
"Aku tidak."ucap Rui dengan wajah ngambeknya, sedangkan kaisar Zhang Fei Hung hanya tersenyum kecil dan menghilang dari pandangan Rui.
Hari pernikahan pun tiba, diseluruh kekaisaran Zhang berita tentang pernikahan jierui dengan kaisar Zhang Fei Hung pun sudah tersebar,banyak pemuda yang merasa patah hati dibuatnya.
Jierui dibantu oleh yu dan sang ibunda, untuk memakai baju pernikahannya.
"Putriku sudah besar rupanya."ucap Mey sambil tersenyum kecil
"Apa ibunda sedang menggoda aku sekarang?."ucap Rui dengan wajah cemberutnya.
"Hem,ibunda hanya sedang mengenang masa lalu saat ibunda juga seusia kamu dan memakai baju pengantin seperti ini,ayah mu, tidak pernah berpaling saat menatap wajah ibunda dulu."ucap Mey sambil mencubit pipi Rui
"Apa saat itu, ibunda sangat bahagia.",ucap Rui sambil menatap kearah ibunya.
"Tentu saja Rui'er,ibunda sangat mencintai ayahanda mu."ucap Mey dengan menganggukkan kepalanya
"Tetapi aku tidak,ibunda,apa ini keputusan yang tepat?."ucap Rui dengan nada suara lirih.
"Cinta akan datang seiring berjalannya waktu Rui'er."
"Tapi ,kalau aku masih belum bisa mencintai kaisar, bagaimana?,apa aku masih akan tetap bahagia?."
Saat mendengar ucapan dari mulut sang putri tercintanya, hati Mey merasakan sakit, dia sangat tahu kalau pernikahan ini tidak didasari rasa cinta,hanya sekedar rasa tanggung jawab.
"Apa sekarang, Rui'er ingin ibunda lakukan." Ucap Mey dengan suara lirih
"Tidak tahu,."
Tak lama kemudian datanglah kereta kuda dari istana untuk menjemput Rui,saat Rui sedang berjalan menyusuri jalan kearah halaman depan rumahnya, dari jauh dia sudah melihat sang ayah yang berdiri disamping kereta kuda.
"Rui'er ku cantik sekali."
"Ayahanda."
"Iya,Rui'er."
"Terimakasih."
Jingguo hanya diam sambil menahan rasa sedihnya,lalu jingguo membuka pintu kereta kuda itu, untuk memberikan jalan dan membantu sang putri tercintanya.
Setelah Rui masuk kedalam kereta,yu juga sudah siap dengan kudanya, begitu juga dengan Li,mereka berdua ikut keistana untuk membantu Rui disana.
__ADS_1
Kereta kuda pun siap berangkat,ditengah jalan.
"Li."
"Ya,nona muda."
"Nanti saat sudah berada dikediaman untuk aku tinggal,perintahkan kalajengking dewa beserta anak-anaknya untuk melindungi setiap sudut kediamanku,."
"Baik,nona muda."ucap Li sambil bertelepati oleh makhluk kontraknya si kalajengking dewa,dan tentu saja kalajengking dewa itu sangat senang dengan tugas yang diberikan tuannya itu.
Kalajengking dewa langsung bertelepati ke anak-anaknya yang berada didalam hutan mati,tak lama muncul banyak sekali titik terang muncul dari dalam goa, keluarlah ribuan kalajengking dewa menyusuri jalan .
Para rakyat kekaisaran Zhang yang jalanan atau depan rumahnya dilewati oleh anak dari kalajengking dewa pun,banyak yang merasa panik.
Ada yang berteriak dan juga ada yang berusaha untuk tenang.
"Dari mana asal usul ribuan kalajengking dewa ini?."ucap seorang pemuda dijalan
"Mereka bukan sedang ingin menyerang,tapi mereka sedang mendapatkan perintah dari sang tuan, itu yang dikatakan oleh hewan kontrak milikku baru saja."ucap pemuda yang lain.
"Hey lihat , mereka menuju istana kekaisaran Zhang yang sedang merayakan pesta pernikahan antara kaisar dan jierui." Ucap yang lainnya.
"Astaga,siapa gerangan orang yang dapat memerintahkan ribuan kalajengking dewa ini,dia pasti orang yang sangat kuat."
