
Rui sedang membaringkan tubuhnya sekarang, diam-diam Rui meminta kepada kalajengking dewa kecil untuk menyebarkan rumor kalau selir Jierui sakit keras karena terkena racun mematikan,sambil meminta mereka untuk mengawasi kediaman selir Fengying.
Yang mulia Kaisar sangat merepotkan, padahal Rui hanya sedang bermain.fikir Rui yang sudah lama merasa bosan dengan hidupnya didalam istana kekaisaran Zhang
Musuh aktifnya sudah mati, sedangkan selir Fengying tidak ada pergerakan,hah Rui sudah hampir merasa gila dengan keadaan ini apalagi sekarang ini dia sedang hamil, Rui butuh hiburan.
Beberapa hari yang lalu dihalaman belakang kediamannya,Rui duduk bersandar digazebo.
"Hah,,,,Hem,,,,hah,,."ucap Rui sambil meratapi kebosanannya
"Nyonya,kenapa anda terlihat sangat murung?,yu bawakan es bunga teratai dan buah jeruk yang segar baru dipetik dari kebun."ucap yu sambil mengupas buah jeruk
"Rui hanya bosan."
"Bukankah ada pangeran Zhang Ziyi yang selalu datang kesini,atau nyonya kesepian karena kaisar Zhang Fei Hung sudah tiga hari tidak mengunjungi kediaman cinta sejati?."ucap yu sambil memasukan jeruk kedalam mulut Rui.
"Hem, kaisar Zhang Fei Hung tidak datang kesini lagi pun Rui tidak perduli,tapi hah sudahlah,yu apa kita kabur saja dari istana ini?."
"Nyonya sedang mengandung,tunggu saat nyonya selesai melahirkan saja."
"Hah,ini karena kaisar Zhang Fei Hung itu yang sangat menginginkan keturunan dan demi permainan ku dulu ah,mungkin sekarang aku tidak terjebak disini dalam keadaan hamil."
"Nyonya jangan seperti itu, bukankah tuan jingguo juga menginginkan seorang cucu dari nyonya."
"Hah,ya kamu benar yu,bagi aku jeruk itu lagi,aaaa."ucap Rui sambil membuka mulutnya
Saat itu ternyata kaisar Zhang Fei Hung sudah berada dibelakang Rui sambil mengepalkan tangannya,dan tiba-tiba Rui pun merasakan hawa dingin yang teramat dingin dari arah belakang.
"Jadi Rui'er tidak menginginkan kunjungan dari kaisar ini."
Jedarr,,suara petir menyambar dari arah belakang tubuh Rui
Astaga,,,,
Kaisar Zhang Fei Hung tidak terlalu memperdulikan perkataan Rui yang lain, yang kaisar Zhang Fei Hung perdulikan hanya ucapan Rui yang mengatakan "kaisar Zhang Fei Hung tidak datang kesini lagi pun Rui tidak perduli"
Kaisar Zhang Fei Hung langsung membawa Rui kedalam kamar untuk menghukum istri kecilnya itu.
"Yang mulia Kaisar,pelan."
__ADS_1
"Tenang saja Rui'er."
Rui tidak akan menyangka kalau kaisar Zhang Fei Hung sangat menindas nya hari ini, kaisar Zhang Fei Hung hanya memberikan jeda waktu sepuluh menit kemudian mereka melakukannya lagi, lagi dan lagi,sampai pinggang Rui seakan mau patah.
"Yang mulia Kaisar,Rui ini sedang hamil apa yang mulia Kaisar sudah hilang ingatan,hah, yang mulia Kaisar sudah menyakiti tubuh Rui."ucap Rui sambil berpura-pura menangis
"Maafkan kaisar ini Rui'er, habisnya Rui'er nakal sekali hari ini,membuat kaisar ini bersemangat untuk menghukum tubuh kecil Rui'er, maaf sayang."ucap kaisar Zhang Fei Hung sambil mencium punggung tangan Rui
"Rui lelah, yang mulia Kaisar,tadinya bosan mau berkeliling pasar membeli camilan, tapi,,,."ucap Rui sambil berpura-pura menangis
"Iya,kita istirahat dulu hari ini,besok kaisar ini akan memanjakan Rui'er untuk pergi membeli camilan, yang Rui suka."
