SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
berfikiran jelek


__ADS_3

"Mata-matai seluruh tamu kekaisaran dan jangan ada satupun orang yang berani mendekati selir Jierui, jangan sampai gagal."ucap Zhang Fei Hung dengan aura membunuhnya


"Baiklah yang mulia Kaisar."


Kesepuluh orang itu langsung pergi secara bersamaan.


Sedangkan Rui masih diatas tandu miliknya, duduk dengan tenang, yang sedang berjalan menuju kediamannya,saat masih ditengah jalan, kaisar dari kekaisaran Qing menatap kearah Rui dengan sangat intens.


Pangeran kekaisaran Qing pun sangat penasaran dengan tatapan mata dari sang ayah yang sangat terkenal dengan sifat dinginnya itu.


"Ayahanda,ada apa?,jangan bilang kalau ayahanda menyukai selir Jierui?."


Kaisar Qing hanya menatap dingin sang putra,lalu bergegas pergi, sedangkan Rui dapat merasakan tatapan aneh itu.


"Nyonya."ucap Yuan dari telepati


"Aku tahu Yuan,dia kaisar yang sangat kuat."


"Ya, nyonya, kaisar dari kekaisaran Qing itu memiliki aura yang sama dengan kaisar Zhang Fei Hung."


"Hem,kalau kaisar Zhang Fei Hung bertarung dengan dia,menurut kamu siapa yang akan menang?."


"Kaisar Zhang Fei Hung."


"Kamu sangat yakin sekali yuan."


"Karena kaisar Zhang Fei Hung memiliki nyonya dan nyonya juga tidak akan membiarkan suami mesum nyonya itu mati bukan,dan nyonya akan menjadi janda."


"Ah,tebakan kamu memang benar Yuan, dia memang pria menyebalkan tapi dia suamiku,Ais,."


Dari jauh pengawal bayangan milik kaisar Zhang Fei Hung melihat adegan tatapan mata itu lalu dia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kaisar Zhang Fei Hung.


Seketika kaisar Zhang Fei Hung langsung menghilang dari kediamannya.


Sedangkan Rui,dia baru sampai didepan pintu kediaman miliknya,saat tandu pergi dan Rui ingin masuk kedalam gerbang, tangannya seperti ada yang menarik.


"Ah, yang mulia Kaisar,sedang apa berada disini?."ucap Rui dengan suara terkejut


Zhang Fei Hung langsung membawa Rui masuk kedalam kediamannya,yu dan Li tidak bisa berkutik,mereka hanya diam mematung didepan kediaman Rui.


Rui pun memberikan instruksi mata kepada yu dan Li untuk tidak ikut campur.


Setelah sudah didalam kamar, Zhang Fei Hung memeluk tubuh Rui erat-erat.


Setelah dirasa cukup lama Rui mulai mengangkat wajah suaminya itu, terlihat seperti orang yang sedang ketakutan, takut akan kehilangan,Hem, Rui langsung mencium bibir kaisar Zhang Fei Hung dengan lembut.


Dan ciuman itu disambut dengan lembut juga oleh Zhang Fei Hung,Rui ingin melepaskan ciuman itu tapi Zhang Fei Hung masih ingin melahap bibir manis dan kecil milik Rui.


Setelah Zhang Fei Hung berhenti mencium, Rui mulai membuka mulutnya untuk bersuara.


"Yang mulia Kaisar pasti sangat lelah bukan?, tidur saja dikediaman Rui ini."


Rui pun langsung membawa kaisar Zhang Fei Hung untuk tidur diatas tempat tidur miliknya .

__ADS_1


"Rui'er juga tidur disini,kan."


"Ya."


"Rui tidak akan meninggalkan kaisar ini, iya ,kan."


"Kenapa Rui harus meninggalkan yang mulia Kaisar?."


"Entahlah, mungkin karena Rui'er tidak pernah bisa mencintai pria seperti kaisar ini."


Rui langsung naik keatas tempat tidur dan berbaring disebelah kaisar Zhang Fei Hung lalu memeluknya.


"Jangan berbica yang tidak-tidak, istirahat lah dulu yang mulia Kaisar nanti, setelah bangun,Rui akan membuatkan makan siang yang enak untuk yang mulia Kaisar."


Zhang Fei Hung langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu mulai pergi kealam mimpi didalam dekapan Rui.


