Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Izin dengan bismillah


__ADS_3

Senja secara perlahan membalikkan tubuhnya, menyentuh lembut kalung yang diberikan Cakra, bola mata nya berbinar-binar menampilkan ekspresi wajah bahagia dan juga haru, dia refleks memeluk Cakra, mengucapkan terima kasih atas pemberian suaminya.


Cakra menganggukkan kepalanya, menatap Senja yang telah melepaskan pelukan nya, didetik berikutnya hal tidak terduga terjadi, Senja mencium pipi Cakra dengan cepat, meskipun sekilas cukup membuat jantung laki-laki tersebut seolah-olah siap berperang sekarang juga.


Laki-laki tersebut bergetar, jantungnya tidak baik-baik saja.


Senja terlihat langsung menduduki dirinya di pinggir kasur, mengurungkan segala niat nya untuk menghubungi emak, seolah-olah ada yang menghalangi keinginan nya.


"Abang kapan pergi membelinya?"


Dia bahagia, bertanya penasaran, sebab setiap waktu Cakra ada bersama nya sebelum pernikahan mereka.


"Ini terlalu indah, harga nya pasti mahal"


Dia terus bicara, menatap Cakra dengan mendongakkan kepalanya, laki-laki tersebut menatap Senja, memilih duduk disamping istrinya kemudian menjawab.


"Rahasia"


Dia mengulum senyuman nya, kemudian mencoba membaringkan tubuhnya di samping Senja.

__ADS_1


Gadis tersebut memunyungkan bibirnya, kemudian menatap kearah cakra yang tubuhnya memenuhi ranjang.


"Kemarilah"


Cakra menepuk-nepuk lembut kasur disisi kiri nya, menunggu Senja ikut berbaring bersama nya, hari masih pagi, belum pukul 7 pagi, matahari masih menyembul malu-malu menatap mereka sejak tadi dibalik kaca jendela yang gorden nya sengaja belum di singkap mereka.


Senja menurut malu-malu, berbaring disamping Cakra secara perlahan, memasukkan tubuh pada dekapan Cakra, membiarkan dirinya berada di lengan kokoh laki-laki tersebut, bola mata mereka sejenak saling beradu, menatap antara satu dengan yang lainnya tanpa suara, entahlah Cakra sejenak tak bergeming menatap Senja yang masih merona karena bahagia atas pemberian nya.


Dan bagaimana laki-laki tersebut memulai nya, tiba-tiba tubuh tersebut merapat, tangan kanan menyentuh lembut bagian helaian surai indah yang sedikit menutupi mata Senja, gadis tersebut sejenak menutup bola matanya saat tangan kekar tersebut menyentuh Surai nya.


Entah bagaimana Cakra memulainya, tiba-tiba satu ciuman melesat melewati bibir ranum Senja, membuat gadis tersebut sedikit menegang sambil menggenggam erat lengan cakra yang memeluk dirinya.


Ranum, indah, matang, molek dan menggoda, laki-laki mana yang tidak akan tertarik melihat nya, di karuniai kulit putih mulus dengan pori-pori sempurna, bagaikan porselen terbaik dari Eropa, yang mampu melukiskan keindahan di atas bagian keramik mulus tanpa cacat dan cela.


Entah berapa lama peraduan bibir saling menyatu, Senja yang amatir terlihat bingung, dia memang pemula tapi dia bukan gadis belia yang tidak tahu respon normal atas kemauan suami nya, Cakra pasti sudah menginginkan dia menunaikan kewajiban nya.


Insting alami terjadi sebagai seorang istri, dia tahu sebaik-baiknya istri untuk melayani suami.


Dia membiarkan laki-laki tersebut membawa nya, menikmati bagian awal dari bibir mungil nya, Cakra melakukan nya dengan begitu sopan dan lembut, laki-laki tersebut membawa nya dengan sangat hati-hati seolah-olah takut Senja terluka atau marah.

__ADS_1


Gadis tersebut tidak menolak sama sekali, membiarkan Cakra membawa nya memulai petualangan menuju ke alam surgawi yang belum pernah dia lewati.


Entah berapa lama ciuman lembut tersebut berlangsung hingga akhirnya Cakra melepaskan bibir mereka, kabur membara terlihat di balik kedua belah bola mata Cakra.


"Sayang?"


Satu tanya meluncur dari bibir laki-laki tersebut, menunggu izin dari sang pemilik surga dunia nya.


Senja masih mencoba meraup nafasnya yang sedikit menghilang, dia menatap dalam bola mata penuh harapan, sejenak wajah Senja memerah, dia mengembang kan senyuman nya sembari menganggukkan kepalanya pelan.


Menyetujui permintaan pemilik hati nya, yang telah sah menjadi suaminya, sang pemilik tulang rusuk nya.


Cakra mengembang senyuman nya, melafazkan satu doa pembuka sebelum memulai kewajiban nya.


Bismillah, allahumma jannibnas-syaithaan wa jannibis-syaithaana maa razaq-tanaa. 


Artinya: “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”


Dalam hadits  dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallah bersabda,

__ADS_1


“Kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. al-Bukhari no.6388 dan Muslim no. 1434).


__ADS_2