SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
perdebatan


__ADS_3

"Apa yang sedang yang mulia Kaisar lakukan didepan rumah hamba,mari masuklah kedalam,kami akan menyediakan minuman hangat untuk yang mulia."


"Terimakasih,."ucap Zhang Fei Hung sambil menerima maksud baik dari jingguo.


Saat sudah berada didalam ruangan tabib jingguo mengajak kaisar Zhang Fei Hung meminum arak dan mengobrol, sedangkan Rui sedang berjalan menuju ruangan tersebut untuk bertemu dengan orang tuanya.


"Salam ayahanda dan ibunda."ucap Rui yang tidak perduli dengan keberadaan kaisar Zhang Fei Hung


"Rui'er,kemarilah nak, ayahanda punya sesuatu untuk kamu."ucap jingguo sambil memberikan sebuah kotak kayu kepada sang putri tercintanya


"Apa ini ayahanda?."


"Bukalah."


Saat Rui membuka kotak itu dia melihat sebuah baju dan beberapa hiasan kepala,


"Bagaimana,kamu suka Rui'er?."


"Apapun yang ayahanda berikan kepada Rui,aku sangat menyukainya ayahanda."


"Besok kita akan pergi kekaisaran yan, ayahanda mendapatkan panggilan untuk menjadi tabib dari salah satu pangeran Yan, dia terluka cukup dalam jadi besok kita akan pergi kesana dan kamu ikut, karena dikekaisaran Yan banyak sekali tempat yang akan kamu sukai."


"Benarkah itu, ayahanda."


Jingguo hanya menganggukkan kepalanya saya , sedangkan kaisar Zhang Fei Hung merasa sangat kesal karena sang pujaan hatinya akan pergi lama.


"Kenapa tidak tabib jingguo dan Mey saja yang pergi,biarkan Rui'er tetap disini?,aku yang akan menjaganya."ucap Zhang Fei Hung yang masih menyembunyikan amarahnya didepan calon ayah mertuanya itu yang ada difikiran Zhang Fei Hung


Mungkin Rui akan muntah darah kalau sampai tahu isi didalam otak sang kaisar.


"Hah,maaf yang mulia Kaisar,kami tidak ingin merepotkan anda,lagi pula Rui sangat suka jalan-jalan berkeliling,aku hanya ingin putriku bahagia."ucap jingguo

__ADS_1


"Ayahanda, nanti Rui akan membuatkan baju untuk ayah ."ucap Rui dengan wajah ceria


"Hem, untuk aku?."ucap Zhang Fei Hung dengan tanpa tahu malu selalu memotong pembicaraan ayah dan anak ini.


"Ais,ayah,kenapa ayah menerima dia masuk kedalam rumah kita,dia itu pria yang sangat menyebalkan."ucap Rui seperti tanpa beban dipundaknya.


"Rui'er, jangan berkata seperti itu,biar bagaimanapun dia adalah seorang kaisar yang sangat dihormati,maaf atas kelancangan putri saya yang mulia Kaisar." Ucap jingguo dengan keringat dingin yang mulai keluar.


"Aku hanya bertanya, apakah aku juga akan dibuatkan baju atau tidak ,mengingat sebentar lagi akan ada acara pertunjukan keterampilan putra dan putri generasi muda untuk kekaisaran Zhang ini,dan sepertinya aku tidak pernah melihat kamu menunjukan bakat yang kamu miliki disetiap perayaan seperti ini, Rui'er?."ucap Zhang Fei Hung dengan sangat lembut


"Aku hanya tidak mau karena aku hanya wanita biasa yang lemah , tidak berdaya dan rapuh, yang mulia Kaisar."


"Hahahaha, bagaimana mungkin gadis tidak berdaya dan lemah seperti kamu bisa menangkis serangan aku dan pangeran Yan itu, Rui'er?."


Rui dan Zhang Fei Hung langsung saling menatap satu sama lain sedangkan sang ayah, jingguo langsung cepat berfikir.


