
"Baiklah,tapi kalau yang mulia Kaisar mengingkari janji lagi seperti kemarin,Rui tidak akan diam saja,harus ada hukuman untuk yang mulia Kaisar."ucap Rui sambil tersenyum kecil
Astaga, wanita ini sebenarnya sedang merencanakan apa?.fikir Zhang Fei Hung
Sedangkan didalam cincin ruang milik Zhang Fei Hung, Huang sedang tertawa puas sambil memikirkan apa lagi yang akan dilakukan oleh selir Rui.
Satu Minggu sudah Rui dan kaisar Zhang Fei Hung menginap dikediaman orang tuanya.
Jingguo dan Mey juga sudah selesai mengobati pasiennya didesa sebelah,kini mereka berempat sedang sibuk dihalaman belakang rumah.
Jingguo dan Zhang Fei Hung sedang membakar daging rusa muda permintaan dari Rui, sedangkan Mey membantu membuat bumbu dan Rui sedang memetik daun selada segar untuk melengkapi daging yang sedang dibakar itu.
Zhang Fei Hung sangat senang dengan aktivitas dirumah ini karena dia menjadi belajar banyak hal dan tentu saja mendapatkan kehangatan dari kebersamaan ini semua.
"Ayahanda, apakah daging rusa muda ini adalah makanan kesukaan Rui'er?." Ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman
"Iya, Rui'er sangat menyukainya,bahkan dia selalu makan dengan lahap bagian paha rusa muda ini sampai semua bumbunya berpindah kesetiaan sudut bibir dan pipinya yang tembem itu."ucap jingguo dengan memperagakan cara Rui makan.
Itu membuat Zhang Fei Hung tertawa lepas mendengar ucapan dari mulut sang mertua.
Zhang Fei Hung kemudian melihat kearah Rui yang masih memilih sayuran yang akan dia petik,
"Ayahanda,aku mau ketempat Rui'er dulu ya."
"Ya, pergilah."
Zhang Fei Hung pun langsung bergegas pergi menuju kearah Rui yang sedang berjongkok.
"Rui'er,apa sudah selesai."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya
"Yang mulia Kaisar, tunggu saja digazebo, Rui sebentar lagi selesai."ucap Rui dengan nada suara lembut
"Kaisar ini mau menemani Rui'er disini,apa tidak boleh?."
"Boleh saja yang mulia Kaisar,tapi jangan hanya sekedar bikin ribet Rui,awas saja ya." Ucap Rui sambil memanyunkan bibirnya
__ADS_1
"Baiklah, Rui'er pilih saja sayuran yang mana yang Rui'er inginkan, nanti biar kaisar ini yang mencabutnya,lagi pula kaisar ini tidak terlalu menyukai jenis sayuran ini sayangku."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya
"Benarkah itu yang mulia Kaisar,oh astaga, Rui'er tidak tahu tentang hal ini, sangat tidak tahu, maafkan Rui'er yang sudah bodoh karena tidak tahu apa yang kaisar Zhang Fei Hung suka atau tidak,oh astaga, Rui'er pantas dihukum mati."ucap Rui dengan wajah yang dibuat-buat
Zhang Fei Hung hanya tersenyum mengerti melihat istrinya bertingkah laku seperti ini
"Akting kamu yang sekarang sangat buruk sayangku ,coba kamu saat mengatakan itu dengan sambil bergelayut manja kepadaku, mungkin aku akan percaya."
"Benarkah,tapi itu tidak akan pernah terjadi, huh nyebelin,ada kaisar nyebelin seperti ini."
"Ada,,ya suamimu ini tentu saja."
"Astaga,."ucap Rui dengan pura-pura terkejut.
Rui langsung bangun dan berjalan kearah gazebo untuk membersikan sayuran yang sudah dia petik, meninggalkan kaisar Zhang Fei Hung yang masih menatap kearah Rui dari belakang.