Hem,dia pasti sedang cemburu.fikir Rui


Setelah dirasa kaisar Zhang Fei Hung sudah tertidur pulas,Rui bangun lalu menyalakan aroma terapi untuk merilekskan pikiran kaisar Zhang Fei Hung yang sedang tidur.


Lalu Rui pergi dengan tanpa suara,diluar sudah ada yu yang tetap menunggu.


"Nyonya,kamu tidak apa-apa?."ucap yu dengan nada suara yang sangat cemas


"Aku baik-baik saja, tenang lah,yu, tolong panggil su dan xio kedapur."ucap Rui sambil tersenyum dan berjalan kearah dapur.


"Baik nyonya."


Setelah sampai didapur,Rui ingin membuat sup ayam kampung hitam,tak lama


"Ya,kalian ceritakan apa saja yang terjadi dikediaman pribadi milik ku ini setelah aku tinggal selama aku pergi."ucap Rui sambil memasak


"Selir peiyu meminta aku untuk memata-matai nyonya,aku hanya menjawab iya,lalu dia pergi."ucap pelayan su


"Kalau aku,selir Fengying meminta kepada ku untuk memberikan ini disetiap makanan yang akan dikonsumsi oleh nyonya." Ucap xio sambil menunjukan sebuah bungkusan kantong kecil


Rui pun mengambilnya dan melihat isinya.


"Hahahaha,,,,."


Rui pun hanya tertawa lepas saat melihat isi dari dalam kantong kecil itu, sedangkan yu sangat dibuat penasaran.


"Apa yang ada didalamnya, nyonya."ucap yu


"Ini,kamu lihat sendiri."ucap Rui sambil membuang bungkusan itu kearah yu.


Seketika yu pun langsung tertawa lepas saat melihat isinya.


"Hal seperti ini mana bisa melukai nyonya, sepertinya selir Fengying sangat menganggap remeh nyonya Rui sebagai seorang tabib hebat."ucap yu sambil tertawa kecil


Sedangkan pelayan su dan xio masih diam dengan tatapan mata kosong.


"Sudah kalian kembali saja, kerjakan pekerjaan yang lain."

__ADS_1


"Baiklah nyonya."ucap mereka serempak dengan langsung pergi dari hadapan Rui.


Rui pun kini sedang sibuk membuat sup ayam hitam,dengan beberapa tumisan.


Setelah selesai,Rui dibantu oleh yu membawa setiap makanan kearah kamar miliknya, setelah itu yu meletakan semua makanan itu diatas meja , sedangkan Rui pergi kedalam kamar.


Saat membuka pintu kamar secara perlahan,Rui sudah bisa melihat kaisar Zhang Fei Hung masih tertidur pulas,Rui pun mendekati sang suami.


Hem, yang mulia Kaisar terlihat sangat lelah.fikir Rui.


Kemudian Rui duduk disamping kaisar Zhang Fei Hung


"Yang mulia Kaisar."ucap Rui dengan nada suara lembut sambil merapikan rambut suaminya itu dari wajah tampannya


Kaisar Zhang Fei perlahan membuka matanya.


"Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan suara seraknya


"Rui sudah selesai masak makanan untuk yang mulia Kaisar makan,ayo, nanti makanannya akan dingin,kalau tidak langsung disantap."


Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung menganggukkan kepalanya dan bangun dari tidurnya


"Makannya ditemani Rui'er,kan."


"Iya, yang mulia Kaisar, bukankah sebentar lagi kita harus sudah berada diarena tanding, untuk pembukaan seleksi kompetisi duel antar kekaisaran itu."


"Iya, Rui'er benar."ucap Zhang Fei Hung sambil menganggukkan kepalanya


"Kita makan dulu baru kita bersiap pergi."


"Iya,Ayo sayangku."


Mereka pun makan berdua, kaisar Zhang Fei Hung terlihat sangat lahap memakan makanan buatan Rui.


"Rui'er."


"Iya, yang mulia Kaisar."


"Hem,,,."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah bingungnya


"Yang mulia Kaisar,Percaya sama Rui?."


"Tentu saja Rui'er, jangan pernah berfikiran jelek kepada suamimu ini."


"Oh ya, bukankah yang mulia Kaisar sendiri yang berfikiran jelek ke Rui."ucap Rui sambil cemberut


Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung tertegun sejenak,


"Rui'er,,,."ucap Zhang Fei Hung dengan wajah murung


"Sudahlah ,ayo kita harus bergegas pergi menghadiri acara pembukaan kompetisi duel antar kekaisaran itu, yang mulia Kaisar."


______________________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2