
Zhang Fei Hung langsung berhenti berjalan lalu membalikan badannya kearah Rui sambil memeluk tubuh Rui untuk dia gendong, Kaisar Zhang Fei Hung langsung bergegas pergi menuju pintu kamarnya.
Setelah sampai didalam kamar, pintunya langsung ditutup dan menurunkan Rui dari gendongannya.
"Yang mulia Kaisar,kenapa kita kedalam kamar,Rui masih ada urusan diluar."ucap Rui yang masih bingung dan ingin melangkah pergi keluar kamar
Kaisar Zhang Fei Hung langsung menahan tangan Rui.
"Rui'er, tunggu sebentar lagi."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan wajah memohon
"Hem, baiklah yang mulia Kaisar sebenarnya kita mau a,,p,,a."ucap Rui sambil tertegun sejenak saat menghirup aroma dupa yang dibakar oleh Zhang Fei Hung.
Rui langsung memeluk tubuh sang suami dan menciumnya,
"Hung'er,."
"Rui'er."
Rui dan Zhang Fei Hung saling berciuman satu sama lain, sampai sangat lama, mereka juga saling membuka pakaian yang sedang mereka pakai.
Kaisar Zhang Fei Hung langsung mengangkat tubuh Rui keatas tempat tidur, dalam posisi duduknya,kaki Rui dibuka dan kaisar Zhang Fei Hung mulai memakan tiram putih milik Rui sampai sang pemilik tubuh bergetar hebat.
Setelah itu, Rui pun mulai bangun dari duduknya dan mendekat kearah Zhang Fei Hung,lalu Rui hanya merunduk untuk menghisap dibagian bawah tubuh milik kaisar Zhang Fei Hung.
"Hem Rui'er, nikmat sayang."ucap kaisar Zhang Fei Hung
Rui yang masih sibuk dibawah sana pun tidak membalas ucapan dari Zhang Fei Hung,dirasa sudah cukup, kaisar Zhang Fei Hung menarik tubuh Rui untuk berada diatasnya.
Rui dengan sigap melakukan perannya sebagai penunggang kuda tapi terkadang Zhang Fei Hung lah yang terus menumbuk tubuh bagian bawah Rui sampai sang pemilik berteriak tapi tidak mengizinkan kegiatan menumbuk itu berhenti.
Mereka pun berciuman dengan mesra, sambil membelit satu sama lain, menyebut nama pasangan,sampai mereka berdua tidak diizinkan berhenti,dupa yang diberikan oleh jingguo memang sangat mengerikan efeknya.
Keesokan harinya, Rui sudah terbangun lebih awal,Rui menunjukan wajah marah , kaisar mesum ini pasti melakukan hal yang tidak-tidak kemarin,
__ADS_1
Kaisar Zhang Fei Hung pun juga ikut terbangun dari tidur indahnya, Zhang Fei Hung langsung sigap memeluk tubuh Rui erat-erat dan meminta maaf.
"Maafkan aku Rui'er."ucap Zhang Fei Hung sambil mencium kepala Rui
"Rui tidak perduli,sana jauh-jauh, yang mulia Kaisar tidak bisa dipegang janjinya, Rui tidak suka."ucap Rui sambil mendorong tubuh kaisar Zhang Fei Hung
"Iya,suami salah dan suami minta maaf, Rui'er, sayangku."ucap Zhang Fei Hung yang masih memeluk tubuh Rui
"Maaf,maaf terus,Rui capek mendengar kata maaf dari mulut yang mulia Kaisar, seakan kata maaf itu tidak ada artinya, yang mulia Kaisar jahat sama Rui."ucap Rui sambil mendorong tubuh kaisar Zhang Fei Hung dengan sedikit kekuatannya.
Rui pun pergi meninggalkan kaisar Zhang Fei Hung yang masih merasa bersalah didalam kamar,Rui kini mau pergi kekamar sang ibu,tapi saat Rui sudah berada di lorong rumahnya.
Rui mendengar ucapan dari beberapa pelayan wanita,mereka membicarakan teriakan yang terdengar dari dalam kamar Rui, seketika wajah Rui berubah merah , Rui sangat malu, inilah yang Rui tidak inginkan, tapi suami mesumnya itu tidak menepati janjinya.
