Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Terlalu gerah


__ADS_3

Malam


Kamar Senja.


Cakra berulang kali menghela nafasnya sejak tadi saat dia mencoba untuk membaringkan tubuhnya di kasur tipis yang beralaskan dengan tikar terletak di lantai bawah.


35 tahun lebih dia hidup, dan dia menyimpan memori lebih dari 30 tahun Yang dia ingat, dia tidak pernah tidur di tempat seperti itu sebelumnya, begitu sederhana dan cukup menyiksa.


bukan karena tipis nya kasur tersebut atau karena dia harus tidur lesehan di lantai yang beralaskan kayu, karena dia sering tidur di atas atau tiduran di kasur tipis di depan televisi setiap kali dia menghabiskan waktu di masa kecil remaja hingga dewasa.


yang membuatnya menyiksa adalah karena dia harus hidup dan tidur dengan kipas angin yang suaranya sangat mengganggu dan juga anginnya nyaris tidak terasa, dia Vicky kipas angin itu sebenarnya sudah berada di sana berapa lama?.


meskipun masih menyala yang jelas kipas angin itu sesungguhnya sudah nyaris tidak layak dipakai bayangkan saja untuk nomor kipas yang paling kencang tetap saja terasa sangat ringan dan bahkan suara kipas tersebut cukup mengganggu pendengarannya.


belum lagi saat dia mencoba untuk memposisikan kipas tersebut berdiri dengan baik dan benar selalu saja kipas itu menjadi miring dan tenggeng (Ibarat kepala jadi tertekuk dengan sempurna meskipun dipaksa untuk berdiri).


laki-laki tersebut mengacak-acak rambutnya untuk beberapa waktu, rasa gerah benar-benar menyiksa dirinya, Cakra buru-buru menoleh ke arah senja yang sejak tadi sibuk menyusun pakaian ke dalam kopernya.


"tidak bisakah kita keluar sebentar untuk membeli kipas angin yang baru?"


pada akhirnya laki-laki tersebut mulai membuka suaranya, sebenarnya dia inginkan untuk berkomunikasi terlalu banyak dengan garis yang ada di hadapannya itu, tapi bukankah ini menjadi alasan yang sangat tepat dan luar biasa untuk dirinya berkomunikasi dengan senja saat ini.

__ADS_1


gadis yang diajak bicara dengan cepat langsung menoleh, menghentikan gerakan tangannya kemudian menghadap ke arah Cakra.


"apa kipas angin yang kurang dingin?"


gadis tersebut bertanya dengan cepat sembari mengerutkan keningnya.


"tidakkah kau merasakannya? ini benar-benar menyiksa, coba duduk di tempatku dan rasakan apakah anginnya bisa mengenai tubuhku"


laki-laki tersebut mulai protes dan menepuk-nepuk kasur di sampingnya, wanita senja langsung duduk di sampingnya agar merasakan apakah ada angin atau tidak di tempatnya saat ini.


senja langsung beringsut, bergerak mendekati Cakra lantas duduk di sampingnya, berusaha untuk merasakan angin dari kipas angin tua miliknya.


"ini sudah cukup malam, aku ragu jika ada toko yang menjualnya"


gadis itu bicara dengan cepat menoleh ke arah Cakra.


laki-laki itu buru-buru melirik ke arah jam di dinding yang ada di sisi kiri mereka.


"tidak ada ke toko satu x 24 jam atau apapun itu? aku pikir ini masih jam 08.00 malam, jika kita tidak berhasil mencarinya di toko atau di manapun itu bukankah mall-mall besar biasanya masih buka?"


laki-laki itu kembali bertanya, bicara dengan tidak sabaran dan langsung berdiri dari posisi duduknya, dia menyambar kunci mobil yang ada di atas meja kecil yang warnanya sudah mengelupas di berbagai sisi.

__ADS_1


"bukankah menggunakan mobil akan semakin memperlambat laju jalan kita? ini adalah malam minggu, menggunakan mobil bukan alternatif yang baik, aku tidak bilang ini adalah kota besar tapi setiap kali malam minggu jalan menuju ke pusat kota jelas padat merayap"


Senja langsung protes saat Cakra ingin membawa mobilnya untuk mencari sebuah kipas angin.


sejenak Cakra menghentikan gerakannya, dia menatap kearah kunci mobilnya kemudian menatap ke arah senja.


"Lalu?"


tanya laki-laki itu kemudian.


"tentu saja kita pergi menggunakan motor, masa kita harus menggunakan sepeda?"


ucap gadis itu kemudian.


Cakra terlihat diam untuk beberapa waktu.


melihat ekspresi laki-laki di hadapannya jelas saja membuat senja menaikkan ujung alisnya.


"jangan bilang tuan tidak bisa mengendarai kendaraan roda dua?"


tanya gadis itu cepat sambil menatap wajah laki-laki di hadapannya itu untuk beberapa waktu.

__ADS_1


__ADS_2