SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
bertemu dengan sang pelukis


__ADS_3

Kaisar Zhang Fei Hung pun kembali kekediamannya, sedangkan Rui sedang bersemangat untuk menemui pelukis hebat itu yang sedang dikurung didalam penjara istana.


"Nona sepertinya sangat senang sekali hanya ingin mengunjungi seseorang dari penjara."ucap yu sambil membantu Rui merias rambut.


"Kamu tahu yu, orang ini sangat terkenal dengan kehebatannya dalam melukis,dan hampir setiap lukisannya itu amat terasa nyata,luar biasa bukan."ucap Rui dengan senyuman manisnya


"Iya,iya nyonya ku."ucap yu sambil tersenyum kecil


Setelah selesai bersiap ,Rui dan Li bergegas pergi menuju penjara istana.


"Nyonya,apa tidak naik tandu saja?, perjalanan menuju penjara lumayan jauh,Li takut nyonya akan menjadi sangat lelah."


"Tidak perlu Li,aku lebih suka seperti ini, kalau hanya berjalan aku masih baik-baik saja."


Sedangkan ditempat lain disebuah ruangan kerja kaisar Zhang Fei Hung sudah masuk pengawal bayangan miliknya.


"Yang mulia,saya datang ingin melapor?."


"Katakan."ucap Zhang Fei Hung sambil melihat gulungan kertas.


"Yang mulia selir Rui sudah pergi dari kediamannya bersama Li,tapi yang mulia selir Rui tidak memakai tandu malah memilih berjalan kaki menuju penjara istana, yang mulia."


Zhang Fei Hung pun langsung menghentikan aktivitasnya menatap kearah pengawal bayangan miliknya.


"Bawakan dia tandu,kalau dia menolak bilang kalau itu perintah dari kaisar ini, kalau masih tidak mau?,nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya."ucap Zhang Fei Hung dengan melanjutkan aktivitasnya.


Pengawal bayangan itu pun langsung menelan ludahnya kasar, setiap ucapan dari mulut kaisar ini tidak pernah main-main, diapun langsung bergegas pergi untuk memanggil rekannya dan beberapa Kasim untuk membawa tandu.


Ditengah jalan,Rui yang masih santai melangkah dengan Li pun merasa penasaran, dari jauh mereka melihat sekumpulan orang sedang membawa tandu kosong.


"Hem, nyonya lihatlah mereka itu, seperti tidak punya pekerjaan lain saja,masa tandu kosong diarak seperti itu."ucap Li sambil tersenyum kecil


"Iya,aneh sekali mereka,apa mereka sudah kehilangan akal karena sudah terlalu lama hidup didalam istana ini, hahaha."ucap Rui sambil menertawakan sekelompok orang itu dari jauh.


Sedangkan dari jauh, sekelompok orang itu melihat Rui dan langsung ingin pergi mendekat.


"Li,apa perasaan aku saja atau sekelompok orang yang mengarak tandu itu semakin mendekati kita."ucap Rui dengan perasaan panik

__ADS_1


"Iya nyonya,apa kita kabur saja?."


"Iya,Li kita kabur saja,ayo."


Rui pun langsung berlari bersama dengan Li, dia sangat merasa panik,Rui pikir kalau sekelompok orang itu sedang menjadi gila karena sebuah tandu,astaga.


Rui berfikir bagaimana kalau sampai nasibnya sama dengan mereka karena terlalu lama tinggal diistana ini, Rui masih berlari menghindar dari sekelompok orang yang masih mengejar.


Semakin cepat Rui berlari dan menghindar, mereka pun juga menambah kecepatan.


Tak lama kemudian,Rui dan Li sudah sampai didepan pintu penjara dan mereka langsung masuk.


"Ais,aku hanya ingin berjalan santai tapi apa itu tadi hah,apa mereka semua sudah gila?."


"Li juga tidak tahu nyonya tapi syukurlah kita sudah disini,ini tempat tujuan nyonya bukan?."


"Iya,hayo Li."


Li langsung memimpin jalan untuk Rui, setelah sampai disalah satu sel penjara,Rui melihat orang itu terlihat sangat lemah, tubuhnya mengeluarkan darah tanda kalau dia disiksa terlebih dahulu.


