
Ketika suara Subuh sayup-sayup terdengar, berkumandang memanggil para calon penghuni surga, Senja bangun lebih dulu dari peraduannya, menatap satu sosok yang terlelap di samping nya.
Wajah tampan dengan hidung mancung dan bibir indah nya terlihat masih lelap dalam peraduan nya, masih asik tenggelam didalam alam mimpinya.
Dia pikir sang suami pasti begitu lelah setelah melewati banyak kegiatan dalam beberapa hari sebelumnya, benar kata orang pernikahan benar-benar menguras banyak tenaga, setelah menikah jika tidak benar-benar menjaga diri, pengantin akan kehilangan kesehatan dan sulit melakukan aktivitas selama beberapa hari karena demam yang melanda, belum lagi setelah mereka melewati malam pertama.
Mengingat malam pertama, seketika Senja memerah, dia langsung menutup mulutnya, sedikit malu jika Mengingat nya, mereka belum pula melakukan nya.
Gadis tersebut memukul pelan Kepala nya dengan jemari indah nya, tertawa tanpa suara saking malunya, begitu manis dan imut dengan ekspresi nya.
Dia buru-buru bergerak, beranjak untuk membersihkan diri, membawa Cakra menunaikan kewajiban melewati subuh berjama'ah.
Dia memutuskan belum membangunkan Cakra, membiarkan laki-laki tersebut tenggelam dalam tidurnya selagi dia membersihkan dirinya.
******
"Abang"
Satu bisikan lembut terdengar di balik telinga Cakra, begitu lembut dan manis, mencoba merengkuh nya dalam alam mimpi, menarik lembut tangan nya dan membawa nya terjaga dengan cara yang begitu indah.
__ADS_1
"Suami ku?"
Rasa dingin ketika kulit bergerak menyentuh kulit membuat Cakra sejenak bergeming, dia bergeser dari posisi nya masih dengan mata sedikit terpejam, masih menyisakan kantuk mendalam tapi dia tahu ini saat nya terjaga dan dia yakin waktu pastinya telah siang.
Alih-alih bangun dari tidurnya, Cakra yang menyadari kehadiran Senja, menarik tubuh istrinya, memeluknya dengan refleks hingga membuat gadis tersebut terkejut.
"Abang?"
Rona merah terus melaju dibalik pipi chubby nya, bukan sekali dua, tapi teramat sering hingga membuat Cakra seringkali merasa gemas melihatnya, terlalu indah dan sempurna, membuat dia memuji dengan ucapan Alhamdulillah dan subhanallah, seindah-indah pasangan yang dihadiahkan Allah SWT, setelah jelita untuk dirinya.
Maka nikmat Nya mana lagi yang kami dustakan?.
Terbesit sesal kenapa pertemuan pertama kemarin dia begitu kejam dan juga menyebalkan, malu pada diri sendiri karena dia berlaku buruk pada Senja, Allah SWT maha membolak-balikkan hati manusia, dan dia tenggelam dalam cinta yang tidak pernah dia duga.
Aku tidak tergila-gila pada mu karena hasrat yang tertunda, aku mencintaimu karena ibadah seumur hidup kepada Allah SWT.
"Sudah merasa lebih baik?"
Cakra bertanya, dalam posisi memeluk Senja, membiarkan gadis tersebut tenggelam kedalam dadanya, seolah-olah enggan melepaskan nya, dia masih mengantuk namun memaksakan diri untuk terjaga dengan bola mata yang masih memejam, beberapa kali mencium puncak kepala Senja.
__ADS_1
"Vitamin nya mujarab"
Senja melebarkan senyuman nya, awalnya terkejut dan berusaha melepas kan diri, pada akhirnya menenggelamkan dirinya pada pelukan Cakra, membiarkan kepalanya bersandar pada dada bidang suaminya, dimana tangan kokoh Cakra memeluk nyaman tubuhnya.
"Dia mengembalikan stamina yang hampir menghilang karena lelah"
Lanjut gadis tersebut lagi kemudian.
Cakra melebarkan senyumannya.
"Mari sholat berjama'ah"
Senja bicara, membiarkan jemari indahnya bermain di atas dada Cakra.
"Hmmm"
Cakra ber hmmm ria, membuka bola matanya secara perlahan, sembari mengembangkan senyumannya.
Ini subuh pertama setelah semua beban terlepas setelah selesai acara pernikahan yang luar biasa.
__ADS_1