"Bagaimana aku bisa tidak merasa bosan bila selalu berada didekatnya, lihat saja kelakuannya itu,ais."ucap Zhang Fei Hung dengan Huang melalui telepati
"Tuan, bukankah sudah harus kembali keistana hari ini karena besok adalah acara penyambutan seluruh pemimpin dari kekaisaran yang ada didunia ini."
"Iya kamu sangat benar Huang,."
Dari belakang tubuh Rui, kaisar Zhang Fei Hung melingkarkan tangannya dipinggang ramping Rui untuk menjulurkan tangannya kearah pancuran air yang ada didepan Rui.
"Istriku sayang, tolong, tangan suamimu ini banyak sekali tanah."Ucap Zhang Fei Hung dengan suara lembut
Rui yang sudah mulai terbiasa dengan sifat suaminya itu, langsung saja Rui membersihkannya juga, disetiap jari jemari tangannya.
"Sudah selesai, yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan nada suara lembut
"Terimakasih istriku sayang,ayo aku sudah sangat lapar."ucap Zhang Fei Hung dengan memberikan ciuman singkat dipucuk kepala Rui, meskipun Zhang Fei Hung harus lebih menunduk kepalanya karena kepala Rui berada tepat didepan dadanya.
Rui pun pergi bersama Zhang Fei Hung mendekati orang tuanya,
"Ayahanda dan ibunda,ini sayuran segar yang Rui baru saja petik bersama,suami." Ucap Rui dengan menekankan kata "suami" agar kaisar Zhang Fei Hung senang
__ADS_1
Ya,benar saja, kaisar Zhang Fei Hung terlihat sangat senang.
Rui kemudian membantu untuk membungkus daging yang sudah diolesi bumbu dan beberapa sayuran yang sudah dicincang halus oleh mey diatas daun selada,lalu meminta kaisar Zhang Fei Hung untuk membuka lebar-lebar mulutnya.
"Rui'er, bukankah kaisar ini sudah mengatakan kalau kaisar tidak menyukai daun hijau itu sayangku."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung
"Makan dulu ,kalau enak telan kalau tidak enak tinggal dimuntahkan saja yang mulia Kaisar,ah salah, suamiku."ucap Rui dengan nada suara lembut
Kaisar Zhang Fei Hung pun menjadi dilema, disatu sisi dia tidak menyukai sayuran itu tapi disisi lain,ini makanan langsung dari tangan istri tercintanya,
Mau dimuntahkan juga tidak mungkin. Fikir Zhang Fei Hung
Zhang Fei Hung pun langsung melahap makanan itu, awalnya dia harus menutup mata tapi lama kelamaan,dia sangat menikmati makanan itu.
"Enak, Rui'er."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil menganggukkan kepalanya
Rui langsung tersenyum lebar
"Enak ya,iya?,suapan yang lain ambil sendiri."ucap Rui sambil memasukan makanan kedalam mulutnya
"Ais, sayang,aku mau lagi,berikan itu kepadaku, Rui'er ku cantik sekali, ayolah, kaisar ini masih lapar sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah memohon
Kelakuan mereka berdua pun tak luput dari perhatian jingguo dan Mey, mereka saling melirik dan melemparkan senyumannya.
Setelah lama makan.
"Ah,sudah kenyang, istri ku sayang."ucap Zhang Fei Hung tanpa rasa bersalah kepada Rui , sedangkan Rui hanya cemberut.
"Yang mulia Kaisar yang kenyang,aku tidak, dasar curang,."ucap Rui dengan wajah ngambeknya
Saat makan tadi, setiap Rui baru selesai membungkus daging pasti sudah dilahap lebih dulu oleh kaisar Zhang Fei Hung, Rui sampai tertegun sejenak saat makanan yang sudah mau masuk kedalam mulutnya, dengan cepat langsung berpindah kedalam mulut kaisar Zhang Fei Hung.
"Rui'er, baiklah,tadi itu enak sekali sayang, apa lagi ditambah dengan makan sambil disuapi oleh kamu sayang,hah,perut kaisar ini sekarang seperti ingin meledak."ucap Zhang Fei Hung sambil menepuk perutnya sendiri.
________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)