
Setelah kedua anaknya tertidur,Rui menghubungi Kaisar Zhang Fei Hung untuk tidak merasakan kekhawatiran yang berlebihan, melalui telepati cincin ruang milik sang ayahanda jingguo,Rui sebelumnya meminta kepada sang ayah untuk pergi keistana kekaisaran Zhang.
Bertemu dengan Kaisar Zhang Fei Hung, tanpa hambatan, kedatangan jingguo kesana pun langsung mendapatkan sambutan baik oleh penjaga dan Kasim go.
Kasim go pun langsung membawa jingguo keaula pertemuan, dari jauh kaisar Zhang Fei Hung sudah sangat antusias dengan kedatangan ayah mertuanya itu,
"Ayahanda."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil berlari kearah jingguo
Mereka pun langsung berpelukan erat.
"Menantu, jangan khawatir, Rui'er dan anak-anak dalam keadaan baik."ucap jingguo sambil menenangkan perasaan kaisar Zhang Fei Hung
"Apa ayahanda tahu keberadaan Rui'er?."
"Iya, Rui'er diculik oleh kekaisaran Han, Rui'er juga berpesan kepada ayahanda kalau menantu jangan kesana dulu hari ini, tunggu dua hari baru datang menjemput."
"Hah,kenapa mesti menunggu dua hari ayahanda?."
"Ayahanda tidak tahu,hanya itu yang dipesankan oleh Rui'er."
"Tidak,aku harus pergi sekarang menjemput istri dan anakku, ayahanda doakan aku."
"Hah,tapi menantu,."
Ucapan dari mulut jingguo pun tidak didengar oleh kaisar Zhang Fei Hung
Kaisar Zhang Fei Hung langsung berlari dengan cepat,bahkan sangat cepat seperti orang yang sedang mendapatkan hadiah besar.
Jingguo yang merasa ditinggalkan pun langsung terlihat sangat pasrah, bagaimana tidak, putrinya Rui'er mengingatkan Kaisar Zhang Fei Hung untuk menjemputnya dua hari lagi tapi ini,
Rui yang mendapat kabar dari ayahanda tercintanya pun hanya menepuk jidatnya saja,memang sudah sifat suaminya itu yang tidak bisa bersabar.
Ais,pria itu pasti akan sampai disini esok hari.fikir Rui
Kaisar Zhang Fei Hung langsung menuju kediaman naga dan kediaman cinta sejati milik Rui dan juga kekediaman pribadi milik pangeran Zhang Ziyi untuk menyiapkan baju untuk dia bawa dan dimasukkan kedalam cincin ruang miliknya.
Setelah itu kaisar meminta Huang keluar dari dalam cincin ruang miliknya, untuk menjadi kendaraannya menuju kekaisaran Han.
Rui'er tunggu kaisar ini menjemput kamu,dan untuk kekaisaran Han,lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada semua orang yang ikut terlibat. Fikir kaisar Zhang Fei Hung
Sedangkan ditempat lain Rui sedang berada diluar kamar,ada beberapa pelayan wanita yang berjaga didepan pintu kamar.
"Kalian bisa aku percaya?."ucap Rui sambil menatap kearah pelayan.
"Tentu saja nyonya,kami tidak akan mengecewakan."
Rui langsung mengeluarkan beberapa pil untuk para dayang itu telan.
"Telan pil ini,baru aku percaya kepada kalian."ucap Rui sambil menyerahkan pil yang sudah berada digenggaman tangannya.
__ADS_1
Para dayang itu pun langsung mengambil masing-masing satu pil,lalu menelannya.
"Pil itu akan mengeluarkan racun saat kalian berbuat jahat kepada anak-anak ku,jadi jangan macam-macam."
"Kami mengerti nyonya."ucap para dayang serempak
Rui pun langsung melanjutkan langkahnya dan meminta Yuan untuk keluar dari dalam cincin ruang miliknya.
"Nyonya sangat pasrah sekali."
"Aku punya tujuan."
"Yuan tahu itu, nyonya pasti sangat penasaran dengan asal usul ibunda nyonya?."
Rui langsung menatap tajam kearah Yuan.
"Kamu sangat sok tahu,aku tidak perduli dengan hal itu,aku hanya perduli dengan diriku sendiri dan anak-anak,aku hanya sedang penasaran dengan hal lainnya."ucap Rui sambil berjalan bersama yuan
Dari jauh,saat sedang berjalan-jalan dengan Yuan,Rui melihat kalau kaisar Zen sedang mendekat kearahnya.
