
"Rui harus kembali kekediaman milik Rui dulu, yang mulia Kaisar tunggu Rui dikediaman naga." Ucap Rui setelah selesai mencium bibir kaisar Zhang Fei Hung.
Saat mendengar ucapan dari mulut Rui, kaisar Zhang Fei Hung langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak, kemanapun Rui'er pergi, kaisar ini akan ikut, ayo kita pergi sayangku."ucap Zhang Fei Hung sambil berdiri dari duduknya
Rui hanya pasrah saja,mereka pun melesat pergi menuju kediaman cinta sejati milik Rui, saat tiba disana Rui langsung masuk kedalam kamar untuk bersiap, sedangkan kaisar Zhang Fei Hung menunggu dengan sabar diruang tamu ditemani oleh Li.
"Li,kamu disini saja,jaga kediaman ini sampai nyonya kamu kembali."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah datarnya
"Baiklah tuan,."ucap Li dengan patuh, karena Rui sudah memperingatkan kepada Li supaya dia tidak menyinggung kaisar Zhang Fei Hung.
"Hem,bagus,dimana pelukis hebat itu,apa dia sudah pergi?."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah penasaran
"Nyonya sudah memberikan bekal yang layak untuk pelukis hebat itu dan dia akan datang kembali kekaisaran Zhang ini sebagai perwakilan dari kekaisaran Tang untuk lomba melukis,dan dia sangat ingin melawan nyonya Rui dalam hal seni lukis ini, yang mulia Kaisar."Ucap Li untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi
"Lalu,apa Rui'er setuju?."
"Nyonya bilang tidak pasti karena dia harus meminta izin kepada suaminya dulu, begitu tuan."
"Hem,itu memang benar,karena aku tidak akan mengizinkan Rui'er bertanding,sebab aku tidak mau istriku menjadi pusat perhatian dari seluruh kekaisaran yang akan datang kekaisaran Zhang ini."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju
Tak lama Rui keluar dari dalam kamar dengan pakaian biasa dan rambut yang dikepang dan digulung indah dengan beberapa jepit, Rui juga membawa mantel merahnya.
"Rui'er ku cantik sekali."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan tatapan mata tajam kearah Rui.
"Kalau Rui tidak cantik juga mana mau kaisar dengan Rui."ucap Rui dengan wajah datarnya.
Ais, istriku kalau bicara pedas sekali. Fikir Zhang Fei Hung
"Ayo kita pergi istriku."ucap Zhang Fei Hung sambil mendekati Rui dan memegang tangannya erat.
Didepan kediaman Rui sudah terdapat sebuah kereta kuda dengan lambang istana kekaisaran Zhang, kaisar Zhang Fei Hung langsung meminta Rui untuk naik lebih dulu.
Saat sudah berada didalam kereta kuda,Rui mengedarkan pandangannya kesegala arah dia mencari Li.
"Yang mulia Kaisar,apa melihat Li?."
"Li tidak ikut Rui'er,suamimu ini menugaskan dia untuk menjaga dikediaman ini saja."
"Tapi , bukankah sudah ada kalajengking dewa kecil,yang mulia Kaisar."
__ADS_1
"Rui'er,kalau Li tidak ikut juga tidak apa-apa, kaisar ini bisa melindungi kamu sayang.
"Hem, baiklah."ucap Rui dengan wajah murung
"Rui'er,anggap saja kita sedang berbulan madu, kaisar ini sangat ingin cepat memiliki anak dari kamu sayang."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil memeluk tubuh Rui
"Tapi bukankah yang mulia Kaisar sudah berjanji kalau disana kita tidak melakukannya."ucap Rui sambil mengingatkan sang suami.
Kaisar Zhang Fei Hung langsung tertegun sejenak,dia melupakan hal itu,Hem bagaimana bisa menghamili sedangkan mereka tidak melakukan hal itu,Ais.
Sedangkan ditempat lain pangeran Zhang Xin sedang berada diperbatasan kekaisaran Zhang dengan kekaisaran Yan.
Zhang Xin sedang berlatih dibarak militer, saat sedang berlatih, pangeran Yan su datang menemuinya.