Sedangkan,saat sudah berada ditengah hutan kereta yang dinaiki oleh Rui dihentikan oleh seorang pemuda tampan, dia adalah Zhang Xin.
Zhang Xin sebenarnya sudah menikah dengan putri seorang selir dari keluarga seorang menteri,tapi dia sama sekali tidak perduli dengan istrinya itu.
Li langsung maju untuk menghadang Zhang Xin yang ingin mendekat kearah pintu kereta kuda,
"Jangan mendekat lagi pangeran Zhang Xin."
"Minggir kamu,aku ingin bertemu dengan Rui."ucap Zhang Xin dengan aura membunuhnya.
Sedangkan didalam kereta kuda,Rui hanya diam seribu bahasa karena dia tidak ingin bertemu dengan Zhang Xin
"Sangat tidak patuh,adik."ucap Zhang Fei Hung yang tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka.
Li dan yu langsung memberikan hormat kepada Zhang Fei Hung, sedangkan Zhang Xin hanya mengepalkan tangannya karena marah.
"Brengsek,kamu sudah memaksa Rui'er untuk menikah Dengan kamu."ucap Zhang Xin sambil menyerang kearah sang kakak.
__ADS_1
Mereka pun bertarung dan saling melawan, Zhang Xin sudah tidak perduli dengan perbedaan kekuatan antara dia dan Zhang Fei Hung, yang dia inginkan hanyalah menghajar sang kakak.
"Sudah lah,Xin'er,aku sedang tidak berselera untuk membunuh saudara ku sendiri sekarang,aku hanya ingin fokus dengan pernikahan."ucap Zhang Fei Hung dengan memberikan serangan terakhir yang membuat Zhang Xin terlempar jauh dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Lalu Zhang Fei Hung langsung pergi menuju kereta kuda yang dinaiki oleh Rui.
"Salam yang mulia Kaisar,."ucap yu dan Li berbarengan.
"Lanjutkan perjalanan."ucap Zhang Fei Hung yang sambil menatap kearah Rui yang wajahnya sedang tertutup kain merah.
Li dan yu pun melanjutkan perjalanan menuju istana kekaisaran Zhang.
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung menghilang dari sana dan kembali keistana, diistana sedang heboh karena dari jauh terlihat ribuan kalajengking dewa berukuran kecil datang kearah istana.
Huang pun langsung keluar dari dalam cincin ruang milik Zhang Fei Hung dan terbang dengan merubah wujud naga hijau legendaris,Huang pergi kearah kalajengking dewa itu.
"Mau apa kalian kemari?."
"Kami diperintahkan oleh ayah kami untuk pergi keistana."
"Tanya kepada ayah kalian siapa yang menyuruh,siapa tuannya."
Salah satu Kalajengking dewa pun bertelepati,tak lama.
"Ayah kami mendapatkan perintah dari nona muda Rui,meminta untuk menjadi penjaga kediamannya diistana."
Huang pun langsung bergegas kembali kearah istana kekaisaran Zhang.
"Tuan, mereka datang karena menerima perintah dari nona Rui."
"Tapi bukankah tuan dari kalajengking dewa itu adalah Li?,kenapa mereka malah bisa menuruti perintah Rui'er."
"Hem,saya tidak mengerti tentang hal itu tuan dan setahu saya juga kalau saya memiliki anak,hanya saya yang menuruti perintah dari tuan,kalau anak saya tidak , tapi ini,mereka anak dari kalajengking dewa milik Li tapi mereka sangat senang diperintah oleh orang lain yang tidak memiliki kontrak apapun dengan mereka ."ucap Huang dengan wajah bingungnya.
Kaisar Zhang Fei Hung hanya diam sambil berfikir,apa lagi kemungkinan yang akan dia ketahui lagi dari wanitanya itu.
Akhirnya kereta kuda yang dinaiki Rui pun tiba diibu kota kekaisaran Zhang,banyak teriakan terdengar dari rakyat ibu kota,ada yang senang,menangis,bahkan ada juga yang berteriak-teriak seperti orang gila, mereka yang tidak ingin jierui menikah karena akan hilang kesempatan untuk mereka.
_________________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)