Rui hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju,
Berhasil.fikir Rui
Kini didalam kamar tidur miliknya,Rui masih berpura-pura sudah tidur sangat pulas supaya kaisar Zhang Fei Hung tidak akan mengintrogasi dirinya dan menanyakan asal usul dari kejadian hari ini.
Tak lama kaisar Zhang Fei Hung berdiri dari duduknya dan melangkah kearah tempat tidur, lalu membuka baju luarannya dan ikut berbaring diatas tempat tidur.
Kaisar Zhang Fei Hung tidur dengan menyamping dan memegang perut Rui yang sudah membesar itu.
Kini kaisar Zhang Fei Hung meraba wajah cantik Rui.
"Rui'er,kapan kamu mau jujur Hem?."
Rui pun langsung membuka matanya, sandiwaranya kali ini tidak akan berjalan dengan lancar,Rui langsung terbangun dan duduk sambil bersandar ditubuh kaisar Zhang Fei Hung.
"Yang mulia Kaisar percaya sama Rui."
"Astaga, Rui'er,mau sampai berapa kali kaisar ini katakan kalau kaisar sangat mempercayai kamu sayang,."ucap Zhang Fei Hung dengan menambah erat pelukannya sambil mencium pipi Rui
"Hem, yang mulia Kaisar,kalau begitu Rui akan mengatakannya."ucap Rui dengan wajah imutnya
Kaisar Zhang Fei Hung harus lebih menekan amarahnya lagi saat ini.
Ais,,,
"Baiklah Rui'er, katakan,apa yang sebenarnya terjadi."
__ADS_1
"Pangeran Zhang Ziyi,,."
"Ada apa,apa bocah itu yang sudah membuat Rui'er menjadi seperti ini ." Ucap Zhang Fei Hung yang langsung memotong ucapan Rui
Rui hanya menatap tajam kearah kaisar Zhang Fei Hung,
Akh,,
alis kaisar Zhang Fei Hung langsung berkedut ,naik satu dan berwajah pucat karena ,dia baru sadar sudah membangunkan Rui mode ngambek,sudah tidak seimut tadi.
Seperti dugaannya,Rui mendorong tubuh kaisar Zhang Fei Hung dan tidak mau melanjutkan ucapannya tadi, ah cinta itu menyakitkan,bisa membuat seorang kaisar Zhang Fei Hung tidak memiliki ketegasan lagi dalam hidupnya.
"Rui'er, sayang,ayo dilanjutkan lagi bicaranya tadi,aduh tadi sudah sampai mana, Rui'er, hehehe."
"Tadi sudah sampai,Rui akan pergi dari istana bersama pangeran Zhang Ziyi untuk mencari ayahanda baru untuk mereka berdua,huh."
"Hah, sayang ku , Rui'er, jangan suka bercanda untuk hal seperti ini sayang, baiklah, baiklah,kita ulangi lagi ya, kaisar ini memohon kepada Rui'er untuk kesempatan kedua."ucap Zhang Fei Hung sambil memaksa dan merayu dengan cara memeluk dan mencium bibir Rui.
"Huh,kalau yang mulia Kaisar cium Rui terus, bagaimana cara Rui untuk bicara."ucap Rui dengan wajah ngambeknya
"Baiklah, kaisar ini akan patuh."
"Intinya ada orang yang ingin menyelakai Rui lewat pangeran Zhang Ziyi, pelaku belum terkonfirmasi."
"Kalau begitu, pelakunya hanya ada dikediaman selir Fengying?."
"Ya,tapi Rui tekankan sekali lagi kepada kaisar kalau pangeran Zhang Ziyi tidak bersalah."
"Hem, baiklah, bagaimana pun pangeran Zhang Ziyi adalah anak angkat Rui'er bukan?,tentu saja kaisar ini mengerti sekali sayang."ucap Zhang Fei Hung dengan nada suara lembut dan merayu
Rui langsung berpura-pura terpesona dengan ucapan dari mulut kaisar Zhang Fei Hung.
"Yang mulia Kaisar, sangat bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar sekarang, astaga,memang sepertinya Rui tidak salah memilih yang mulia Kaisar menjadi suami."ucap Rui sambil ingin membuat kaisar Zhang Fei Hung terbang melayang tinggi diawan kalau bisa kelangit ketujuh.
________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1