SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
mengejek yuan


__ADS_3

Zhang Fei Hung langsung mengenggam tangan sang istri dengan erat.


"Sekarang apa Rui'er sudah merasa senang?."


"Tidak juga."ucap Rui santai


Kaisar Zhang Fei Hung langsung menggendong tubuh Rui dan membawanya keluar dari dalam penjara istana.


"Yang mulia Kaisar tolong turunkan aku,malu."ucap Rui sambil menutup wajahnya ketubuh Zhang Fei Hung


"Tenang saja Rui'er, kaisar ini tahu kalau Rui'er pasti sangat lelah karena telah berlarian tadi saat ingin datang ketempat ini."


"Ya,aku berusaha untuk menghindar dari kejaran sekelompok orang yang sudah menjadi gila karena terlalu lama hidup diistana ini,ah aku takut akan menjadi gila juga kalau sampai tinggal terlalu lama disini."ucap Rui sambil memegang kepalanya


"Hahaha, Rui'er mereka itu ingin meminta kamu untuk naik keatas tandu dan mengantarkan lalu membawa kamu kembali kekediaman pribadi kamu sayang."


"Oh,jadi mereka bukannya sudah menjadi gila,aku saja yang baru masuk istana beberapa hari sudah merasa sedikit tidak waras."


"Kalau kamu ingin pergi, kaisar ini akan ikut kemanapun kamu pergi."


"Ais,itu bisa membuat aku bertambah untuk lebih tidak waras lagi."


"Hahaha,kamu ya, Rui'er nanti malam kaisar ini ingin menginap,boleh?."


"Tidak perlu,lebih baik kaisar tidur dikediaman naga saja ya."


"Kenapa tidak boleh Rui'er,aku berjanji untuk tidak melakukan apapun kepada kamu,hanya akan memeluk tubuh kamu saja sayangku."


"Tidak akan,aku,Hem,sudah akan pergi untuk melakukan penyelidikan."


"Kenapa tidak meminta Li untuk pergi Rui'er, kenapa harus kamu yang turun tangan sendiri."


"Itu,,,Hem."Rui sangat bingung,alasan apa lagi supaya bisa terhindar dari kaisar Zhang Fei Hung.

__ADS_1


Setelah sudah sampai didepan gerbang, Zhang Fei Hung langsung menduduki Rui diatas tandu,dan membisikan sesuatu ketelinga Rui hingga Rui memiliki wajah merah seperti tomat sekarang.


Dasar kaisar mesum.fikir Rui yang mengumpat didalam hati


Lalu rombongan pun kembali untuk mengantarkan Rui pulang kekediamannya, Rui masih memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan untuk masalah ini.


Rui meminta Li untuk pergi kekediaman pribadi milik ibu suri agung untuk meminta bantuan, Li hanya menerima instruksi dari Rui tidak terdapat kertas atau semacamnya,Rui meminta Li hanya untuk menyampaikan dari ucapan saja,lalu memberikan satu anak kalajengking dewa kepada ibu suri agung.


Ibu suri agung pun ingin bertanya lebih lanjut tapi cepat diurungkan niatnya itu karena nanti juga akan mendapatkan penjelasan dari Rui.


Rui sekarang sudah bersiap untuk pergi,dia mengganti bajunya dengan hanya menggunakan baju biasa seperti pakaian yang dikenakan oleh Li dengan penutup kepalanya,Rui pergi lewat belakang istana,dia sangat berusaha untuk tidak ketahuan oleh kaisar.


Rui pergi ketempat dimana bunga darah itu tumbuh, setelah sampai disana,Rui memetik setangkai bunga darah lalu menghirup aroma bunga tersebut.


Setelah itu dia pergi ketempat asal pelukis hebat itu dilahirkan,ya seperti yang dikatakan oleh pelukis hebat itu kalau dia tinggal bersama sang kakak disebuah desa kecil dibawah kekuasaan kekaisaran Tang.


Rui tidak menduga kalau kedatangannya kekaisaran tang ini diketahui oleh penjaga pintu perbatasan, yang langsung melapor kepada penguasa kekaisaran tang.