"Apakah kamu yang bernama Zhang Xin?." Ucap Yan su yang datang bersama dengan pengawal pribadinya
"Siapa kalian?, sepertinya bukan dari kekaisaran Zhang."ucap Zhang Xin yang masih santai dengan kedatangan mereka, Zhang Xin tidak merasakan kehadiran mereka itu sebagai musuh.
"Kamu benar,nama ku Yan su,kamu pasti sudah bisa menebaknya."
"Hah, orang kekaisaran Yan, untuk apa kamu kesini?."
Zhang Xin langsung melirik kearah Yan su.
"Kesepakatan apa yang kamu inginkan?."
"Bukankah hubungan antara kamu dengan kaisar semakin renggang karena jierui,?."
"Tidak perlu bertele-tele,."
"Hah, baiklah,aku ingin kita bekerja sama untuk menghancurkan kaisar Zhang Fei Hung."ucap Yan su dengan tatapan mata tajam
"Apa kamu tahu setinggi apa kekuatan kaisar Zhang Fei Hung?,sampai berani kamu menantangnya?."
"Itu sebabnya aku mengajak kamu,kita akan menjadi tim."
"Kita berdua tidak akan cukup."
"Bagaimana kalau aku ikut dalam rencana ini,tapi aku tidak hanya ingin melengserkan kaisar sombong itu tapi aku juga ingin membunuh wanita yang sudah membunuh putriku itu, jierui."ucap jendral perang ayah dari selir an yang tiba-tiba saja muncul ditengah-tengah Zhang Xin dengan Yan su.
Wajah Zhang Xin langsung berubah gelap, saat mendengar ucapan dari mulut jendral perang itu,
__ADS_1
"Berani kamu menyentuh jierui, jangan harap masih bisa hidup, jendral."
"Ah,anak muda bodoh, wanita itu sudah mencampakkan kamu,dan kamu masih memperdulikannya?."
"Itu bukan urusanmu, jierui akan menjadi milikku."ucap Zhang Xin yang membuat Yan su merasa geram
"Hey,aku juga menginginkan Rui'er,dia akan menjadi permaisuri pangeran ini, yang dimasa depan akan menjadi seorang kaisar.
Mereka bertiga masih memperebutkan hal yang tidak sudah-sudah, Sampai pengawal pribadi dari pangeran Yan su hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Bagaimana mereka mau melawan kaisar Zhang Fei Hung kalau mereka saja sudah dibuat hancur oleh tujuan masing-masing, ais.fikir pengawal pribadi dari pangeran Yan su
Ditempat lain,kereta kuda yang dinaiki kaisar Zhang Fei Hung dan Rui keluar dari ibu kota kekaisaran Zhang,didalam kereta kuda Rui sedang membuat sebuah rajutan.
"Kamu sedang ingin membuat apa, Rui'er?." Ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya
"Rui sedang membuat sarung tangan untuk ibunda , ayahanda dan nenek,karena mengingat sebentar lagi akan turun salju,." Ucap Rui sambil tersenyum senang
"Untuk aku , tidak ada?, Rui'er?."
"Eh, memangnya yang mulia Kaisar memakai sarung tangan juga saat musim dingin, bukankah yang mulia Kaisar tidak akan keluar istana saat musim dingin?." Ucap Rui dengan wajah polos.
Zhang Fei Hung pun langsung mencubit pipi Rui, sedangkan Rui langsung meringis kesakitan
"Tentu saja suamimu ini mau juga dibuatkan sarung tangan,apa lagi itu buatan kamu Rui'er ."
"Tapi benang rajut Rui sudah mau habis,belum sempat beli lagi yang mulia, nanti saja , menyusul."ucap Rui dengan nada suara lembut
"Hem, baiklah,tapi harus ingat ya,."
"Hem."
(-_-),,, lukisan saja belum selesai sudah ditambah dengan sarung tangan. Fikir Rui.
Sesampainya mereka dirumah kediaman keluarga jingguo dan Mey, Rui langsung disambut oleh sang Ibunda yang sudah menunggu dihalaman depan rumah.
_________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1