juga pernah begitu, tidak hanya sekali si mesum itu ingkar janji." Ucap Rui dengan gaya manjanya
Jingguo hanya menganggukkan kepalanya.
"Iya,tapi Rui'er bagaimana pun kamu adalah istrinya,dan disini memang ada beberapa pelayan tapi ayahanda khawatir dengan tempramen kaisar,dia tidak mudah bergaul dengan orang baru."ucap jingguo yang sudah sangat tahu tentang sifat dari menantunya itu,mungkin hanya Rui yang bisa menaklukkan hati pria itu.
Rui juga berfikir kalau ini tidak lah bagus, kekhawatiran sang ayah ada benarnya juga.
"Baiklah ayahanda,Rui akan melakukan apa yang ayahanda katakan."ucap Rui dengan memeluk sebentar sang ayah lalu melepasnya dan buru-buru kembali kekamar lamanya.
Sesampainya Rui disana, ternyata sudah banyak dayang yang tertunduk lesu didepan kamar , mereka membawa semua keperluan untuk sang kaisar tapi tidak boleh ada yang masuk, kecuali Rui.
Rui memandang kearah wajah para pelayan dengan nada lemas.
"Maaf ya membuat kalian berada di situasi seperti ini."ucap Rui dengan perasaan bersalahnya.
"Tidak apa yang mulia selir Rui."ucap semua pelayan secara serempak
Rui pun mengetuk pintu kamarnya,karena sudah terkunci oleh kekuatan dari Huang,
Tok,,,
"Yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan nada suara lembut
Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung terkejut dan langsung berlari kearah pintu kamar untuk melihat pemilik suara merdu itu, saat kaisar membuka pintu kamar dan langsung melihat Rui, kaisar Zhang Fei Hung langsung memeluk tubuh Rui erat-erat.
"Maafkan aku Rui'er, kaisar ini sangat salah, sangat salah sudah merusak kepercayaan yang Rui'er berikan kepada kaisar ini, maafkan aku sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan suara yang sangat menyesal
Rui hanya membalas pelukan dari kaisar Zhang Fei Hung sembari meminta pelayan untuk memasukan semua kebutuhan yang mulia Kaisar,lalu para pelayan itu diminta untuk pergi, meninggalkan mereka berdua.
Setelah kepergian pelayan, masih diposisi yang sama,saling berpelukan.
__ADS_1
"Yang mulia Kaisar."
"Iya, Rui'er."
"Bersihkan diri dulu."ucap Rui dengan nada suara lembut
Kaisar Zhang Fei Hung hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak mau,kalau tidak sama Rui'er,sama kamu sayang ku , istri ku."ucap Zhang Fei Hung dengan nada suara manja.
"Hem,iya yang mulia Kaisar,aku yang akan membantu yang mulia Kaisar bersiap,ayo." Ucap Rui sambil melepaskan pelukannya.
"Cium suamimu ini sayang."
Rui pun mencium bibir suaminya yang mesum dan manja itu.
Kata nenek, kaisar Zhang Fei Hung kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya jadi dia bersikap arogan dan semena-mena,dia memang seorang pria yang menguasai seluruh kekaisaran Zhang ini tapi dia sangat membutuhkan tempat yang membuatnya merasa nyaman.
Perasaan Rui benar-benar dibuat rumit.
Rui tampak sangat fokus membantu suaminya itu,
"Kenapa yang mulia Kaisar menatap Rui seperti itu."ucap Rui sambil membenarkan sabuk pinggang kaisar Zhang Fei Hung
"Suami hanya sedang memandangi wajah istri,apa tidak boleh?."ucap Zhang Fei Hung sambil melihat apa ekspresi wajah Rui saat dia memujinya seperti itu tapi wajah sang istri hanya datar saja.
Kaisar Zhang Fei Hung bertekad untuk membuat sang istri kecilnya ini bisa jatuh cinta kepadanya.
"Sudah selesai, yang mulia Kaisar,Rui mau pergi ketaman belakang membantu ibunda memanen tanaman obat setelah kita sarapan."ucap Rui dengan nada suara lembut
"Baiklah,tapi suami juga mau ikut membantu."
Rui hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju .
Setelah itu mereka berdua pergi untuk sarapan bersama dengan Jingguo dan Mey diruang tengah, kaisar Zhang Fei Hung agak merasa canggung dengan ayah mertuanya karena sudah ketahuan telah berbohong.
__ADS_1
Jingguo sangat dapat melihat tingkah laku menantunya itu yang sedang salah tingkah,
"Jadi, sekarang sudah menyempurnakan pernikahan kalian tadi malam."ucap jingguo yang langsung mendapatkan sebuah tonjokan kecil dari Mey.
Sedangkan Rui langsung terbatuk dan tidak mau berhenti,malah Rui seperti ingin muntah darah sekarang , setelah mendengar ucapan dari mulut sang ayah.
Berbeda dengan kaisar Zhang Fei Hung yang terlihat tersenyum kecil.
"Hem, ayahanda dan ibunda pasti akan mendapatkan cucu ,cepat atau lambat." ucap Zhang Fei Hung
Sampai Rui memukul lengan suaminya itu, Zhang Fei Hung hanya membantu mengelap bibir Rui dengan sapu tangan , perhatian itupun menjadi tontonan jingguo dan Mey yang merasa kalau kaisar Zhang Fei Hung memanglah pria yang pantas untuk sang putri tercintanya itu.
Tadinya Mereka sangat cemas karena sang putri memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan kaisar Zhang Fei Hung, Rui sangat manja tapi mandiri sedangkan kaisar Zhang Fei Hung orang yang dingin dan pendiam.
Bahkan bisa dibilang sangat kejam ,mereka takut jika Rui menikah dengan kaisar Zhang Fei Hung, mungkin pernikahan mereka tidak bertahan selama satu hari atau bisa lebih parah,hanya dalam hitungan jam.
"Ayahanda dan Ibunda,mengapa tidak datang berkunjung ke kediaman Rui diistana,."ucap Rui dengan wajah cemberutnya
"Ayahanda dan Ibunda kemarin harus pergi kesebuah desa Rui'er,hari ini pulang juga karena kunjungan kalian jadi ayahanda dan ibunda memilih kembali untuk sementara waktu."
"Tapi, apakah pasien ayahanda disana dalam keadaan genting?,apa tidak akan terjadi apa-apa jika ayahanda tinggalkan, padahal pasien ayahanda belum sembuh?." Ucap Rui dengan wajah khawatir
"Tidak apa sayang, tidak perlu cemas, ibunda dan ayahanda tidak akan meninggalkan pasien dalam keadaan kosong,ibunda sudah meninggalkan beberapa ramuan obat untuk dia konsumsi selama ibunda dan ayahanda kembali kerumah."ucap Mey dengan suara lembut untuk menenangkan kekhawatiran sang putri tercintanya itu
"Sayangku, bukankah kita disini hanya sampai nanti sore?."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah bingungnya, karena setahunya,Rui hanya ingin menginap.
"Hah,Rui mau disini satu bulan yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan wajah yang dibuat-buat,padahal Rui tidak memberitahukan kepada suaminya itu.
"Tapi,bukankah kita akan menyambut setiap pemimpin dari setiap kekaisaran nanti, Rui'er?."ucap Zhang Fei Hung yang mengingatkan tentang hal itu kepada sang istri
_________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1