SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
mengenang masa lalu


__ADS_3

Kaisar Zhang Fei Hung pun juga terlihat sangat penasaran, dengan apa yang ingin dibicarakan oleh Rui.


"Paman Zu, apakah paman berteman baik dengan ibu kandung Rui dulu?."ucap Rui dengan sambil menyusui Zhang Junda


"Bukan hanya berteman baik tapi paman, dan ibu mu ,kita telah dijodohkan, paman sangat senang sekali tapi berbeda dengan ibu mu, dia terlihat tidak bahagia."ucap paman zu dengan wajah murung


Kaisar Zhang Fei Hung dan kaisar Zen pun dapat melihat kepedihan dari raut wajah Zu, kaisar Zhang Fei Hung pun langsung menggenggam tangan Rui dengan sangat erat.


"Kenapa ibu tidak bahagia?."


"Ibu mu jatuh cinta kepada pria lain."ucap paman zu dengan wajah yang semakin murung


Ah,,,,


Rui masih ingin menanyakan sesuatu tapi saat melihat ekspresi wajah paman Zu ,Rui sedikit tidak tega,Ais mungkin ini bukan hanya sekedar cinta segi tiga lagi tapi lebih ke cinta segitiga sama kaki atau yang lebih parahnya adalah mungkin menjadi cinta jajaran genjang siku siku Ais entahlah apa namanya.


Hem, baiklah, sepertinya aku harus mencari tahu sendiri. Fikir Rui


Paman Zu yang melihat wajah berfikir Rui pun langsung membuka mulutnya untuk berbicara lagi,dia sadar kalau sudah membawa terlalu dalam emosi dan perasaannya oleh pertanyaan dari Rui.


"Ehem,Rui , ibumu jatuh cinta kepada pria yang tidak boleh dicintai oleh seluruh rakyat kekaisaran Han,dia mencintai kaisar Shang Bingwen,dia adalah Kaisar kekaisaran Shang terdahulu dan sekarang kekaisaran Shang dipimpin oleh anaknya yaitu kaisar Shang Bowen,mereka tidak boleh menikah bukan karena ibumu tidak layak tapi pria itu berasal dari ras siluman merah, sedangkan ibumu adalah ras siluman putih, sampai langit terbelah pun, bangsa ras siluman merah dan putih tidak bisa hidup bersama." Ucap paman zu dengan wajah tegas.


"Apa paman zu pernah melihat kaisar Shang Bowen itu?."ucap Rui dengan wajah tenangnya


"Hem,pernah saat dia menyerang kekaisaran Han ini,dia tidak jauh berbeda dari suami mu, Kaisar Zhang Fei Hung."ucap paman zu sambil melihat kearah kaisar Zhang Fei Hung


Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung merasa kesal dan ada tiga garis hitam didahinya,apa ini, dia sedang disamakan dengan orang lain yang tidak dia kenal, apa lagi paman zu mengatakan kalau orang itu dengan dia sangat mirip.


"Mungkin memang mirip tapi tentu saja lebih tampan kaisar ini,."ucap Zhang Fei Hung sambil menggertakan giginya menahan amarahnya.

__ADS_1


"Yang mulia Kaisar, tenanglah,tentu saja yang mulia Kaisar lebih tampan dari pria manapun kecuali Ziyi'er dan da'er, yang mulia Kaisar kalah jauh."ucap Rui dengan wajah tenangnya.


Rui sebenarnya ingin memuji sang suami agar kaisar Zhang Fei Hung tidak mempersulit dirinya yang sedang mencari informasi dari paman Zu, tapi Rui juga tidak mengerti dengan ucapannya sendiri, dia memuji kaisar Zhang Fei Hung sampai terbang kelangit ketujuh tapi langsung dijatuhkan kembali ke bumi.


Tapi sepertinya kaisar Zhang Fei Hung tidak memiliki masalah dengan ucapan dari mulut Rui tadi ,malah sekarang mimik wajahnya sangat bahagia, sepertinya kaisar Zhang Fei Hung hanya memperdulikan perkataan Rui yang diawal, sedangkan perkataan akhirnya, dia lebih memilih berpura-pura tidak mendengarkan.