"Salam yang mulia Kaisar."ucap Rui dan Yuan dengan serempak
"Salam diterima, Rui'er sedang apa berada diluar, Rui'er tidak istirahat?."
"Rui hanya sedang berjalan-jalan saja dengan Yuan dan ingin bertemu dengan Ayahanda dari kaisar Zen."
"Kenapa malah ingin bertemu dengan Ayahanda?."
"Ayahanda sedang istirahat jadi,,,."
"Siapa bilang?."ucap ayahanda kaisar Zen yang memotong ucapan dari mulut sang putranya yang kini datang kearah mereka bertiga.
"Ayahanda, bukankah sedang istirahat tadi."
"Siapa bilang,"ayahanda kaisar Zen langsung memelototi putranya itu,dan kembali menatap kearah Rui "ada apa mencari aku, Rui'er?."
"Ada yang ingin Rui tanyakan."
"Setiap pertanyaan dari kamu tidak ada yang gratis."
"Baiklah,kalau paman,,,."
"Panggil aku zu."
"Baiklah, paman zu boleh bicara sebentar?."
"Iya Rui'er tentu saja."
Zu pun membawa Rui kesebuah taman dengan kolam buatan,mereka berbicara diatas sebuah jembatan kecil.
__ADS_1
"Paman,Rui ingin menanyakan beberapa hal dan Rui akan menyembuhkan kaisar Zen sampai pulih."ucap Rui dengan suara pasti
Saat mendengar ucapan dari mulut Rui , Zu pun langsung tertegun sejenak, wanita ini benar-benar tidak memiliki perasaan.
"Baiklah,apa yang ingin Rui tanyakan."
"Paman sudah melihat pangeran Zhang Ziyi putra tertua Rui bukan?."
"Ya,ada apa dengannya?."
"Apa dia satu ras dengan kita?."
"Rui'er sangat teliti,tapi pangeran bukan dari ras kita,tapi dari ras siluman merah, siluman merah adalah musuh ras kita."
"Oh ,jadi seperti itu, bagaimana caranya menghadapi ras mereka?."
"Kamu adalah wanita yang luar biasa Rui'er dengan ilmu arai dan pengobatan yang hebat ,kamu bisa mengalahkan zen'er, apa lagi jika disatukan dengan kekuatan dari kaisar Zhang Fei Hung,suamimu,itu sudah lebih dari cukup."
"Hem, baiklah , terimakasih atas jawaban dari paman zu."
"Hanya itu?,apa kamu tidak penasaran dengan ibumu, xia'er?."
"Ibuku bernama Mey dan ayahku bernama jingguo, tidak ada yang lain dan aku tidak perduli dengan orang lain,"Rui pun berbalik badan dan dia menatap kearah Zu lagi karena ada yang lupa dia sampaikan"ah ya paman zu,besok mungkin kekaisaran ini akan mengalami kekacauan karena kedatangan dari seorang kaisar dari kekaisaran Zhang, sebaiknya paman mempersiapkan diri."ucap Rui yang langsung pergi meninggalkan Zu sendiri ditaman itu.
Rui kembali kedalam kamarnya dan Yuan kembali kedalam cincin ruang milik Rui
Saat Rui sudah berada didalam kamar, seluruh dayang memberikan hormat kepadanya.
"Selamat datang nyonya."
"Kalian pergi dan istirahat lah, terimakasih sudah menjaga anak-anak ku."
Mereka pun pergi tapi ternyata ada satu dayang yang sudah mati saat sedang memegang sebuah belati ditangannya.
Rui pun langsung meminta Yuan untuk membawa keluar pelayan itu kedepan pintu kamar,lalu Rui beristirahat dengan tenang sambil memeluk kedua putranya itu.
Keesokan harinya Rui terbangun, melihat Zhang Junda sudah bangun tapi tidak menangis, sedangkan Zhang Ziyi sudah selesai mandi juga sudah sangat rapih dengan pakaiannya.
"Hem, Ziyi'er sangat pintar."
"Ibunda sudah bangun."ucap Zhang Ziyi yang langsung mendekati Rui dan memeluknya.
"Putra ibunda sudah sangat wangi,mau jalan-jalan dengan paman Yuan sayang?."
Zhang Ziyi hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju,lalu Yuan pun keluar dari dalam cincin ruang milik Rui,dia pergi bersama dengan pangeran Zhang Ziyi untuk jalan-jalan.
______________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)