Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Selembut permen kapas


__ADS_3

Masih kembali ke kediaman Cakra dan Senja


Kamar utama.


keajaiban bahwa seluruh sang pengendali sihir di bumi ini semua nya gagal membangkitkan diri.


Kamu satu-satu nya yang mampu membangunkan aku dari alam mimpi,


Dan ini tentang miliknya mengabadikan begitu banyak kebajikan dimana seluruh bagian bidadari secara bersamaan gagal membangkitkan sesuatu yang tidur,


Namun satu saja kejapan milik mu mendorong begitu banyak godaan dimana kamu mampu menggoda diriku dan Hasrat ku yang lama berpuasa dalam kehampaan.


*****


Pelukan Senja terasa mematikan, membangunkan sesuatu yang terlelap lama, semua Senja mengeratkan pelukannya semakin konsentrasi Cakra lari kemana-mana.


"Senja"


Suara nya terdengar gelisah.


Ini masih terlalu pagi dan awal Cakra, belum waktunya.


Dia mencoba menepis rasa, memperingati dirinya jika ini bukan dan belum waktunya untuk dia memiliki Senja seutuhnya, dia masih menunggu, ada waktu yang paling tepat yang boleh mereka lakukan, nanti.. yah nanti.


Cakra berharap Monas nakal nya tidak bermain-main dalam keinginan, masih menahan kemauan karena Cakra masih menyusun bulan madu terbaik untuk mereka.

__ADS_1


Bukan saat ini, bukan hari ini, tapi nanti, didalam relung kesabaran membàwa Senja dalam mimpi terbaik para gadis seusianya yang jelas menginginkan pembuka awal yang begitu manis dan lembut tanpa harus tergesa-gesa dan begitu terburu-buru.


"Hmmm?"


Gadis tersebut mendongakkan kepalanya.


Ahhhh bola mata indah Senja lagi-lagi mengacaukan keinginan nya, dua senyawa berperang diri saling mendesak antara satu dengan yang lainnya.


Satu terlalu nakal berbisik agar dia menyambar dan menunaikan kewajiban nya saat ini juga, namun satu begitu sabar mengingatkan nya untuk melakukan nanti saja sesuai rencana.


Tapi terkadang yang lebih kuat bisikan nakal yang terus mendorong untuk melakukan hal lebih yang belum kita inginkan, membuat dorongan neurotransmitter otak nya memaksa dia membawa Senja agar berpindah dari pelukan nya menuju kearah kasur mereka.


"Ahhh iya, aku akan bersiap-siap"


Senja menjawab, lupa kalau mereka akan pergi, berniat untuk beranjak.


Reflek tangan Cakra menarik tangan senja yang hendak beranjak, membuat gadis tersebut sedikit membulatkan bola matanya, namun didetik berikutnya Senja agak terkejut karena tiba-tiba kedua pipi nya disentuh dengan lembut dan ...


Ohhh Senja seketika memejamkan bola matanya ketika wajah Cakra maju merapatkan dengan wajah nya, dia gugup tapi insting dan naluri seorang istri berjalan, dia pikir apakah sudah waktunya dia menunaikan kewajiban?!.


Jika iya maka dia siap lahir dan batin.


Begitu mata terpejam, bisa dia rasakan sesuatu yang seperti permen kapas dan gula-gula menyentuh lembut bibir nya, begitu lembut dan hati-hati, bergerak menyatukan diri.


Ini untuk yang pertama, tapi terasa lembut dan hangat, terlalu hati-hati, membuat Senja tahu ini rasanya ciuman pertama, cukup lama, begitu manis dan menenggelamkan dia pada satu kenyamanan yang membawa dirinya tenggelam kedalam Cakrawala.

__ADS_1


Ini benar-benar manis dan lembut persis seperti permen kapas.


Dia pasrah ketika merasa tubuhnya di bawa melambung hingga ke udara, tubuhnya seolah di hempaskan dengan lembut di atas awan kapas, dia terbuai dan tenggelam dengan desiran manja ketika jemari-jemari Kokoh tersebut memperlakukan dirinya dengan begitu lembut dan indah.


entahlah berapa lama berlalu hingga akhirnya sebuah bisikan halus terdengar.


"Ini belum waktunya"


Senja membuka bola matanya.


"Abang?"


Dia mengeluarkan suara lembutnya, jantung terasa bergetar tidak beraturan, dia gugup, bicara dengan wajah memerah saat Cakra melepas kan gabungan antar bibir mereka, laki-laki tersebut menatap nya hangat dan dalam, dia tenggelam didalam pelukan Cakra, tanpa sadar sudah berada di atas kasur mereka dimana Cakra mengukung dalam tubuhnya.


"Apakah aku menyakiti kamu barusan?"


Tanya Lembut itu lagi menbuat wajah nya memerah, netra berpadu membuat jantung Senja tidak baik-baik saja.


Dia menggelengkan kepalanya, malu luar biasa, tanpa sadar tadi dia menikmati apa yang dipersembahkan Cakra.


"Tunggu acara ngunduh mantu nya selesai"


Cakra bicara, mencium lembut kening Senja, begitu lembut, membuat Senja tidak baik-baik saja, dia mengencangkan pegangannya di lengan Cakra.


Seulas senyuman indah mengambang di balik wajah tampan suaminya.

__ADS_1


Sesabar itu Cakra menunggu waktu terbaik untuk mempersembahkan cinta untuk Senja.


__ADS_2