"Hah, jangan bilang kalau pangeran Yan yang kalian sedang bicarakan itu adalah pangeran Yan su?."ucap jingguo yang sedang meminta penjelasan


"Benar sekali ayah mertua,pangeran Yan it sangat ingin mendekati putri tercinta dari ayah mertua ini dan aku sudah membuat pangeran Yan itu cedera pada tenaga dalamnya dan sekarang ingin meminta bantuan kepada ayah mertua untuk menyembuhkannya, aku sangat tidak suka kepada pangeran dari Yan itu,bahkan putrimu ini dengan sengaja merusak perkelahian kami,jadi dia harus bertanggung jawab karena telah membuat aku gagal membunuh pangeran Yan itu." Ucap Zhang Fei Hung dengan masih menatap kearah Rui


"Aku tidak berbohong,malah kamu yang sudah membohongi aku,kamu bilang kalau kamu merasa terganggu dengan perkelahian aku dengan pangeran Yan itu padahal kamu memiliki maksud lain,kamu ingin menyelamatkan pria itu bukan, dengan cara menangkis serangan yang kami keluarkan,itu bukanlah kekuatan biasa Rui'er,kamu tidak selemah yang terlihat dan aku tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan kamu."


"Cukup, kaisar Zhang Fei Hung aku tidak akan mau menjadi istrimu, tidak akan pernah dan bahkan bila di alam mimpi sekalipun."ucap Rui yang sambil melangkah keluar dari ruangan itu ,


Sedangkan Mey yang mendengar semua pembicaraan mereka dari ruangan sebelah, dia hanya bisa diam sambil menenangkan hatinya,dia pun bergegas pergi menuju kediaman sang putri tercintanya.


Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung masih terdiam bersama jingguo didalam ruangan itu, jingguo hanya berfikir kalau sang putri sangat memiliki nyali yang kuat untuk menolak kaisar langsung didepan wajah sang kaisar.


Sedangkan kaisar Zhang Fei Hung masih diam sambil menenangkan perasaannya yang sedang rumit, jingguo mencoba untuk melirik kearah Zhang Fei Hung,dan ingin menanyakan kapan kaisar ini akan pulang, tapi.


"Ayah mertua, bolehkah aku menginap disini semalam?."ucap Zhang Fei Hung dengan nada suara lembut

__ADS_1


"Hem, bagaimana ya, yang mulia Kaisar, aku."


"Kalau kamu mengusir aku pun,aku tidak akan mau pergi dari sini."ucap Zhang Fei Hung yang sepertinya tidak menerima penolakan.


Hah,dengan cara bagaimana mana dia mengatasi kecanggungan ini,kalau dipikir-pikir putrinya sangat beruntung karena yang mulia Kaisar Zhang Fei Hung tidak memerintahkan sang putri untuk dihukum mati,apa kaisar benar-benar menyukai putrinya.


Jingguo masih sangat bingung dan bagaimana dia akan menolak permintaan dari kekaisaran yan, untuk mengobati salah satu dari putranya yaitu pangeran Yan su.


Sedangkan ditempat lain, Rui sedang duduk melamun didepan kolam ikan sendirian,


"Rui'er."ucap Mey sambil mendekati sang putri tercintanya


"Iya, ibunda."ucap Rui dengan wajah murung.


"Kenapa, sayang, cerita sama ibunda."


"Kita pindah saja yuk bunda, yang jauh dari tempat ini yang jauh dari kekaisaran Zhang ini,aku sudah tidak betah tinggal disini, bunda."


"Tidak boleh pindah,ibu mertua kalian tidak boleh pindah dari kekaisaran Zhang ini sampai kapanpun."ucap Zhang Fei Hung yang tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka.


Mey pun menjadi sangat terkejut melihat kedatangan kaisar Zhang Fei Hung yang sangat tidak terasa aura kedatangannya.


Pria ini benar-benar berbahaya. Fikir Mey


"Ais, lihat itu ibunda,apa ibunda mau melihat aku selalu diganggu oleh kaisar tidak tahu malu ini,dia pria yang sangat pemaksa,aku tidak mau bunda,."


"Ibu mertua,aku bisa menjadi menantu yang baik untuk ibu dan ayah mertua,serta bisa menjadi suami yang baik untuk Rui'er dimasa depan."


"Aku tidak mau memiliki suami yang punya istri banyak,ibunda tolong aku,hayu kita pindah dari kekaisaran Zhang ini ibunda,." Ucap Rui sambil menangis tersedu-sedu.


_________________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2