Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Sayang


__ADS_3

Senja berusaha menarik pelan nafasnya, masih menetralisir detak jantung nya, masih cukup malu dengan apa yang terjadi tadi, ketika Cakra menatap dalam wajah nya dan berkata nanti setelah Ngunduh mantu, bayangkan bagaimana degub jantung nya semakin bertalu-talu.


Tangannya masih menggenggam erat lengan Cakra, sangat sulit sekali rasanya untuk berdiri dari posisi nya.


Cakra berdiri, mengulum senyuman kemudian mengulurkan tangannya dengan cepat.


"Bersiaplah, kita pergi sekarang juga"


Laki-laki tersebut berucap hangat.


Senja secara perlahan meraih tangan Cakra, membiarkan laki-laki tersebut menyambut tangan nya dan membantu dia berdiri.


"Aku akan bersiap"


Ucap Senja pelan, mengusap lembut tengkuknya masih dengan perasaan malu-malu, bergerak menjauhi Cakra menuju kearah Walk in closet.


Dia bergegas mengganti pakaian, mengejar langkah agar segera beranjak dari sana.


******


Kak Nabila di lantai bawah, hari ini ingin memperlihatkan Cakra dan Senja desain undangan mana yang paling cocok untuk mereka dan konsep warna apa yang akan diputuskan adik dan ipar nya.


Begitu dia tiba langsung mendekati bibi pelayan, bertanya apakah suami istri tersebut sudah bangun saat ini.


"Sudah bangun mereka?"


Tanya nya cepat, bergerak ke meja makan, mencoba membuat teh hangat untuk dirinya sendiri. Sebenarnya dia sudah minum teh, tapi tadi sedikit karena terburu-buru meninggalkan rumah, takut putri kecilnya bangun lebih dulu merengek untuk ikut.


Sulit membawa putrinya kemana-mana dikala sibuk menerjang, memilih membiarkan mama mertua nya yang menjaga Putri kesayangannya.


"Seperti nya sudah, tuan Cakra ada keluar sejenak tadi"


Wanita yang ditanya menjawab cepat.

__ADS_1


Mendengar ucapan bibi Nabila menganggukkan kepalanya pelan, pada akhirnya perempuan tersebut langsung meraih teh yang telah selesai dia buat, Nabila bergerak menuju ke kursi makan, menyeruput teh hangat nya dengan santai sembari menunggu Cakra dan Senja turun ke bawah.


Cukup lama dia menunggu hingga akhirnya tiba-tiba dari atas sana terlihat Cakra dan Senja turun ke bawah secara perlahan, Nabila menatap keatas.


Seulas senyuman mengembang dari balik wajah nya, menatap ekspresi Senja yang terlihat malu-malu menatap Cakra, adik laki-laki nya terlihat menggenggam telapak tangan iparnya.


"Aihhh ada apa?"


Dia membatin bahagia, menatap penuh kemajuan hubungan mereka berdua, Cakra terlihat jauh lebih hangat dari sebelumnya.


"Rencana Papa berhasil dengan sempurna"


Lagi dia membatin.


"Sudah siap pergi?"


Begitu kedua orang tersebut turun, Nabila meletakkan gelas teh nya dan bergerak mendekati kedua orang tersebut, Cakra buru-buru menoleh.


Cakra menganggukkan kepalanya, menjawab pelan.


Senja yang melihat kak Nabila nya langsung bergerak cepat setelah Cakra melepaskan genggaman tangan nya, dia menyalami perempuan yang ada di hadapannya.


"Rencana hari ini kemana?"


Nabila kembali bertanya, menatap kearah Cakra.


"Hari ini rencana nya ke Bogor dan Depok"


Cakra menjawab dengan cepat.


"Bicara dengan Om dan tante disana, mampir ke rumah sepupu lainnya, mungkin mampir ke makam Oma dan Opa sekalian juga ke makam Om Juna, minta restu pada para almarhum"


Lanjut laki-laki tersebut lagi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Cakra, Nabila menganggukkan kepalanya, dia pikir memang seharusnya pergi ke makam juga sebelum pernikahan, tradisi dan adat yang terkadang tidak bisa ditinggalkan.


"Itu bagus, sampaikan salam dengan om dan Tante lainnya dari kakak"


Ucap Nabila cepat kearah adik laki-laki nya.


Cakra hanya menganggukkan kepalanya, dia berniat beranjak dari sana, ingin pamit pergi tapi kakak nya langsung bicara.


"Ah iya desain undangan nya sudah mengirim beberapa contoh undangan terbaik mereka, coba lihat sebentar mana yang paling Kalian suka"


Ucap perempuan tersebut kemudian.


Cakra langsung mengurungkan niatnya, langsung menoleh kearah handphone kak Nabila nya.


Perempuan tersebut mulai menyerahkan desain undangan nya.


"Pilih mana yang paling kalian sukai"


Pinta Nabila kemudian.


"Sayang, coba kamu sendiri yang pilih"


Tiba-tiba Cakra bicara, menoleh kearah Senja dengan cepat.


"Ya?"


seketika Senja terkejut, langsung menoleh kearah Cakra.


Sa..yang?!.


Senja jelas gugup dan melayang.


Nabila mengulum senyuman nya.

__ADS_1


__ADS_2