Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Semanis gula palu


__ADS_3

Kembali ke hari ini.


Kediaman utama Cakra.


Kamar Cakra dan Senja.


Sejak kemarin terus berkutat hilir mudik dengan banyak kegiatan, bahkan membawa Senja mengenalkan nya pada beberapa keluarga besar di Jakarta, Depok dan Tangerang, dan weekend hari ini dia pikir mengambil waktu fitting pakaian dan sedikit menghabiskan waktu untuk makan di luar, mengunjungi keluarga lainnya di Bogor dan bekasi untuk menyampaikan kabar gembira ngunduh mantu Cakra dan Senja.


"Tidak lelah?"


Cakra bertanya sambil membiarkan tangan kanan nya menopang kepalanya, masih dalam posisi tiduran menatap Senja yang baru bangun tidur, Cakra sendiri telah selesai mandi, sudah wangi dan rapi dengan kaos putih yang menambah tingkat ketampanan sejatinya.


Yakinlah gadis dan perempuan mana yang tidak tergila-gila melihat pesonanya.


Bisa dia lihat wajah lelah dari gadis cantik dihadapan nya tersebut, Senja mengedipkan matanya untuk beberapa waktu, begitu indah, seperti boneka barbie yang hidup, baru saja bangun dari tidur lelapnya.


"Hmmmm lumanyan"


Dia bicara pelan, tidak kencang, membuka sedikit bibirnya, malu baru bangun dari tidur, aroma mulut pasti tidak baik-baik saja, entah apakah belek menghiasi matanya.


Gadis tersebut langsung menarik selimut nya, terlihat malu Cakra memperhatikan wajahnya.


"Aku baru bangun tidur, jangan melihat ku begitu"


Suara serak bangun tidur tersebut terdengar begitu seksi, membuat sesuatu bergetar manja di buatnya, Cakra belajar untuk menyukai nya, sangat, padahal sebenarnya tidak harus belajar, dia sebenarnya mulai terbiasa.


Pacaran setelah menikah begitu indah.


Laki-laki tersebut mengulum senyumannya.

__ADS_1


Rambut acak-acakan, wajah polos tanpa sentuhan,suara serak khas bangun tidur menambah kecantikan tersendiri untuk Senja.


Cantik alami tanpa sentuhan apapun.


Dia suka kesederhanaan dan ke alamian yang dimiliki Senja.


"Yakin tidak lelah?"


Cakra meraih selimut yang menutupi wajah Senja, mengabaikan wajah bangun tidur istrinya, dia hanya ingin melihatnya.


Senja terlihat malu, begitu berat menampilkan wajah bangun tidur nya, malu, cukup malu, kalau sekolah dulu tidak malu bangun tidur keluar rumah, cari menu untuk bikin sarapan, ketemu teman-teman sekolah masa bodoh saja, yang penting dia tidak mengganggu orang, tapi sekarang rasanya aneh, dia malu, malu berhadapan dengan Cakra, malu dilihat oleh nya rupa jelek bangun tidur nya.


Begitu Cakra menarik selimut yang menutupi wajahnya, sejenak tatapan beradu dalam diam, samar-samar suara mengaji dari arah masjid yang cukup jauh terdengar mengalun indah dan syahdu menyeruak masuk kedalam telinga dan jiwa.


"Sebenarnya cukup lelah, kaki rasanya ingin lepas"


Akhirnya gadis tersebut memberikan diri mengeluh, berjalan seharian kemarin dengan heels tinggi cukup menyiksa nya, tapi apalah daya dia bukan type orang atau istri yang suka protes pada orang lain atau pasangan nya.


"Abang?"


Dia reflek memanggil Cakra, suaranya terdengar manja.


"Biar aku pijat"


Laki-laki tersebut mulai menaikkan kaki kiri Senja ke pahanya, membuat Senja seketika langsung salah tingkah, wajahnya tiba-tiba terasa memerah, pipi nya pasti merona.


Baju tidur potongan celana panjang menyulitkan Cakra memijat Senja, sengaja menaikkan celana nya keatas hingga menampilkan betis putih indah tanpa cela.


"Aku tidak apa-apa"

__ADS_1


Senja serba salah.


"Akhhh"


Gadis tersebut memekik kecil, saat Cakra mulai memijat nya.


"Sakit?"


Dia terlihat kaget, rasanya tidak memijat nya Begitu kencang.


Senja buru-buru menggelengkan kepalanya.


"Sedikit terkejut"


Menjawab dengan malu-malu, memejamkan bola matanya dengan cepat kemudian dia langsung menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangannya.


"Ini memalukan"


Ucap nya lagi kemudian.


Malu... saat kaki nya disentuh Cakra dan ini pertama kalinya seorang laki-laki menyentuh kakinya selain bapak, emak dan bibik tukang urut , kak Rudi nya pernah menyentuhnya saat dia terkilir tapi langsung melepaskan nya dan langsung mencari tukang urut untuk menyelesaikan nya.


Melihat ekspresi Senja, Cakra terlihat menggulum senyumannya dan akhirnya dia berkata.


"Dengan suami sendiri kenapa harus malu"


Ahhhh kata-kata itu terdengar begitu manis, membuat Senja kembali merona dibuatnya, ini manis, semanis gula palu (Makanan / jajanan anak SD masa lalu dari gula merah yang di putar-putar di atas kayu).


__ADS_1


Suami?!.


Dia kembali memejamkan bola matanya karena malu.


__ADS_2