SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
perjalanan menuju kekaisaran Qing


__ADS_3

Hari pun sudah mulai berganti, kaisar Zhang Fei Hung dan Rui sudah bersiap untuk berkemas juga melakukan pemeriksaan terakhir kepada kaisar Zen agar sembuh total.


Zhang Junda sudah berada didalam dekapan kaisar Zhang Fei Hung dengan posisi mengantuk, Zhang Junda bangun terlalu pagi tadi dini hari dan dia dibersihkan oleh sang ibu sebelum matahari terbit.


Lalu memulai sarapan lebih awal setelahnya Zhang Junda mulai mengantuk kembali, Rui pun langsung bergegas membantu Zhang Ziyi dan juga suaminya, kaisar Zhang Fei Hung yang berendam bersama dengan Zhang Ziyi.


Setelah membantu ayah dan anak itu,Rui baru membersihkan diri sendiri dengan tenang,Hem sungguh sangat berat menjadi seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua anak dan satu bayi besar yang tak kalah manja.


Padahal usia Rui masih dibawah tujuh belas tahun,Ais,Rui sedikit meratapi nasibnya tapi saat melihat wajah Zhang Ziyi dan Zhang Junda,Rui melupakan semua keluh kesahnya.


Rui pun berjalan mendekati Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya.


"Apakah da'er tertidur lagi , yang mulia Kaisar?."ucap Rui sambil tersenyum kecil melihat kearah sang anak didalam dekapan kaisar Zhang Fei Hung sambil memegang tangan kecil milik Zhang Junda


"Iya Rui'er, da'er bangun terlalu pagi jadi sehabis makan dan mandi , da'er menjadi merasa lebih nyaman untuk melanjutkan tidurnya."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


"Hem, Ziyi'er sudah siap semua sayangku?." Ucap Rui sambil menatap kearah Zhang Ziyi


"Sudah ibunda, tidak ada benda yang tertinggal."


"Baiklah,kalau begitu ayo kita temui mereka untuk berpamitan."ucap Rui dengan nada suara lembut Yang hanya mendapatkan anggukan kepala dari kaisar Zhang Fei Hung dan Zhang Ziyi sebagai tanda setuju


Rui dan keluarganya melangkah menuju kediaman kaisar Zen,saat memasuki ruangan kaisar Zen nampak sedang membaca sebuah gulungan sendirian.


"Salam kaisar Han Zen."ucap Rui dan pangeran Zhang Ziyi


Kaisar Zhang Fei Hung tampak diam saja dengan wajah datarnya yang masih mengendong Zhang Junda yang sedang tertidur pulas.


Kaisar Han Zen pun langsung mengarahkan pandangannya kearah depan,dan tersenyum melihat kedatangan keluarga kecil itu.

__ADS_1


"Tidak perlu terlalu sungkan kaisar Zhang Fei Hung dengan keluarga,ayo kita mulai pengobatannya."ucap kaisar Zen sambil berdiri dari duduknya untuk berpindah tempat berjalan menuju ketempat tidurnya.


Rui pun langsung bergegas pergi menuju kearah kaisar Zen dan memulai pengobatannya,kini tubuh kaisar Zen sudah menunjukkan perubahan yang baik.


Membuat Rui hanya mengeluarkan sedikit ilmu tenaga dalamnya untuk membantu pemulihan, Kaisar Han Zen pun hanya mengeluarkan seteguk darah hitam terakhir dari mulut nya.


Pengobatan pun selesai, Rui langsung meracik ramuan dan mengeluarkan beberapa pil penyembuh dari dalam cincin ruang miliknya.


Kaisar Zen sangat patuh dan meminum ramuan serta pil penyembuh itu setelah dia menyeka bibirnya,lalu mengeluarkan tenaga dalam keseluruh tubuhnya.


Setelah selesai, kaisar Zen merasakan kalau tubuhnya sekarang terasa jauh lebih ringan dan bertenaga kembali, kaisar Zen sangat senang dengan kemajuan ini.


