SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
Zhang jingmi


__ADS_3

Sepuluh tahun kemudian, didalam ruangan pribadi milik pangeran Zhang Ziyi.


"Kakak,apa masih sibuk?."ucap Zhang jingmi,putri kandung kaisar Zhang Fei Hung dengan Jierui .


Zhang jingmi selalu menyempatkan diri untuk pergi ketempat sang kakak untuk melihat pangeran Zhang Ziyi.


Kini usia pangeran Zhang Ziyi sudah menginjak enam belas tahun, sedangkan Zhang jingmi berumur sepuluh tahun.


"Mi'er,ada apa?."


"Hem, tidak ada,jingmi hanya ingin melihat kakak saja."ucap jingmi dengan wajah yang merona merah karena malu.


Kakak sangat tampan,fikir Zhang jingmi


"Hey,jingmi,kamu menganggu kakak, kita berdua ini sedang membahas pelajaran,jadi kamu pergi saja sana."ucap Zhang Junda yang sangat terganggu oleh kedatangan Zhang jingmi


"Ais,aku datang juga tidak mau melihat kakak Junda,aku datang hanya untuk melihat kakak Ziyi,huh."


"Sudahlah,jingmi pergilah dulu ,kami masih sedang belajar."ucap Zhang Ziyi dengan nada suara lembut


"Hem, baiklah kakak."ucap Zhang jingmi dengan wajah murung.


Siang harinya, Zhang Ziyi diminta untuk menemui kaisar Zhang Fei Hung dan Jierui yang sedang berada didalam aula tengah.


"Salam ayahanda dan ibunda."


"Putraku, Zhang Ziyi."


"Iya, ayahanda."


"Sekarang usia kamu sudah memasuki enam belas tahun, ayahanda ingin kamu untuk kembali ke kekaisaran Shang untuk pelatihan diri menjadi seorang kaisar disana."


"Tapi,Hem, ibunda."ucap Zhang Ziyi menatap kearah Jierui untuk meminta pembelaan.


"Ziyi'er, bagaimana pun, orang tua kandung kamu adalah kaisar Shang Bowen dan Fengying,jadi kamu harus kembali untuk menggantikan posisi kaisar Shang yang sudah lama kosong,dan nama mu akan berubah menjadi Shang Ziyi."


"Tapi Ziyi tidak ingin menjadi seorang kaisar, ibunda."


"Kembalilah dulu, putraku,apa kamu tidak merasa kasihan kepada seluruh rakyat kekaisaran Shang,mereka butuh seorang pemimpin baik dan adil seperti kamu sayang."


"Hem, baiklah,kalau ibunda sudah berkata seperti itu,Ziyi akan menurutinya."


Setelah pertemuan itu selesai, Zhang Ziyi kembali kedalam kediamannya,saat sudah didalam kamar,


"Jingmi, sedang apa kamu disini?."ucap Zhang Ziyi dengan wajah terkejut


Zhang jingmi langsung memeluk tubuh Zhang Ziyi dengan sangat erat.


"Kakak, jangan tinggalkan aku,aku ingin ikut saja dengan kakak ke kekaisaran Shang."


"Apa kamu menguping pembicaraan aku dengan ayahanda dan ibunda?."


Zhang jingmi hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Tidak boleh melakukan hal itu lagi dimasa depan mengerti."

__ADS_1


Jingmi menganggukkan kepalanya tanda mengerti,


"Kapan kakak akan pergi?."


"Besok pagi."


"Cepat sekali."


"Ibunda yang memintanya."


"Kakak selalu menuruti perintah ibunda,Hem."


"Karena didunia ini,hati wanita yang paling utama untuk kakak jaga adalah hati ibunda, kakak tidak mau membuat ibunda sedih dan merasa khawatir saat kakak tidak menuruti perintah ibunda."


"Hem, baik-baik kakak disana, jangan melupakan aku."


"Tentu saja."


Keesokan harinya, Zhang Ziyi sudah mulai merubah namanya menjadi Shang Ziyi, kaisar baru dari kekaisaran Shang,didebut awal Shang Ziyi menjadi seorang kaisar.


Shang Ziyi melakukan pertemuan dengan kaisar Han Zen untuk melakukan perdamaian antar kedua kekaisaran.


Sedangkan ditempat lain, diistana kekaisaran Zhang, Zhang Junda meminta persetujuan kepada ayahanda dan ibundanya untuk melakukan perjalanan keliling dunia.


Awalnya Kaisar Zhang Fei Hung tidak mengizinkan,tapi dengan beberapa persetujuan, pangeran Zhang Junda boleh pergi asal dia harus terus berkomunikasi dengan keluarganya.


Zhang Junda pun menerima hal itu dengan baik, sedangkan Zhang jingmi selalu terlihat termenung disuatu waktu,hal itupun tidak luput dari perhatian Jierui.


Sekarang,didalam kediaman cinta sejati, diatas tempat tidur, Kaisar Zhang Fei Hung memeluk tubuh Jierui sambil mengobrol.


"Yang mulia Kaisar."


"Aku sudah membuat keputusan."


"Apa itu,Hem."