"Terimakasih, Rui'er sungguh bijaksana." Ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


Hah,,,


Rui hanya bisa menghela nafas ringan , sepertinya, untunglah kaisar Zhang Fei Hung tidak merasa tersaingi sekarang, Hem pria ini sangat merepotkan,terlalu sering menumpahkan cuka,hanya perkataan sedikit saja sudah terpancing.


"Paman Zu, apakah saat melihat pangeran Zhang Ziyi seperti melihat orang lain?."


"Tentu saja,dia sangat mirip dengan kaisar Zhang Fei Hung."


"Kaisar Zhang Fei Hung bukan ayah kandung dari pangeran Zhang Ziyi , paman Zu."ucap Rui tenang


Hah,,,


"Lalu siapa ayah kandung dari Zhang Ziyi?." Ucap paman zu dengan ekspresi wajah yang masih tidak percaya


Rui pun langsung mengeluarkan kalajengking dewa kecil dari dalam cincin ruang miliknya,Rui memintanya untuk menceritakan tentang seorang yang dulu pernah berada dikediaman selir Fengying.


Kalajengking dewa kecil itu pun langsung menceritakan semuanya yang sudah dia lihat saat berada didalam kediaman pribadi milik Selir Fengying dulu saat dia melihat adegan tak pantas untuk dilihat olehnya.


Saat kalajengking dewa kecil itu menjabarkan tentang sosok pria misterius waktu itu,raut wajah paman Zu pun langsung terlihat sangat tidak senang.


"Tidak salah lagi,itu adalah kaisar Shang Bowen dari kekaisaran Shang, jadi mungkinkah?."ucap paman zu dengan wajah yang terlihat sangat terkejut

__ADS_1


"Iya, seperti apa yang paman fikirkan,tapi entah apa yang membuat dia melakukan hal itu?."ucap Rui sambil berfikir


Kaisar Zhang Fei Hung langsung teringat sesuatu yang sudah lama sekali , kejadian saat dia sedang berhadapan dengan seorang pria yang memiliki karakter dan ciri-ciri seperti yang diceritakan oleh kalajengking dewa kecil.


"Rui'er,dulu kaisar ini pernah melawan seorang pria yang memiliki ciri-ciri sama seperti apa yang dikatakan, pria itu menginginkan Huang jadi kaisar ini memilih untuk melawannya,apa dia orang yang sama?."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil menatap kearah paman Zu


"Mungkin saja, karena kaisar Shang Bowen memang mengincar naga milik orang lain, dulu saja dia ingin mengambil milik kaisar Zen tapi kami sudah mengetahui niat jahatnya itu jadi kaisar Shang Bowen bisa di atasi langsung."


"Kenapa kaisar Shang Bowen ingin sekali merebut naga milik orang lain?."ucap Rui dengan nada suara yang terdengar sangat penasaran


"Kaisar Shang Bowen ingin memiliki kontrak dengan naga lain dan menyatukan mereka, sekarang saja dari banyaknya orang yang memiliki kontrak dengan naga ilahi, ada kaisar Shang Bowen, kaisar Zen , kaisar Qing Jun dan yang terkuat naga milik kaisar Zhang Fei Hung, bagaimana menurut Rui kalau semua naga itu dimiliki oleh satu orang yang mempunyai sifat serakah seperti kaisar Shang Bowen?."ucap kaisar Zen yang menjelaskan situasi saat ini.


"Dunia ini akan hancur."ucap Rui polos


Paman Zu dan kaisar Zen langsung menganggukkan kepala mereka setelah mendengar jawaban dari Rui.


Tak lama pangeran Zhang Junda pun bergerak dari dalam pelukan Rui lalu menarik jubah hitam milik sang ayahanda nya yang sudah menutupi acara santap makannya.


"Ba,ba,ba."ucap Zhang Junda sambil tersenyum senang saat menarik jubah itu


Zhang Junda langsung bermain cilukba kepada Rui.


"Da'er, sudah kenyang sayang?."ucap Rui sambil membetulkan baju yang dipakainya


"Dah."ucap Zhang Junda yang ingin segera duduk


"Da'er,sini sama ayahanda."ucap Kaisar Zhang Fei Hung yang sedang membujuk sang anak untuk mau digendong olehnya.


__________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2