Rui melanjutkan kembali langkah kakinya kearah pintu kamar sang ibunda,
Tok,,,
"Ibunda,ini Rui."ucap Rui dengan nada suara lembut
"Ada apa Rui'er,ini masih sangat pagi sayang,ayah kamu juga belum bangun."ucap Mey dengan suara lembut
"Ibunda,Rui mau menumpang mandi dikediaman ibunda dan Rui juga mau berbicara sama ayahanda tentang kaisar Zhang Fei Hung, ayahanda pasti yang memberikan dupa musim semi itu kan ke kaisar Zhang Fei Hung,ih ayahanda nyebelin."ucap Rui sambil menggigit ujung lengan bajunya sendiri dan menghentakkan kakinya karena kesal.
Sekarang Mey pun mulai mengerti,dan langsung memeluk tubuh sang putri tercintanya.
"Sepertinya, ayahanda salah paham Rui'er, dari yang ibunda tahu, kaisar Zhang Fei Hung bilang kalau kamu masih belum mau disentuh oleh suamimu itu,tapi kenyataannya tidak,putri ibunda sudah menjadi istri yang baik untuk kaisar Zhang Fei Hung, sekarang tinggal menjadi seorang ibu."ucap Mey dengan suara lembut
Rui pun tertegun sejenak, tidak hanya sang ayah yang menginginkan seorang cucu tapi ibundanya juga,apa kalau mereka tahu Rui meminum ramuan pencegah kehamilan, Rui pasti akan dimarahi.
Sepertinya Rui akan tidak pernah dan jangan sampai sang ibu mengetahuinya.
"Ibunda, yang mulia kaisar Zhang Fei Hung jahat sama Rui, tadinya yang mulia Kaisar sudah berjanji kalau kita menginap tidak akan melakukannya,tapi yang mulia Kaisar selalu ingkar janji,Rui marah,Rui sebel ibunda,suruh kaisar Zhang Fei Hung pulang keistana,Rui tidak mau bertemu dengannya sekarang."ucap Rui sambil menatap kearah sang ibu meminta pembelaan.
__ADS_1
Mey pun sangat mengerti tentang perasaan sang putri tercintanya itu.
"Baiklah,Rui bersihkan tubuh dulu dikamar tamu, ya sayang, nanti kalau ayahanda sudah bangun,kita bicarakan lagi." Ucap Mey dengan suara lembut dan Rui hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Setelah matahari mulai terbit, jingguo bertanya kepada sang istri tentang dimana keberadaan kaisar Zhang Fei Hung,sang istri menjawabnya hanya dengan bahasa tubuh dengan mengangkat kedua bahunya.
Jingguo pun pergi keluar kamar dan bergegas menuju kearah kamar tamu, didalam , jingguo melihat sang putri tercintanya sedang duduk santai sambil membaca sebuah buku.
"Rui'er."ucap jingguo
Rui yang merasa terpanggil pun langsung menatap kearah wajah sang ayah.
"Ayahanda,ada apa ayah mencari Rui?."
"Kembali kekamar kamu dan layani kaisar Zhang Fei Hung sebagai sebaik-baiknya istri."ucap jingguo dengan nada menyuruh
Mata Rui langsung berair.
"Apa ayah sudah tidak sayang lagi sama Rui, dan lebih memihak kepada kaisar Zhang Fei Hung sekarang,semenjak kaisar Zhang Fei Hung mengenal Rui, sepertinya ayah lebih mencintai kaisar dari pada putri ayahanda ini."ucap Rui dengan wajah murung
Jingguo pun langsung mendekati putrinya itu dan memeluknya
"Rui'er,ayah melakukan ini semua karena ayah sayang dengan kamu, putri ayah sudah dewasa sekarang,sudah memiliki seorang suami yang sangat mencintai Rui'er, ayahanda juga tahu kalau kamu mengkonsumsi ramuan pencegah kehamilan,kan."ucap jingguo dengan nada suara lembut
Rui hanya bisa tertegun sejenak,lalu melepaskan pelukannya dari sang ayah.
"Ayahanda tahu?."ucap Rui dengan wajah datarnya
"Tentu saja,apa yang kamu bisa sembunyikan dari ayahmu ini,hah."ucap jingguo dengan senyuman.
_______________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)