Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Manusia itu tempat nya ketidakpuasan


__ADS_3

Saat senja menanyakan siapa orang yang dimaksud oleh Cakra, realitanya tidak membuat laki-laki tersebut menjawab pertanyaannya, Cakra lebih memilih menunggu senja untuk meraih handuk baru di walk in closet.


"Aku pikir handuk baru nya di walk in closet"


laki-laki itu bicara dengan cepat kemudian dia melirik ke arah senja yang tanpa bingung dengan apa yang diucapkannya tadi.


sejenak keheningan terjadi, gadis tersebut diam, hingga pada akhirnya Senja bergerak menuju kearah Walk in closet, mencari handuk baru untuk Cakra, setelah mendapatkannya gadis tersebut menyerahkan handuk tersebut pada Cakra.


Kepalanya sejak tadi diliputi sejuta tanda tanya soal apa yang diucapkan Cakra.


Setelah laki-laki tersebut menerima handuk dari tangan gadis yang ada di hadapannya itu, Cakra kemudian berkata.


"Aku akan memindahkan bapak ke rumah di desa besok"


ucap nya cepat sembari menatap ke arah Senja.


mendengar ucapan laki-laki yang ada di hadapannya membuat Senja sejenak diam, gadis tersebut langsung menoleh ke arah Cakra menatap laki-laki itu untuk beberapa waktu.


Seolah-olah lupa apa yang diucapkan oleh Cakra tadinya dia fokus pada apa yang diucapkan oleh Cakra saat ini.


"aku pikir tuan memiliki hak atas segalanya, sejak kesepakatan terjadi tuan yang memegang semua kendali atas diriku dan keluargaku"


gadis itu bicara sembari terus menatap bola mata Cakra.


"Aku memang memegang kendali atas segalanya, tapi aku bicara pada mu dari sudut suami kepada istrinya, hitung-hitungan Karena aku sedang berusaha untuk menghargai kamu, menanyakan keputusan sebelum semua dilakukan"

__ADS_1


seperti biasa laki-laki itu bicara begitu datar, dia hanya berusaha untuk menghargai senja yang telah dia nikahi.


"Memindahkan orang tua mu tanpa membicarakannya terlebih dahulu mungkin akan terlihat dan terdengar sangat tidak baik di antara kita, jangan sampai saat orang tua ku bertanya kamu bingung mencari keberadaan bapak mu sendiri"


Lanjut laki-laki itu lagi.


"Aku cukup tersanjung mendengar nya di awal, tapi kata-kata di akhir lumanyan tidak sedap di dengar, aku tahu dan aku paham maksud dari apa yang tuan ucapkan itu"


Senja kemudian menjawab sambil dia bergerak kearah kursi di mana Cakra tadi meletakkan tas kerjanya dan melepaskan sepatunya di sembarang tempat.


Gadis tersebut meraih tas dan sepatu Cakra, memilih menyusun nya ketempat yang seharusnya.


"Pergilah tidur lebih awal, besok aku akan membawa mu ke satu tempat"


"Apa membawa ku ketempat mewah seperti membeli pakaian dengan harga puluhan hingga ratusan juta?"


Tanya Senja kemudian, dia berbalik lantas menatap kearah Cakra.


"Jika kesana, aku menolak nya"


Lanjut nya lagi.


Cakra menaikkan ujung bibirnya.


"Biasanya para gadis suka masuk ketempat seperti itu"

__ADS_1


Kalimat yang di lontarkan nya terdengar Mengejek, cukup tidak percaya gadis seperti Senja tidak menyukai nya.


terlalu munafik.


Senja tahu arti tatapan Cakra.


"Mungkin memang aku menyukainya, aku akan mendapatkan segala fasilitas ini selama pernikahan kita, tapi setelah kita bercerai aku tidak sanggup menbuat diri ku terbiasa dengan kemewahan-kemewahan itu, sehingga pada akhirnya itu akan membuat ku berubah untuk menjadi gadis penjajah untuk mengobral diri pada banyak laki-laki demi mempertahankan gaya hidup yang tinggi, aku bukan gadis semacam itu, tuan tahu? diri kita sesungguhnya kita sendiri yang membatasi nya dari gemerlap nya godaan dunia, jika kita turuti dunia dan seisinya maka tidak akan pernah ada habisnya"


"sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438).


"dan aku Senja tidak akan berubah menjadi gadis kota yang silau dengan godaan kehidupan di kota, tuan"


Cakra tidak bergeming, mendengarkan ucapan demi ucapannya dikatakan oleh gadis yang ada dihadapannya tersebut, realitanya ingin membantah tapi apa yang diucapkan sejak betul adanya, satu hari saat mereka berpisah dia yang terbiasa memberikan gelimangan harta akan mengubah Senja pada kehidupan yang tidak dia duga.


"Aku hanya sedang menjaga diriku sendiri dari kehidupan yang bukan kehidupan ku, tuan"


Lanjut Senja lagi.


Kembali mereka diam, hingga akhirnya Senja memilih untuk memalingkan wajahnya.


"Aku ingin membawa mu ke makam Jelita"


Ucap laki-laki tersebut kemudian.


Mendengar itu seketika membuat Senja menghentikan langkahnya, dia langsung berbalik dan menoleh kearah Cakra.

__ADS_1


__ADS_2