SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX

SELIR PEMILIK TAKDIR PHOENIX
dupa musim semi


__ADS_3

Kereta kuda berhenti, kaisar Zhang Fei Hung keluar lebih dulu baru disusul oleh Rui , kaisar Zhang Fei Hung membantu sang istri untuk turun dari kereta kuda.


"Ibunda."teriak Rui sambil berjalan mendekati Mey yang sudah merentangkan kedua tangannya untuk memeluk tubuh putri tercintanya itu.


"Rui'er, putri ibunda ,kamu pasti lelah kan , ibunda sudah buatkan makanan untuk Rui'er ku ini."


"Benarkah itu ibunda, terimakasih."ucap Rui dengan senyuman manisnya


Kaisar Zhang Fei Hung memberikan hormat kepada ibu mertuanya.


"Salam Ibunda."


"Ah, yang mulia Kaisar,kalian pasti sudah sangat lelah bukan, istirahat lah dulu didalam kamar Rui, ayahanda sedang dalam perjalanan pulang."


"Iya ibunda,."ucap kaisar Zhang Fei Hung


"Ibunda,Rui mau masuk kekamar dulu ya."


"Iya sayang, nanti ibunda akan kekamar kalian setelah makanan siap."


"Ibunda , tidak perlu repot,bisa menginap saja Rui sudah sangat senang."


"Baiklah sayang,sana masuk,ajak suamimu juga , yang mulia Kaisar sepertinya juga sudah sangat lelah."ucap Mey sangat penuh perhatian,


Rui pun hanya menuruti perintah sang ibunda,Rui dan kaisar Zhang Fei Hung pergi menuju kamar milik Rui yang lama.


Sesampainya mereka disana, Rui mulai menggeser pintu kamar,saat didalam kamar tampak tidak ada yang berubah sedikitpun, Rui langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur lamanya.


"Huh, rindunya tidur dikamar ini."ucap Rui sambil memeluk bantal dan boneka kain miliknya.


Kaisar Zhang Fei Hung pun ingin ikut merebahkan dirinya disamping Rui,itu membuat Rui tidak tenang sampai tangan kekar kaisar Zhang Fei Hung memeluknya dalam posisi tiduran.


"Yang mulia Kaisar."


"Ya, Rui'er."


"Kenapa ikut rebahan disini."


"Kenapa, bukankah kita sudah suami istri."


Rui sangat terkejut mendengar ucapan dari mulut Zhang Fei Hung


"Ah,ya tiba-tiba aku melupakannya,Hem."


Kaisar Zhang Fei Hung sudah sangat ingin memakan wanitanya ini.


"Baru beberapa saat kembali kerumah, kamu sudah melupakan kalau kamu sudah memiliki seorang suami."


"Ah,bukan begitu, yang mulia,ah maksud Rui suami."ucap Rui saat melihat tatapan lapar sang suami,Rui tidak mau menjadi makanan pembuka bagi kaisar Zhang Fei Hung.

__ADS_1


"Istriku nakal sekali,harus diberi hukuman."


Rui langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak,suami harus memaafkan istri kali ini." Ucap Rui dengan tatapan mata memohon


"Apa hadiah yang akan suami ini dapatkan dari Rui'er?."


"Hem, tidak tahu."ucap Rui dengan wajah malunya


"Cium suamimu ini."


Rui pun mencium bibir kaisar Zhang Fei Hung dengan lembut, sedangkan kaisar Zhang Fei Hung dengan lembut menerima ciuman itu,


"Sudah."


"Baiklah, Rui'er termaafkan."ucap Zhang Fei Hung sambil mengecup kening sang istri.


Mereka berdua pun beristirahat, setelah hari sudah hampir sore,Mey pergi kearah kamar sang putri,saat sudah sampai didepan pintu kamar,Mey mulai mengetuknya.


Tok,,


"Rui'er,bangun sayang,makanan sudah siap, ayahanda juga sudah pulang."


"Iya,ibunda,Rui akan kesana segera."ucap Rui yang ternyata sudah bangun ,Rui sedang duduk diatas tempat tidur bersama kaisar Zhang Fei Hung sambil membaca buku.


"Ayo, Rui'er."


"Rui'er sangat pintar,semoga kaisar ini bisa memiliki seorang anak yang pintar seperti ibunya, jierui."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya


"Anak itu sebuah anugerah, yang mulia Kaisar, tidak disaat diminta dia ada begitu juga sebaliknya tidak disaat anak itu tidak diinginkan tapi malah cepat memilikinya,."