"Yang mulia Kaisar Han Zen, Rui dan keluarga ingin pamit pulang mungkin akan kekaisaran Qing terlebih dahulu sambil mengajak anak-anak melihat tempat baru." Ucap Rui dengan nada suara lembut


"Baiklah,aku akan mempersiapkan keberangkatan kamu menuju kekaisaran Qing,lagi pula sepertinya ayahanda sudah mengirim pesan kepada kaisar Qing Jun kalau kalian akan singgah disana."ucap kaisar Zen sambil merapikan pakaiannya


"Terimakasih atas kebaikan kaisar Han Zen." Ucap Rui dengan nada suara lembut


Kaisar Han Zen pun langsung berjalan menuju pintu diikuti oleh kaisar Zhang Fei Hung yang berjalan berdampingan dengan dirinya sambil menggendong Zhang Junda, lalu ada Rui dan Zhang Ziyi yang berjalan sambil bergandengan tangan dibelakang kedua kaisar itu.


Setelah selesai makan bersama, kaisar Zhang Fei Hung dan keluarga kini sudah berada disamping sebuah kereta kuda, Kaisar Zhang Fei Hung dengan senang hati membukakan pintu kereta untuk membantu Rui naik lebih dulu bersama Zhang Ziyi.


Terakhir,paman Zu meminta untuk diperbolehkan mencium pipi tembem milik Zhang Junda yang masih tertidur, Zhang Junda pun hanya menggeliat dan tersenyum geli tapi tidak membuka matanya,hanya mulutnya saja yang mengecap-ngecap.


Setelah itu kaisar Zhang Fei Hung pamit undur diri dan menaiki kereta kuda yang sudah ada Rui dan juga Zhang Ziyi didalamnya , saat kereta kuda mulai berjalan Rui dan Zhang Ziyi melambaikan tangannya kearah luar jendela sambil tersenyum.


Kini kereta kuda sudah berjalan melewati perbatasan antara kekaisaran Han dan Qing, ada beberapa orang utusan dari kekaisaran Qing yang menjemput kedatangan Rui dan keluarga.


Rui menatap kearah Zhang Junda yang masih berada didalam dekapan kaisar Zhang Fei Hung.

__ADS_1


"Da'er tertidur sangat lama."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Mungkin saja da'er sedang bermimpi indah, Rui'er."ucap Zhang Fei Hung sambil menyentuh wajah tampan Zhang Junda


"Ibunda,apa adik da'er sangat kelelahan?." Ucap Zhang Ziyi dengan wajah bingungnya


Rui ingin menjawab tapi dia sendiri merasa bingung, bagaimana mungkin seorang bayi yang tidak melakukan apa-apa bisa sangat kelelahan.


"Mungkin karena adik terbangun tadi malam, jadi, da'er merasa kantuk sekarang."


"Hem."


Zhang Ziyi hanya menganggukkan kepalanya saja tanda mengerti,lalu Zhang Ziyi mengatakan pandangannya keluar jendela,saat kereta kuda yang dinaikinya lewat, seluruh rakyat kekaisaran Qing memberikan hormat.


Sekarang dikekaisaran Qing terdengar kabar bahwa putri yang telah lama hilang telah kembali,semua rakyat kekaisaran Qing pun sangat senang apalagi kalau putri yang dimaksud adalah seorang wanita muda yang dulu pernah membantu bertarung melawan kaisar Han Zen dari kekaisaran Han.


Rui sudah tidak terkejut dengan hal ini hanya saja kaisar Zhang Fei Hung belum mengetahuinya,Rui tidak ingin memiliki orang tua selain jingguo dan Mey.


saat setelah sampai di ibukota kekaisaran Qing, Zhang Junda mulai terbangun dan berusaha untuk membuka mata bulatnya, Bayi menggemaskan itu menggeliat,lalu tersenyum menatap wajah tampan sang ayah sambil menggigit ujung jarinya.


kaisar Zhang Fei Hung tersenyum senang sambil mencium pipi tembem milik Zhang Junda.


"sudah kenyang tidurnya,Hem."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan nada suara lembut


Zhang Junda hanya tertawa lepas saat mendengar ucapan dari mulut sang ayahanda, dan wajahnya berubah merah mungkin Zhang Junda merasa malu, entahlah bayi mungil itu sepertinya sangat mengerti bahwa sang ayah yang sedari tadi menunggu dirinya untuk bangun tidur.


________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2