Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Tidak ada yang tidak jijik pada nya


__ADS_3

Di sisi lain


Penjara xxxxxxx


Di ruangan gelap yang pengap Mell terlihat meringkuk di balik jeruji besi, membiarkan kedua kakinya menekuk dan sengaja menenggelamkan wajahnya di antara lutut kaki nya entah sejak kapan, sudah terlalu lama dia bertahan pada posisi seperti itu, jadi bayangkan bagaimana pegal nya dia dalam kondisi begitu.


Tapi dia enggan beringsut,ada beberapa pasang mata yang melihat dan menatap tajam kearah nya, dia tidak sendirian,ada penghuni lain yang menatap jijik kearah dirinya, Seolah-olah dia memang pantas ditatap seperti itu.


Suara cekikikan dan ejekan terdengar, seolah-olah kejahatan nya terdengar mengerikan, telah tersebar kemana-mana bahkan tanpa bisa di cegah.


Melisa Wanita pelakor, anak angkat tidak tahu diri berubah menjadi ibu tiri mallfincen, merampas suami dari sahabat baik nya dan naik menjadi istri dari ayah sehabat baik, menenggelamkan sahabat baik nya, membunuh Wanita yang menjadi ibu angkat nya, mengambil Dewantara group dengan cara picik dan terakhir membunuh penerus sah Dewantara group sendiri.


Kejahatan seperti itu sungguh terdengar mengerikan untuk dibicarakan.


Mantan pelacur yang benar-benar luar biasa.


Duggggg.


Satu tendangan terasa di ujung tumit nya, satu tawanan Wanita menendang kakinya dengan kasar dan keras.


"Kau tidak mau makan?"


Pranggggg.


Satu piring kaleng jatuh di lantai, menghamburkan isi yang ada didalam nya, membuat Mell seketika melepaskan posisi nya, menatap nasi dan sayur yang berserakan di lantai semen kasar tersebut.

__ADS_1


Itu adalah jatah makan hari ini.


Mell mendongakkan kepalanya, menatap tajam kearah wanita yang berdiri angkuh dihadapan nya.


"Kau berani melotot kearah ku ja.lang?"


Wanita tersebut bertanya, menatap tajam kearah Mell, dia jijik melihat wanita di bawah sana yang kejahatan nya begitu mengerikan.


Dia menjongkokkan tubuhnya, tiba-tiba tangan kanan nya menggenggam erat rambut Mell, membuat wanita tersebut meringis, posisi kepalanya mendongak ke atas.


"Aku heran bagaimana bisa manusia iblis seperti kamu bisa hidup nikmat selama puluhan tahun"


Wanita tersebut bertanya dan mengeram, menatap jijik Mell dari sudut pandang nya.


Dua penghuni lain cekikikan, melirik kearah depan jangan sampai sipir melihat kelakuan teman mereka.


Mereka yang ingin hidup dan dapat keluarga baik-baik tidak diberikan keberuntungan seperti itu, bagaimana bisa wanita tersebut bergerak melampaui batasan nya.


"Seharusnya kau hidup dengan enak, menjadi anak angkat yang baik dari keluarga kaya raya, hidup dengan baik dan mendapatkan jodoh pasti yang baik juga dan menikah dengan laki-laki baik-baik, hidup adalah pilihan dan kau memilih hidup yang begitu mengerikan, membuang kesempatan emas yang Tuhan berikan pada mu"


Wanita tersebut bicara cepat, berpikir alangkah serakah nya Mell pada kehidupan nya.


Bukannya berterima kasih mendapatkan keluarga angkat yang baik, wanita tersebut malah bertindak di luar akal logika dan akal waras manusia normal lainnya.


Jika saja Mell lebih bersyukur atas hidupnya, dia tidak akan sampai pada titik ini dan menghancurkan kehidupan banyak orang, lalu bagaimana bisa ada manusia se serakah wanita tersebut.

__ADS_1


"Andaikan saja aku yang ada diposisi kamu menjadi anak angkat Dewantara, aku pasti akan membalas Budi jasa mereka tidak terhingga"


Dia semakin menarik kasar rambut Mell, terlalu geram dan senang untuk melakukan nya.


Mell meringis, enggan mengeluarkan air matanya, hati nya mati sejak dulu, tidak ada syukur yang pernah dia panjatkan,bagi nya pencapaian tertinggi untuk sebuah kesuksesan adalah saat kamu bisa naik keatas meskipun harus menyakiti semua orang.


"Tidak ada yang tidak jijik dengan kelakuan kamu, bahkan hewan pun jijik mendengar dan melihat kelakuan kamu"


lanjut wanita itu lagi.


Tringgggg.


Tringgggg.


Suara tongkat beradu dengan jeruji besi, pertanda sipir datang mendekat, entah siapa yang tengah kedatangan tamu, yang pasti seseorang mengunjungi tahanan dan menunggu di ruangan kaca di luar sana.


Wanita tersebut melepaskan cengkraman nya dari rambut Mell.


"Saat ini kau selamat"


Ucap wanita tersebut pelan, dia meludahi wajah Mell dengan kasar, membuat Mell memejamkan bola matanya, dia kemudian menyeka ludah itu dengan ujung pakaiannya.


"Melissa Wulandari"


Begitu suara sipir terdengar, Mell langsung menoleh.

__ADS_1


"Seseorang menunggu kamu"


__ADS_2