
Xia tidak mau anaknya akan bernasib sama seperti dirinya kelak,Xia sangat ketakutan sampai saat usia kehamilan semakin besar Xia bersembunyi dengan menyamar sebagai gelandangan dan tibalah Xia dikekaisaran Zhang.
Xia fikir kekaisaran Zhang adalah tempat yang aman untuk anaknya yang akan lahir karena jauh dari kekaisaran Han dan Qing , saat tiba kelahiran sang anak,Xia dibantu oleh seorang tabib perempuan.
Xia mendengar ucapan dari mulut tabib yang membantunya melahirkan, tabib itu sedang berbicara dengan seorang wanita muda yang juga seorang tabib hebat.
Saat itu Xia hanya mendengar suara dari sang tabib,tabib itu belum memiliki seorang anak selama tujuh tahun pernikahan sang tabib,lalu Xia pergi kedesa dimana tabib itu tinggal setelah mencari informasi mengenai sang tabib,lalu Xia melihat sang tabib sedang mencuci pakaian.
Saat itulah Xia melepaskan bayinya dialiran air sungai yang berarus kecil,saat sang tabib mencium bayinya dengan penuh kasih sayang, Xia baru pergi dari sana entah kemana.
Kini kaisar Qing Jun masih berdiri tegak diatas tubuh Yulong dan juga kaisar Han Zen yang sedang berdiri bersama pengawal pribadinya, kaisar Han Zen masih belum mengeluarkan hewan kontrak miliknya yang berupa naga hitam legendaris ilahi yang bernama gin.
Rui masih bersembunyi dengan Yuan diatas sebuah pohon besar.
"Yuan, menurut kamu apa yang harus aku lakukan sekarang?."ucap Rui sambil menatap kearah rombongan kaisar Zen.
"Perang ini akan berdampak buruk untuk kekaisaran Qing nyonya,dilihat dari sisi lawannya, kekaisaran Han lebih unggul karena mereka memiliki Hem,,."ucap Yuan bingung
"Apa Yuan?, jangan membuat aku penasaran."ucap Rui sambil menatap kearah Yuan
"Itu nyonya apa tidak merasakan sesuatu yang berbeda saat nyonya membunuh orang,."ucap Yuan
"Maksud kamu?,apa?."ucap Rui bertambah bingung
"Ya, nyonya merasakan sensasi puas saat mengambil nyawa seseorang dan merasa menikmatinya."ucap Yuan yang sedang menjelaskan tentang situasinya
"Hem,kenapa aku sama sekali tidak menyadari hal itu?."ucap Rui sambil menaruh telapak tangannya dibawah dagunya sendiri
"Hah, nyonya ini."
Bahkan aku sudah merasakannya saat nyonya masih kecil,.fikir Yuan
Rui pun langsung tertegun saat melihat kearah kelompok kaisar Zen,mereka semua memanggil awan serta badai petir,membuat langit yang tadinya terang menjadi gelap.
Rui sangat terkejut, melihat perubahan iklim yang berubah sangat cepat ini, Rui langsung menuju atas atap istana kekaisaran Qing,membuat Kaisar Qing Jun merasakan aura dari tubuh Rui.
"Rui'er,.",ucap kaisar Qing Jun dengan tatapan bingung untuk menghadapi semua ini
"Tuan,selir Jierui ingin membantu kekaisaran Qing."ucap Yulong
__ADS_1
"Dari mana kamu tahu?."
"Aku baru saja mendapatkan telepati dengan Yuan,itu yang Yuan katakan."ucap Yulong dengan nada suara tegas
Putra mahkota Qing Wei pun ikut menatap kearah Rui dan juga dengan Bao.
Saat ini Rui yang sedang diatas atap istana kekaisaran Qing,Rui mengeluarkan ilmu arai tingkat tinggi miliknya,lalu telapak tangan Rui mengeluarkan setitik cahaya terang.
Kemudian Rui langsung mengarahkan cahaya terang itu keatas langit yang sudah berubah gelap,lalu saat sudah berada diatas langit cahaya terang itu menyebar dan membentuk sebuah lingkaran besar arai untuk melindungi kekaisaran Qing.
Semua orang yang berada disana pun dibuat takjub, bagaimana tidak,ini adalah pondasi arai terbesar yang pernah mereka lihat ,apa lagi ini adalah arai tingkat tinggi.