"Aku ingin menikahkan Ziyi dengan jingmi."


Saat mendengar ucapan dari mulut sang istri tercintanya itu, Kaisar Zhang Fei Hung terlihat sangat terkejut.


"Apa maksudnya Rui'er,mereka itu kakak beradik."


"Iya,aku tahu,tapi mereka tidak sedarah bukan?."


"Rui'er,ini,Hem."kaisar Zhang Fei Hung sedikit merasa emosional sekarang karena Zhang jingmi adalah putri satu-satunya.


"Dulu kamu mengambil aku dari orang tua ku saat aku berumur lima belas tahun, kenapa sekarang kamu merasa tidak rela jika aku ingin menikahkan Ziyi dengan jingmi."


"Rui'er,jingmi masih berusia sepuluh tahun sekarang."


"Iya aku tahu yang mulia Kaisar Zhang Fei Hung,aku juga tidak mengatakan kalau pernikahan itu akan diadakan sekarang bukan?."


"Hem, baiklah sayangku, sekarang lebih baik kamu cium suamimu ini."


Jierui menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung lalu mencium bibirnya dengan lembut, Kaisar Zhang Fei Hung menyambut ciumannya itu dengan penuh gairah.

__ADS_1


Lima tahun telah berlalu, Zhang jingmi sudah menjadi seorang gadis muda yang sangat cantik dan pintar, seperti ibundanya, jingmi belajar banyak tentang ilmu pengobatan dan lain sebagainya.


Saat ini jingmi sedang berada disekolahnya sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian, banyak pemuda dari lingkungan sekolah yang menyukai dirinya,tapi tidak satupun yang membuatnya merasa tertarik.


Saat melakukan pertemuan dengan beberapa menteri diaula pertemuan pun, banyak para menteri yang memberikan kode-kode kepada kaisar Zhang Fei Hung, seperti secara tidak langsung mempromosikan putra mereka untuk menjadi menantu keluarga kerajaan.


Kaisar Zhang Fei Hung pun hanya tidak mau menanggapi mereka, hari itu Shang Ziyi mengirimkan surat kepada Jierui kalau dia akan datang ke kekaisaran Zhang.


Jierui sangat senang dengan hal ini,dia langsung memerintahkan kepada semua orang yang berada didalam istana untuk mempersiapkan penyambutan yang sangat meriah untuk kedatangan putranya itu.


Jierui juga melakukan hubungan telepati kepada Zhang Junda agar dia cepat pulang dan menyambut sang kakak, Zhang Junda pun sangat senang,kini dia sedang berada di kekaisaran Qing,dan sedang menemani sang kakek yang sudah pensiun lalu digantikan oleh sang paman , Qing Wen.


Lima tahun sudah, Jierui tidak bertemu dengan putra kesayangannya itu,


Zhang Junda kembali keistana kekaisaran Zhang lebih dulu dari pada sang kakak, dia langsung memilih pergi kearah kediaman cinta sejati milik sang ibundanya.


Zhang Junda berjalan mengendap-endap mendekati tubuh sang ibu dari arah belakang, sedangkan pelayan yu hanya tersenyum mengerti melihat kelakuannya itu.


"Ibunda."ucap Zhang Junda sambil memeluk tubuh Jierui dari belakang.


"Hem,kamu sudah pulang."ucap Jierui masih sambil asik menyirami tanaman obat miliknya.


"Huh,kalau kakak yang pulang,pasti ibunda sudah berada didepan pintu kediaman ini , sangat tahu kedatangan kakak, padahal kakak masih ada dipintu gerbang istana, sedangkan aku,sudah sedekat ini,ibunda masih tidak dapat merasakan kedatangan ku."ucap Zhang Junda yang sedang ingin menggoda Jierui, ibundanya.


"Kamu ini,makan dulu sana baru istirahat ibunda sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu."


"Akhirnya,sudah lama sekali tidak makan masakan ibunda,aku akan makan dulu baru aku mau menemui nenek buyut dan juga ibunda permaisuri."


"Pergilah sayang."


"Junda mencintai ibunda."


"Ibunda lebih mencintai kamu sayang."


"Benarkah,kalau ada kakak,siapa yang ibunda sayang,Hem."


Jierui langsung memukul lengan Zhang Junda karena sangat suka menggoda dirinya.


"Dasar anak nakal."


"Hahahaha."


Matahari sudah mulai terik,penjaga perbatasan mengabarkan kalau rombongan dari kekaisaran Shang sudah melewati perbatasan,Shang Ziyi terlihat sangat gagah, diumur dua puluh satu tahun,dia sudah berhasil memimpin sebuah kekaisaran.


Jierui meminta Zhang Junda untuk pergi menyambut kedatangan sang kakaknya itu, Zhang Junda pun langsung bergegas pergi dengan senyuman manisnya, Jierui hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Da'er dari dulu sangat aktif."ucap Jierui


"Sama seperti ibundanya,."ucap kaisar Zhang Fei Hung


"Iya,tapi saat sedang marah sangat mirip dengan ayahnya,hadehh."


"Hahahaha,tentu saja karena dia adalah putraku."


____________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2