
Catatan \=
Mak typo kepenulisan, di episode 102 seharusnya putri Dewantara bukan Dirgantara Mak🤧, maklum bikin undangan agak mengerus konsentrasi Mak jadi sampai salah tulis, untuk Readers yang teliti makasih banyak sudah ngingetin Mak💋❤️.
Mak Hesty putri Dewantara Mak yah, untuk plot twist berikutnya siap-siap dah dengan banyak kejutan nya.
******
Hari H
18 November 20222
Kediaman utama keluarga Gunawan
Kamar tidur Cakra dan Senja.
Para penata rias busana telah hadir pagi-pagi buta, untungnya dua pengantin baru sudah bangun dari tidur mereka, sudah wangi dan siap di permak oleh para penata rias dan busana.
Tumpukan make up sudah terlihat di mana-mana.
Cakra memilih duduk menyudut, kantuk masih terasa tapi harus siap sedia karena hari ini hari H.
Sulit sekali membuka mata nya karena semalaman dia yang menjadi baby sitter untuk Senja agar istrinya tersebut bisa tidur dengan nyenyak, sedangkan dia hampir terjaga semalaman karena takut istri nya terjaga atau tidak tidur karena demam panggung.
Laki-laki tersebut membiarkan para penata rias dan busana lebih dulu mempermak istri nya.
Aishhhh bahasa permak sangat sadis sekali🤭🤭🤭, maklum laki-laki tidak paham bahasa yang diberikan para kaum hawa soal polas-poles di wajah.
__ADS_1
"Pegang sebentar rambut nya mbak"
Satu penata rias berbisik dibalik telinga Senja, gadis tersebut menurut, menahan rambut nya selagi penata rias mencari jepit kebesaran untuk disematkan di rambut Senja.
...(Mak pernah pakai visual ini ga yah di novel lainnya🤔)...
"Maaf, terimakasih"
Perempuan tersebut bicara sambil melebarkan senyuman nya, kembali meraih rambut Senja kemudian mulai mengikatkan nya.
Sesi make up dimulai, dimana polesan demi polesan mulai di berikan pada wajah Senja yang jelas nyaris tidak pernah tersentuh make up kecuali acara kelulusan SMA karena mesti pakai kebaya dan di dandan kala itu, dan pernah ikut lomba hari Kartini di sekolah dan lagi-lagi beberapa kali mesti menikmati yang nama nya di poles sana-sini.
Percayalah seperti sulap, dia yang memang cantik menjadi terlalu anggun dengan make up yang dipoles diwajahnya asal berada di tangan penata rias yang tepat.
"Jadi penasaran bagaimana pertemuan pertama, benar-benar beruntung bisa ketemu tuan Cakra"
Obrolan mengalir lembut di antara mereka, ada 2 penata rias dan 2 penata gaun pernikahan didalam sana.
"Hanya kebetulan"
Senja menjawab lembut, memejamkan bola matanya sambil membiarkan tangan-tangan cekatan tersebut memoles seluruh wajah mulus nya.
Kebetulan?!.
Ah entahlah dia juga tidak tahu, terkadang terbesit tanya, dari mana Cakra bisa menemukan dia, apalagi dulu laki-laki tersebut pernah berkata, seseorang yah seseorang menyakinkan Cakra jika Senja gadis paling tepat dari semua kandidat pilihan nya.
Siapa?!.
Satu tanya tersebut terus mengganggu nya, tapi dia takut bertanya, takut jawaban nya adalah kak Rudi nya.
Karena itu lebih baik melupakan daripada harus mengingat nya sebagai beban yang akan merusak kebahagiaan mereka, yang kemarin bagi nya masa lalu, mencoba membuka satu lembaran baru dimana halaman putih kertas nya belum tercoret tinta sedikit pun, mereka telah berkomitmen bersama, akan menulis dan mengukir masa depan bersama, baik di saat suka maupun duka, baik di saat sakit maupun sehat, baik disaat sulit maupun mudah, baik di saat ada maupun tidak ada.
__ADS_1
Saling menggenggam tangan tanpa saling melepaskan antara satu dengan yang lainnya, bersumpah dihadapan Allah SWT, insyaAllah tidak terpisahkan kecuali maut memisahkan.
"Lalu siapa yang lebih dulu jatuh cinta?"
Sebaris tanya itu meluncur dari satu perempuan disana, Senja masih memejamkan bola matanya, membiarkan kuas make up menyapu kelopak mata nya.
Siapa yang lebih dulu Jatuh cinta?!.
Gadis tersebut tidak berani menjawab, dia pikir siapa yang lebih dulu jatuh cinta di antara mereka?!.
"Aku yang lebih dulu jatuh cinta pada nya"
Satu bisikan terdengar di balik telinga nya, lembut, begitu lembut, satu ciuman mendarat di balik pipi kiri nya, seketika Senja membuka bola matanya.
Cakra terlihat mengembangkan senyuman di balik kaca, menampilkan wajah segar dan tampan nya.
Semua melihat dengan iri keromantisan sepasang manusia dihadapan mereka.
"Aku akan turun mengambil sarapan"
Laki-laki tersebut berkata pelan, mengedipkan sebelah matanya kemudian berbalik dan meninggalkan semua orang.
"Ohhh manis nya"
siapa yang tidak gregetan mendengar dan melihat perlakuan laki-laki tersebut untuk istrinya.
Senja menyentuh lembut pipi kiri nya, masih terasa sisa ciuman hangat di pipi nya, sejenak dia merona, karena malu atas tindakan yang diberikan Cakra.
*****
Catatan \= Mak author sengaja kasih visual ga ke full ke bule-bule'an kali ini Mak, entahlah apakah Mak readers suka atau tidak, sebab sangat sulit sekali cari visual yang nuansa nya Indonesia banget sesuai dengan judul dan alur cerita ini novel, bahkan Mak author mesti begadang untuk cari visual paling pas untuk wajah Senja dan Cakra 🤭🤭🤧🤧.
__ADS_1
Dan Cakra bukan aktor Korea Mak yah, sebab ada sebagian Mak readers ga suka sama visual Korea juga, jadi memenuhi keinginan para readers yang minta visual dan ada yang ga suka dengan aktor Korea karena takut ga cocok sama karakter Cakra, akhirnya Mak author jatuhkan visual nya dengan aktor blasteran ini Mak❤️.