
Baru setengah selesai,Rui menghentikan aktivitasnya lalu menatap kearah depan, terlihat Li yang baru saja datang dengan membawa sebuah peti yang berisikan tanda bukti pemindahan harta istana keatas nama ayah dari selir peiyu.
Rui sangat terkejut, setelah melihat ini semua,apa yang akan dia katakan kepada yang mulia Kaisar,
"Aku sangat ingin hidup tenang Li,tapi untuk bisa membuktikan satu nyawa tidak bersalah saja,aku akan membuat musuh dimana-mana."ucap Rui dengan wajah bingungnya.
"Nyonya juga tidak bisa membiarkan orang bersalah menjadi korban bukan?."ucap Li untuk menyemangati Rui.
"Ya,tentu saja."ucap Rui sambil menaruh kotak peti kedalam cincin ruang miliknya
"Lalu sekarang,apa yang ingin nyonya lakukan."
"Hem,aku sangat ingin liburan, kira-kira kemana ya Li."
"Kekaisaran mana yang nyonya belum datangi?."
"Hem, kekaisaran Yan sudah,Tang ,ah aku belum pernah pergi kekaisaran Qing."
"Tapi kekaisaran Qing itu sangat lah jauh."
"Iya kamu benar Li,aku ingin sekali mengunjungi ayahanda dan ibunda tercinta,aku merindukan mereka."
Sedangkan ditempat lain, kaisar Zhang Fei Hung masih didalam ruang kerjanya, pekerjaan sebagai seorang kaisar masih sangat banyak, sedangkan hatinya sangat merasa risau, bagaimana tidak.
Pengawal bayangan miliknya tadi sudah memberikan kabar tentang seseorang yang disembunyikan oleh sang istri dan juga , kaisar Zhang Fei Hung sudah bisa mengira kalau seseorang tersebut pasti pelukis hebat itu.
Kini diruang kerjanya, Kaisar Zhang Fei Hung sudah tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan yang dikatakan oleh Kasim go.
"Kasim go,apa masih banyak?."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil menyentuh kepalanya
"Masih, yang mulia Kaisar."ucap Kasim go dengan suara takut.
Tak lama ,ada seorang penjaga pintu masuk,
"Yang mulia,didepan pintu ada selir Fengying datang untuk menemui yang mulia Kaisar,selir Fengying juga membawakan sebuah hadiah untuk yang mulia Kaisar."
"Bilang kepadanya kalau aku tidak mau bertemu."ucap kaisar Zhang Fei Hung dengan nada suara datar.
__ADS_1
"Yang mulia Kaisar,anda sudah sangat lama tidak datang kekediaman selir Fengying, setidaknya kalau yang mulia tidak menyukai selir Fengying, yang mulia harus memperhatikan sedikit pangeran Zhang Ziyi sebagai seorang ayah."ucap Kasim go yang hanya sekedar mengingatkan tuannya.
"Kamu sudah merasa cukup pintar untuk menasihati aku hah?."ucap kaisar Zhang Fei Hung yang langsung membuat Kasim go pingsan dengan aura hitam yang sudah dia keluarkan.
Sedangkan dalam cincin ruang miliknya, Huang pun langsung berbicara lewat telepati.
"Tuan, tolong tekan sedikit aura milik kamu ini,Ais."
"Kamu juga mau menasihati aku, Huang."
"Bukan begitu tuan."Huang hanya kembali diam.
Sedangkan diluar ruangan,selir Fengying juga langsung membuat perisai untuk dirinya sendiri,saat aura milik kaisar Zhang Fei Hung keluar,lalu hewan kontrak miliknya pun langsung berbicara lewat telepati.
"Nyonya, sebaiknya kita kembali saja." Ucap hewan kontrak miliknya yang berupa merak putih dewa
"Ya, sebaiknya memang seperti itu."ucap selir Fengying yang mulai berjalan kearah tandu untuk kembali kekediamannya.
Sedangkan ditempat lain,Rui dapat merasakan aura hitam milik sang suami,Rui bergegas pergi menuju dapur,dan menaruh makanan,camilan dan juga arak buatannya untuk melihat sang kaisar.
Saat Rui sudah sampai ditengah jalan,Rui berpapasan dengan Selir Fengying.