Rui merasa ini sangat tidak manusiawi, bahkan manusia sendiri pun masih bisa menghargai makhluk hidup lainnya seperti hewan kontrak,ini , bukankah kita sama-sama manusia.


Rui langsung menatap kearah wajah orang itu dengan wajah datar tapi sebenarnya dia sangat terkejut, bagaimana bisa,ini semua diluar dugaannya, tidak pernah Rui berfikir kearah sana.


"Apakah kamu pelukis hebat itu."ucap Rui dengan suara lembut


"Iya."ucap orang itu dengan suara serak,


"Kedatangan ku kesini karena aku adalah salah satu dari penggemar lukisan yang kamu buat,aku tidak menduga kalau keadaan kamu sangat buruk seperti ini."


Orang itu hanya bisa menatap pasrah,dia sangat sulit untuk berbicara sekarang,Rui memberikan sebuah ramuan kepada orang itu dan langsung diminum olehnya,tak lama kemudian orang itu sudah memiliki sedikit tenaga.


Rui meminta Li untuk pergi mencari makanan, sepotong kue juga boleh,Li pun langsung pergi dari sana,.


"Beritahu aku semua yang kamu alami , mungkin aku bisa menyelamatkan nyawa kamu."


"Siapa sebenarnya kamu ini nyonya?."

__ADS_1


"Namaku Rui, jierui."


Wajah pelukis hebat itu langsung tertegun sejenak,dia tidak mengira kalau wanita kecil yang sedang berada dihadapannya sekarang ini ternyata adalah seorang tabib yang sangat terkenal dengan kecantikannya.


"Kamu tabib terkenal itu,apa yang kamu lakukan disini?."


"Aku menikah dengan kaisar Zhang Fei Hung,dan sekarang aku hanya ingin mendengar semua keterangan dari kamu, apa kamu masih ingin hidup atau tidak."


"Aku masih ingin hidup nyonya."


Orang itu pun langsung membicarakan semua yang Rui ingin tahu,saat masih sedang mengobrol,Rui merasakan aura familiar dari balik pintu,Rui langsung bersikap tenang dan menyuruh orang yang berada didalam sel itu untuk diam.


Tak lama pintu terbuka dan ternyata itu adalah kaisar Zhang Fei Hung,sang kaisar melangkah mendekati sang istri.


"Apa pertemuan ini masih lama?."ucap Zhang Fei Hung dengan lembut kepada Rui


"Hem,mengapa yang mulia Kaisar datang ketempat buruk seperti ini?."ucap Rui dengan tatapan menyelidik


"Aku mendapatkan informasi kalau Rui'er ku ini sangat betah berada didalam penjara ini bahkan lebih dari satu jam, sedangkan bertemu dengan kaisar ini saja , Rui'er tidak pernah mau berlama-lama."ucap Zhang Fei Hung dengan mencium bibir Rui singkat didepan orang yang berada didalam sel.


Pelukis hebat itu terkenal sangat tampan dan juga cantik secara bersamaan,itu sebabnya kaisar Zhang Fei Hung pergi ingin menemui sang istri langsung datang kesini karena takut bila wanitanya tertarik dengan orang lain.


"Sepertinya ada bau cuka tumpah disini, yang mulia Kaisar aku sudah mau selesai dengan pelukis hebat ini,tapi yang mulia apa tidak memiliki rasa kemanusiaan sedikitpun, bukankah dia sama dengan kita, apa sepotong kue saja dia tidak boleh memakannya,malah hanya diberikan nasi dan sup basi?."ucap Rui dengan wajah murung.


Zhang Fei Hung langsung tertegun sejenak lalu melihat kearah mangkuk yang terdapat nasi basi dan sup basi.


"Penjaga."teriak Zhang Fei Hung


Penjaga pun masuk dan memberikan hormat kepada sang kaisar.


"Berikan tahanan ini makanan yang layak, kalau masih aku melihatnya makan makanan basi,kalian yang akan aku penggal."


"Baik, yang mulia."ucap penjaga


_____________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2