Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Mulai membuat nya gelisah


__ADS_3

entah berapa lama waktu berlalu, laki-laki tersebut membiarkan senja terus memeluk dirinya sembari terisah di dalam tangisannya yang sama sekali tidak laki-laki itu pahami.


apa yang terjadi, mimpi apa yang begitu buruk hingga membuat senja menangis sejadi-jadinya, seolah-olah ada beban lain yang tengah dipikul oleh gadis tersebut yang sama sekali tidak diketahui oleh siapapun.


Dia mencoba berpikir, tapi pada akhirnya memilih mengabaikan pemikiran nya dan hanya bisa menghela nafasnya pelan, sedikit tertahan karena takut menyinggung gadis yang telah sah menjadi istri nya tersebut.


Setelah cukup lama membiarkan Senja tenggelam dalam tangisan nya, pada akhirnya gadis tersebut melepaskan sendiri pelukan nya pada Cakra, tersadar siapa yang dipeluknya sejak tadi.


Cakra bergerak cepat, meraih air minum didalam teko di atas nakas, menuangkan nya dengan cepat kedalam gelas panjang dan memberikan nya pada Senja.


Gadis tersebut menerima minum yang diberikan Cakra, menyesap nya perlahan kemudian setelah menghabiskan setengah isi nya, dan kini Senja menyerahkan gelas tersebut pada Cakra.


"Mimpi buruk?"


Cakra bertanya sambil menelisik bola mata Senja, mencari jawaban dibalik netra indah tersebut dimana mata kiri gadis tersebut sedikit tertutup Surai indah Senja, ingin sekali dia kembali menyentuh Surai tersebut, membenahi tiap helai nya yang menutupi sedikit netra indah yang dihiasi lingkaran bulat sempurna seperti boneka.

__ADS_1


Dia cantik, seperti boneka barbie hidup, hidung mancung dengan pipi tembem nya, bibir merah alami merekah yang mungil seimbang dengan tubuh kecil dan mungilnya, terlalu menggemaskan untuk di raih, dipeluk dan digendong.


Jika salah satu aspek penting fisik dan cantik tidak dimiliki mana mungkin pilihan nya jatuh pada Senja sejak awal, dia terlalu naif, berpikir jika menghadapi Senja tidak akan membuat dia bergetar lama-lama, dia hanya berpikir cantik bisa dibawa kemana-mana, cukup tidak buat malu di perkenalkan kemana-mana jika didesak keluarga, tapi kini dia terpesona pada semua itu meskipun belum menyakinkan diri itu Cinta, dia hanya kagum dan memuji.


Cantik saja tidak cukup, pemikiran pintar yang bahkan mampu menjawab ucapan nya tanpa gentar membuat Cakra semakin tenggelam dalam satu pesona yang dia rindukan.


Kau hampir mirip seperti Jelita, tapi tidak persis sama, ada beberapa poin yang membedakan kalian, namun sama-sama memiliki kelebihan yang tidak saling dimiliki.


"Hanya sedikit mimpi buruk"


"Aku tahu jawaban itu tidak 💯% benar"


Ucap Cakra kemudian, mereka duduk saling berhadapan di atas kasur, mengikis jarak yang nyaris tidak ada.


Senja tidak menjawab, menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Cakra Memilih diam sejenak, kemudian dia berkata.


"Jangan pernah ragu membagikan ceritamu pada ku"


Ucap laki-laki tersebut tiba-tiba, membuat Senja mendongakkan kepalanya.


"Meskipun aku mungkin tidak bisa benar-benar membantu, tapi orang-orang bilang berbagi cerita dengan oranglain akan melegakan perasaanmu. mungkin aku bukan penasehat yang baik, tapi aku bisa menguatkan kamu, menghibur kamu hingga kamu tidak merasa kamu sendirian di dunia ini"


Lanjut laki-laki tersebut lagi.


mendengar ucapan Cakra senja sama sekali tidak menjawab, kini bola mata gadis tersebut menatap laki-laki di hadapannya itu untuk beberapa waktu, entah apa sebenarnya yang dia pikirkan tapi senja menelisik wajah tampan Cakra untuk waktu yang cukup lama.


"Kenapa kamu beberapa hari ini berubah?"


sebaris tanya tersebut meluncur di balik bibir Senja, dia pikir sikap Cakra mulai membuat nya gelisah.

__ADS_1


__ADS_2