"Sore juga,kakak Fengying."ucap Rui sambil tersenyum
"Seperti yang terlihat,jalan yang dituju oleh adik Rui , pasti ingin bertemu dengan yang mulia Kaisar,bukan begitu?."ucap selir Fengying yang masih bisa tersenyum padahal didalam hatinya,dia sangat membenci Rui
"Kakak Fengying sangat hebat, apakah kakak tadi juga sudah berkunjung kesana?." Ucap Rui sambil melirik kearah kotak yang dibawa oleh selir Fengying.
Selir Fengying pun melihat kearah lirikan mata Rui.
"Ya, tapi sepertinya yang mulia Kaisar sedang sangat sibuk, lebih baik adik Rui putar balik,karena pasti akan bernasib sama seperti kakak."ucap selir Fengying masih dengan senyuman manisnya.
"Ah,itu memang saran yang sangat bagus, kakak terimakasih,tapi aku datang bukan untuk menemui kaisar Zhang Fei Hung saja tapi,aku khawatir kepada setiap bawahannya yang sudah terkena dampak dari aura yang sudah yang mulia Kaisar keluarkan tadi."
"Kamu ternyata sangat pintar bersilat lidah, rupanya."
"Hem,bukan begitu maksud Rui ,tapi sudahlah,Rui tidak ingin melanjutkan kesalah pahaman ini,lebih baik Rui melanjutkan kembali perjalan,salam kakak.", Ucap Rui sambil meminta pelayan untuk melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
"Tunggu,kamu memang adik yang tidak sopan."ucap selir Fengying dengan mengeluarkan merak putih dewa miliknya yang sudah berubah menjadi pria berpakaian serba putih dan berambut putih.
"Apa yang sudah membuat Rui menjadi tidak sopan didepan kakak?."ucap Rui sambil menatap kearah selir Fengying
"Kamu tidak sopan karena tidak mendengarkan nasihat dari seorang kakak yang lebih tua dari dirinya."
"Oh, benarkah?,apa benar bagi seorang kakak, kalau dia marah,dia akan menunjukkan taringnya kewajah sang adik?."ucap Rui yang dibarengi dengan keluarnya Yuan dari cincin ruangnya.
Yuan pun menatap kearah merak putih dewa itu,
"Hem,merak bau,berani sekali kamu muncul didepan nyonya ku,kamu sudah bosan hidup?."ucap Yuan dengan nada sinis
"Yuan memang selalu sombong, pantas saja kamu terkurung begitu lama."ucap merak putih untuk memprovokasi Yuan.
Tapi itu tidak membuat Yuan gerah hati.
"Yuan, tidak perlu perduli dengan ucapannya, bagaimana pun caranya, merak tidak bisa terbang lebih tinggi dan jauh dari Phoenix, bahkan , dalam mimpi pun tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Phoenix sebagai pendamping setia sang naga."ucap Rui dengan menekankan kata setia untuk menyindir perbuatan selir Fengying yang sudah mengkhianati kaisar Zhang Fei Hung, walaupun hanya seorang selir,
Sedangkan Rui akan selalu setia kepada suaminya, walaupun Rui tidak mencintai sang kaisar.
Selir Fengying hanya bisa mengepalkan tangannya karena menahan amarah.
Lihat saja selir Rui,aku pasti akan membalas penghinaan ini.fikir selir Fengying
Rui dan rombongan, melanjutkan perjalanan sesampainya Rui didepan gerbang ruangan kerja kaisar Zhang Fei Hung.
"Salam yang mulia selir Rui,apa ada yang bisa kamu bantu?."ucap penjaga gerbang.
"Apakah yang mulia Kaisar ada didalam, aku ingin bertemu dengannya."
"Baik, yang mulia selir Rui silahkan masuk." Ucap penjaga gerbang,mereka sudah diberikan pesan dari jauh-jauh hari kalau setiap selir Rui yang datang, langsung dipersilahkan masuk, jangan diminta menunggu.
Setelah Rui sudah memasuki ruangan,Rui dari jauh sudah melihat sang suami sedang duduk sambil membaca gulungan,lalu Rui mengetuk pintu.
Tok,
__________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)