"Aku mengerti sayang."


Mereka berdua pun bergegas pergi menuju ruangan tengah untuk makan.


Sesampainya mereka disana, jingguo dan Mey berdiri lalu memberikan hormat kepada kaisar Zhang Fei Hung dan Rui, bagaimana pun putrinya itu sekarang sudah menikah dengan seorang kaisar.


"Ayahanda dan ibunda tidak perlu sungkan, aku ingin semua seperti biasanya ayahanda dan ibunda lakukan kepada Rui'er lakukan juga kepadaku,aku akan merasa sangat senang."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman.


"Baiklah, Hung'er dan Rui'er,ayo kita makan."ucap jingguo


Mereka pun makan bersama.


"Rui'er."


"Ya, ayahanda."


"Dimana Li dan juga yu?."

__ADS_1


"Li masih diistana sedangkan yu sedang berada dikampung halamannya, nanti saat acara turnamen antar kekaisaran yu baru akan kembali."ucap Rui sambil melayani makanan suaminya.


"Ah, baiklah, Hung'er nanti ada yang mau ayah tanyakan kepada kamu,kita bicarakan ditempat lain."


"Iya, ayahanda."


Setelah selesai makan, Rui sedang mondar-mandir digazebo yang ada dikebun belakang,dia sangat tidak tenang karena ayahnya sedang berada didalam ruang kerja bersama Zhang Fei Hung.


Rui hanya takut,kaisar Zhang Fei Hung berkata yang tidak-tidak tentang hubungan suami-istri ini.


"Kenapa ayahanda lama sekali,apa yang mereka bicarakan,Ais."ucap Rui dengan perasaan rumit


Sedangkan didalam ruangan itu jingguo sedang membicarakan tentang hal yang difikirkan oleh Rui.


"Hung'er,apa putri ayah melakukan semua tugasnya sebagai seorang istri?."


Fikiran jahat kaisar Zhang Fei Hung langsung muncul untuk menggoda sang istri.


"Kaisar ini,ah maksudnya Hung sangat mencintai putri ayahanda dan tidak mau memaksa Rui'er untuk melakukan itu semua."ucap Zhang Fei Hung dengan tertawa didalam hatinya


"Ah, maafkan Rui'er, ayahanda menjadi merasa bersalah karena tidak mengajarkan Rui'er dengan baik,memang usianya masih sangat muda tapi setidaknya dia bisa membedakan sebelum dan sesudah menikah."ucap jingguo dengan Nafas panjang


"Tidak perlu seperti ini Ayahanda,Hung sangat mengerti tentang perasaan Rui'er, jadi Hung sangat tidak merasa keberatan."


"Baiklah, sebagai ucapan permintaan maaf ayah atas sikap Rui'er,ini ambilah dan bakar saat sudah didalam kamar."ucap jingguo sambil memberikan sebuah dupa kepada kaisar Zhang Fei Hung


"Ini apa ayahanda?."ucap Zhang Fei Hung sambil mengambil dupa itu .


"Ini dupa musim semi,saat membakarnya jangan sampai ketahuan Rui'er."


"Terimakasih ayahanda atas pengertiannya."


Jingguo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan kaisar Zhang Fei Hung langsung bergegas pergi menuju kearah kamar sang istri,tanpa menunggu lama Zhang Fei Hung menyalakan dupa tersebut.


Lalu kaisar Zhang Fei Hung pergi menemui sang istri dihalaman belakang, dari jauh dia sudah bisa melihat Rui yang sedang duduk termenung.


"Rui'er."


"Hah, yang mulia Kaisar,apa sudah selesai berbicara dengan ayahanda,apa yang ayahanda katakan?."ucap Rui dengan nada suara lembut


"Ayahanda tidak bicara macam-macam, kita hanya berbicara tentang sesama pria saja sayangku."


"Hah,aku kira ayahanda membicarakan tentang hal itu,Rui merasa sangat malu jika kalian membicarakan tentang hal itu."ucap Rui dengan wajah yang sudah berubah merah


"Ayo ikut,ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan menarik tangan istrinya


"Hah,eh yang mulia Kaisar , tunggu ini mau kemana?."


________________

__ADS_1


bersambung


(^∆^)


__ADS_2