Sedangkan diistana kekaisaran tang pun sedang heboh dengan kabar tentang tabib wanita terhebat dan cantik dari kekaisaran Zhang itu mengunjungi kekaisaran tang.


Yuan pun sudah keluar dari dalam cincin ruang milik Rui,Yuan kini juga sedang berada didalam ruangan yang sama.


"Nona,eh, maksudnya nyonya apakah yang sedang kamu cari?."ucap Yuan yang sedang memegang sebuah benda dari atas meja yang berdebu.


"Tidak ada,aku hanya sedang melihat-lihat saja."ucap Rui dengan tenang


"Nyonya senang sekali membuat kejutan sepertinya."ucap Yuan yang sudah merasakan aura seseorang dari tempat lain, sangat berbeda dengan pengawal bayangan milik kaisar Zhang Fei Hung.


"Kamu pasti bosan bukan berada didalam cincin ruang terlalu lama?."ucap Rui sambil mengamati setiap sudut rumah itu.


"Nyonya memang sangat mengerti,Yuan menjadi sangat tersanjung."ucap Yuan sambil menutup mulutnya dengan menggunakan kipas tangan yang sedang dia genggam.


"Jangan dibunuh sebelum mendapatkan informasi."

__ADS_1


"Okay."


Yuan pun langsung menghilang dari pandangan Rui dan pergi untuk mencari keberadaan pria yang sedang memata-matai Rui semenjak kepergiannya dari istana.


Sedangkan ditempat lain disebuah ruangan dikediaman selir peiyu, sang selir sedang marah besar kepada bawahannya.


"Bodoh,kenapa sampai gagal hah."ucap selir peiyu


"Saat kami sudah berada didalam penjara, pelukis itu sudah tidak ada disana nyonya, penjaga penjara bilang kalau orang itu sudah dipindahkan ketempat lain,dan saat kami bertanya siapa yang sudah melakukannya,mereka bilang kalau ibu suri agung yang sudah membawa pelukis itu."


"Sial,nenek tua itu brengsek itu mengapa dia ikut campur hah,sudah bagus orang itu akan segera dihukum mati,apa yang harus aku katakan kepada ayah nanti."ucap selir peiyu sambil menggigit kuku tangannya karena ketakutan akan kemarahan sang ayah.


Ayah dari selir peiyu adalah salah satu dari menteri yang dimiliki oleh kaisar Zhang Fei Hung,ayah dari selir peiyu sangat dihormati oleh menteri lain karena dia memiliki banyak koneksi,mulai dari dalam sampai luar kekaisaran.


Zhang Fei Hung memanfaatkan peluang itu untuk membantunya menjadi kaisar,butuh dukungan besar dari orang besar,saat sudah mencapai tujuannya,sang menteri menawarkan putrinya sendiri untuk menjadi seorang selir kaisar.


Apa lagi terdengar rumor kalau sang putri, selir peiyu sangat dicintai oleh sang kaisar Zhang Fei Hung,sang menteri pun langsung bertambah sombong , berbeda dengan selir Fengying yang bahkan ayahnya sendiri sangat tidak menyukai sang putrinya itu.


Berita tentang batalnya eksekusi mati untuk sang pelukis pun terdengar keseluruh penjuru kekaisaran Zhang,


Ditempat lain dikediaman keluarga selir peiyu,wajah dari ayah selir peiyu sudah sangat gelap.


"Anak bodoh itu,sial, bagaimana bisa pelukis sialan itu masih bisa lepas dari hukuman mati."ucap sang menteri ayah selir peiyu yang sedang berada didalam kediamannya


Sedangkan ditempat lain Yuan sedang berhadapan dengan mata-mata yang sedari istana telah mengikuti Rui,


"Siapa kamu, beraninya kamu ikut mencampuri urusan orang lain."


"Ah,itu pertanyaan yang tidak tepat, seharusnya kamu menanyakan seperti ini, siapakah gerangan pria muda ,serta hebat dan tampan ini,mengapa kamu ikut mencampuri urusanku,begitu seharusnya." Ucap Yuan yang tidak merasa malu sama sekali, sedangkan pria yang menjadi mata-mata itu ingin sekali muntah darah saat mendengar ucapan dari mulut Yuan.


"Brengsek, kamu itu tidak normal ya?."


________________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2