"luar biasa,ini adalah arai tingkat tinggi."ucap Yulong
Sedangkan dikelompok kaisar Zen.
"Itukan, wanita yang bersama tuan didalam kolam?."ucap pengawal pribadi kaisar Zen
"Ya,ini menjadi semakin menarik."ucap kaisar Zen dengan menunjukkan taringnya
Saat ini Rui sudah sangat bosan,
"Yuan."ucap Rui sambil tersenyum senang dan meluncur kebawah
Beberapa burung elang pun datang untuk menjadi pijakan untuk Rui berlari menuju arah kelompok kekaisaran Han, burung elang itu bergantian dengan cepat.
Saat Rui sudah sampai digarisan depan,Rui merentangkan kedua tangannya keatas langit lalu saat itu sebuah cahaya terang muncul dari telapak tangan Rui dan menuju kearah langit,tak lama.
Ribuan Jarum emas yang berukuran sebesar tombak pun turun dari atas langit, ribuan jarum emas itu turun tepat diatas kelompok kaisar Zen dan mereka pun langsung bergegas pergi untuk melindungi diri masing-masing.
Karena jarum emas itu bisa menghancurkan apapun yang berada dibawahnya.
Kaisar Zen sangat senang karena dirinya merasa tertantang saat ini, kaisar Zen pun langsung memanggil Gin untuk membantunya,lalu keluarlah seorang pria berbaju serba hitam.
"Tuan ku."ucap Gin sambil memberikan hormat kepada kaisar Zen
"Ayo Gin kita berpesta,kali ini lawan kita bukanlah si tua Bangka itu tapi seorang wanita cantik dan aku menginginkan dirinya."ucap kaisar Zen yang langsung melesat kearah Rui
Rui yang melihat kedatangan kaisar Zen pun hanya diam dan tenang.
__ADS_1
"Jierui, senang bisa bertemu lagi,apa kamu merindukan aku?."ucap kaisar Zen yang berucap tanpa malu sedikitpun
"Yang mulia Kaisar Zen sangat percaya diri,."ucap Rui dengan wajah polosnya
"Tentu saja,aku seorang kaisar yang memiliki kontrak dengan naga hitam legendaris ilahi,dan kamu sangat pantas untuk menjadi pendamping kaisar ini karena memiliki kontrak dengan Phoenix ilahi dan kamu juga sangat cantik."ucap kaisar Zen dengan senyuman manisnya
"Benarkah itu,ah sayang sekali,aku sudah menikah,Hem."ucap Rui dengan wajah murung
"Ceraikan saja suamimu itu."ucap kaisar Zen
"Hem,,."ucap Rui dengan wajah bingungnya
"Kenapa?."
"Kalau aku bercerai itu berarti yang mulia Kaisar Zen akan menikahi seorang janda,apa itu tidak masalah."ucap Rui dengan wajah murung dengan sedikit memajukan Bibirnya
Jierui,kamu membuatku gila . fikir kaisar Zen
Sedangkan kaisar Qing Jun tampak menatap kearah Rui dengan wajah bingungnya,
Kenapa wanita ini sangat mudah untuk digoda sangat berbanding terbalik dengan rumor yang beredar.fikir kaisar Qing Jun
"Aku akan tetap ingin bersama dengan kamu , jierui."ucap kaisar Zen.
Rui pun langsung tertunduk,dengan wajah yang menghadap kebawah, dari tubuh Rui keluar aura hitam yang berputar-putar mengelilingi tubuhnya,lalu mata Rui mengeluarkan cahaya terang berwarna merah.
Gin yang merasakan aura yang sangat dahsyat keluar dari tubuh Rui pun langsung memperingatkan kaisar Zen untuk mundur, tapi kaisar Zen menolak ajakan dari Gin.
Rui pun mengangkat wajahnya untuk menatap kearah kaisar Zen.
"Tapi aku tidak."ucap Rui dengan wajah tegas dan menunjukkan taringnya dengan senyuman menyeringai.
Kaisar Zen sangat terkejut,
"Aura ini, Jierui,siapa kamu sebenarnya." Ucap kaisar Zen
"Heh,kamu tidak perlu tahu."
______________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)