Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Satu desiran manja


__ADS_3

Cakra masih berusaha menghela nafasnya berkali-kali, memegang membawa motor butut ditangan nya, demi apapun dia pikir di tahun seperti ini masih ada motor model begini.


saat orang sibuk menggunakan Scoopy atau beat, bahkan tergila-gila dengan N-max bagaimana keluarga senja masih menggunakan motor seperti ini?!.


"Dimana? masih jauh?"


Cakra bertanya cepat kearah Senja, menatap jalanan depan untuk beberapa waktu.


"Di ujung sana belok kanan"


Senja menjawab cepat, mengarahkan jari nya Kearah depan.


Cakra menurut, membawa motor tersebut bergerak melaju kearah depan.


"Aku khawatir mereka tutup"


Senja bicara sembari Bola mata nya terus menatap kearah depan.


"Jika tutup cari mall, disini adakan? sebab aku belum melihat nya sejak kemarin kita melewati jalanan kota kecil ini"


Cakra bicara cepat, bertanya sedikit penasaran.


"Tantu saja ada"


jawab Senja cepat.


di persimpangan mereka berbelok ke kanan, bola mata Senja melirik kearah kirinya.


"Yahhh tutup"


Gadis tersebut berbisik pelan, tidak sadar jika posisi bibir nya cukup dekat dengan telinga Cakra, laki-laki tersebut memiringkan kepalanya, agak terkejut bibir lembut tersebut menempel dibalik telinga nya.

__ADS_1


Satu desiran kembali menghatam nya.


Sialan.


Cakra mengumpat, Karena lagi ada yang menjalar aneh di sekujur tubuhnya.


"Lalu bagaimana?"


Cakra berusaha menyadarkan dirinya.


"Belok lagi kekanan, pilihan nya masuk ke Lippo atau JM group"


"He em"


lagi Cakra menurut, tidak banyak bicara atau protes.



pada akhirnya mereka terus melaju, Cakra terus mengendarai motor tanpa banyak bicara. dua orang tersebut tampak menikmati semilir angin malam yang menerpa wajah mereka masing-masing, senja dengan tatapannya terus menetap ke arah samping sedangkan Cakra yang sebenarnya pikirannya berkelana entah ke mana-mana.


Sejauh motor tersebut melaju, mereka terus bergerak menuju kearah depan hingga akhirnya Senja berkata.


"Kesebelah kiri, belok dan masuk kesana"


Senja menyentuh bahu Cakra, bicara cepat meminta laki-laki tersebut berbelok dengan segera di depan sebuah pusat perbelanjaan yang ada di sisi kiri mereka di depan sana.


merasakan sentuhan di bahunya dan juga panggilan dari Senja, seketika membuat laki-laki tersebut dengan cepat langsung berbelok ke tempat yang dimaksud.


"waktunya sudah tidak banyak lagi"


senja bicara dengan cepat pada Cakra.

__ADS_1


"hanya tersisa tidak sampai setengah jam, semoga tidak keburu tutup"


gadis tersebut kembali bicara.


alih-alih menjawab Cakra hanya bisa diam sambil menganggukkan kepalanya.


tidak peduli mau tutup jam berapa yang dia pikirkan adalah dia mendapatkan kipas angin untuk mereka malam ini, laki-laki tersebut telah berbelok kemudian berjalan memutar dan turun menuju ke arah area parkiran bawah.


begitu tiba di parkiran pusat perbelanjaan tersebut, laki-laki menelan salivanya saat sadar motor mereka yang paling terburuk diantara motor semua orang yang terparkir di sana.


gejolak hatinya semakin meledak-ledak.


Kau akan berganti besok dengan motor yang baru nya.


Cakra bicara cepat didalam hati nya.


Saat dia turun dari motor nya diikuti Senja, beberapa perempuan melirik kearah nya, demi apapun orang jelas saja melihat heran kearah Cakra, laki-laki dengan ketampanan paripurna dan tubuh besar tinggi mengendarai motor butut legenda yang jelas telah musnah ditelan masa.


semua orang cukup bingung melihatnya karena mereka pikir seharusnya penampilan dan juga wajah serta tubuh Cakra sangat tidak seimbang membawa motor legenda zaman Waw tersebut.



Cakra menggeleng-gelengkan kepalanya, dia melengos dan membuang pandangannya dari barisan perempuan yang cekikikan menatap dirinya sambil berbisik manja antara satu dengan yang lainnya.


"Tuan cepat"


Senja tiba-tiba menarik tangan nya, menggenggam telapak tangan Cakra dan bergerak terburu-buru menuju kearah dalam.


Laki-laki tersebut sejenak membeku, menatap telapak tangan nya yang digenggam erat oleh gadis tersebut.


Tangan mungil tersebut menarik dan menautkan nya pada tangan kokoh dan besar yang ukurannya 2 kali lipat dari telapak tangan milik Senja.

__ADS_1


Satu desiran menghantam dada nya, Cakra sejenak gelisah.


__ADS_2