
Ditempat lain ,Rui masih melihat kearah Li sedangkan kaisar Zhang Fei Hung sedang melihat kearah lain, yaitu kearah kaisar dari kekaisaran Qing yang ternyata sedang menatap kearah Rui.
Zhang Fei Hung pun langsung merasa cemburu,
"Kenapa kaisar dari kekaisaran Qing itu menatap kearah Rui."ucap Zhang Fei Hung dengan melakukan telepati dengan Huang
"Entahlah tuan,tapi melihat dari tatapannya, dia seperti sangat merindukan seseorang,."
"Rui'er tidak pernah pergi kekaisaran Qing."
"Kenapa tidak tuan tanyakan saja kepada kaisar itu."
"Apa hewan kontrak miliknya, Huang."
"Musuh aku,naga putih legendaris."
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung diam, lalu kaisar Zhang Fei Hung pun langsung melihat kearah Rui yang masih tetap menatap kearah Li.
"Rui'er."
Rui Pun langsung menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung.
"Iya yang mulia Kaisar."
Kaisar Zhang Fei Hung pun langsung mencium bibir Rui dengan sangat lembut, Rui pun merasa terkejut dengan ciuman yang tiba-tiba ini.
Dari jauh kaisar kekaisaran Qing pun langsung mengalihkan pandangannya kearah lain,dan itu sudah diduga oleh kaisar Zhang Fei Hung.
Apa kaisar tua Bangka itu menyukai istriku. Fikir Zhang Fei Hung
Rui masih memandang kearah suaminya itu dengan tatapan wajah bingungnya.
"Yang mulia Kaisar kenapa?."
"Tidak ada apa-apa Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya
"Hem,."Rui pun kembali menatap kearah Li
"Seperti ucapan kamu sayang, sepertinya Li akan menang,tapi kalajengking dewa itu, apa yang sudah dia lakukan kepada beruang putih ilahi itu sayangku?."
"Beruang itu hanya terkena racun pelumpuh tingkat tinggi."ucap Rui dengan santai
"Hah."ucap Zhang Fei Hung dengan sangat terkejut.
Bagaimana Rui'er menyebut racun pelumpuh tingkat tinggi itu dengan sebutan hanya,.fikir Zhang Fei Hung
__ADS_1
Kini dengan rasa kesal, pangeran Wei menyerah,karena dia sudah tidak sanggup melihat hewan kontraknya menderita.
Li pun keluar menjadi pemenangnya, lalu panitia pelaksana membantu Bao dan pangeran Wei pergi ketempat istirahat.
Sedangkan ditempat lain,dikerumunan para tetua guru sedang membicarakan jenis racun yang dimiliki oleh kalajengking dewa yang setahu mereka,racun milik kalajengking dewa tidak akan mempan melawan hewan kontrak ilahi.
Rui pun tersenyum kecil melihat Li.
"Rui'er sangat senang sepertinya."
"Karena yang mulia Kaisar akan memberikan hadiah untuk pengawal pribadi Rui itu."
"Iya Rui'er,tentu saja."
Ditempat lain,Li mendatangi pangeran Qing Wei ditempat istirahatnya.
"Untuk apa kamu datang kesini."ucap pangeran Wei dengan nada sinis
"Kamu ingin penawar racun itu atau tidak, bukankah Bao akan lumpuh secara permanen kalau tidak diatasi dengan cepat."
"Kamu,,,."ucap Bao dengan tatapan marah.
Dengan cepat pangeran Wei pun langsung menghentikan ucapannya.
"Iya,aku ingin penawar racun itu."
"Heh, pasti ini tidak gratis bukan,rencana kalian memang sangat luar biasa,apa yang kalian mau dari kekaisaran Qing."
"Tanyakan langsung kepada yang mulia selir Jierui, untuk hal itu."
Pangeran Wei pun sangat geram tapi dia hanya bisa mengepalkan tangannya.
Li pun segera pergi dari sana, untuk pertandingan duel selanjutnya,Li akan melawan putra mahkota kekaisaran Tang.
Ditempat lain, Rui dan kaisar Zhang Fei Hung masih menonton pertandingan duel tersebut,
Setelah beberapa pertandingan lainnya, tibalah pertandingan duel antara Li dengan putra mahkota kekaisaran Tang, yang bernama Tang Shuwan .
Putra mahkota Shuwan pun sangat berhati-hati sekarang, saat dia melihat kejadian pertandingan duel antara Li dan pangeran Wei,putra mahkota Shuwan tahu kalau lawannya ini bukanlah pengawal pribadi biasa.
"Hay,nama ku Shuwan,mungkin kita bisa berteman."
"Aku tidak butuh banyak teman,."
"Pengawal pribadi yang mulia selir Jierui memang harus spesial, seperti nona mu itu."
__ADS_1
Li pun langsung menyerang putra mahkota Shuwan,tapi setiap serangan itu seperti tidak ada apa-apanya.
"Putra mahkota Shuwan itu yang dulu pergi kerumah pelukis itu bukan, Rui'er."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manis
"Iya, yang mulia Kaisar,Yuan juga sudah mengkonfirmasinya dari dalam cincin ruang milik Rui tadi."ucap Rui dengan nada suara lembut
"Kaisar ini sangat penasaran dengan maksud dia itu, Rui'er,dengan mendatangi tempat dimana kamu berada sayang, pernahkah kamu penasaran dengan tujuan dia itu juga?."ucap Zhang Fei Hung dengan senyuman manisnya
"Rui tidak perlu bertanya juga Rui sudah tahu maksudnya itu, yang mulia Kaisar."
"Apa itu sayang ku?."
"Ayahnya putra mahkota kekaisaran Tang, sudah meminta Rui untuk menjadi istri putra mahkota Shuwan dari usia Rui umur sepuluh tahun, sampai-sampai kekaisaran Tang mengundang ayahanda dan ibunda untuk berkunjung kesana dengan niat ingin menjodohkan Rui dengan putra mahkota kekaisaran Tang, Shuwan,."
"Apa Rui'er menyukai pria itu?."ucap Zhang Fei Hung dengan perasaan rumit
"Tidak yang mulia,Rui tidak pernah mau terikat oleh apapun yang Rui fikir akan membatasi segala aktifitas Rui."
"Itu sebabnya kamu tidak mau menikah dengan seorang kaisar seperti aku ini?."
"Ya."ucap Rui sambil menatap kearah kaisar Zhang Fei Hung
Hati kaisar Zhang Fei Hung pun seketika langsung terasa sangat sakit, itu berarti, istri kecilnya ini tidak akan pernah bisa mencintai dirinya sampai kapanpun juga.
Rui pun kembali melihat pertandingan duel tersebut.
Saat ini Li sudah dibuat terpojok oleh putra mahkota kekaisaran Tang itu.
"Lihat dia, Rui'er,lima tahun yang lalu gadis itu menolak aku,dia bilang kalau dia tidak tertarik menikah dengan seorang pria dari keluarga kerajaan,dia menolak untuk menjadi permaisuri ku,tapi sekarang,dia malah duduk disana bersama seorang kaisar dari kekaisaran Zhang dan bahkan sekarang dia hanya menjadi selir rendahan." Ucap putra mahkota Shuwan dengan nada suara lirih,sambil menatap kearah Rui dan kaisar Zhang Fei Hung
"Itu bukan urusanku."
Setelah mendengar ucapan dari mulut Li, putra mahkota Shuwan langsung marah, dia mengeluarkan hewan kontrak miliknya yang berupa singa putih dewa ilahi, singa itu langsung berubah menjadi pria berbaju kuning dan putih,dengan warna rambut yang senada.
Singa itu bernama chao, dia langsung menyerang Li dengan sangat cepat dan juga menyerang kalajengking dewa, sekarang Li dan kalajengking dewa sama-sama sekarat.
Saat pangeran Shuwan ingin menyerang Li dengan sangat tidak terduga, sedangkan Li sudah mengaku kalah, Rui langsung membangun arai pelindung tingkat tinggi dari jarak jauh, disekitar Li dan kalajengking dewa.
Rui masih duduk disamping kaisar Zhang Fei Hung,
"Rui,kenapa kamu ikut campur dalam pertandingan duel ini."ucap pangeran Shuwan dengan wajah marah
_________________
bersambung
__ADS_1
(^∆^)