
Catatan \= Mak author masih sakit dalam beberapa hari ini mak, udah dari dokter, tukang kerok, tukang urut dan lain-lain Mak jadi maafkanlah slow update Mak🤧🤧🤧🙏🏻🙏🏻🙏🏻.
Ternyata kalau sakit Mak author bukan wonder woman 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭.
******
Anggara yang berada di ujung ruangan seketika melangkah mendekati Mell, langkah kaki laki-laki tersebut terlihat begitu santai dan tenang, dia menatap wanita yang tengah marah menggebu-gebu tersebut dengan tatapan sedikit mengejek.
"Bisakah kita bicara nanti? semua orang tengah sibuk saat ini"
Anggara bicara cepat, menatap tajam kearah Mell, wanita tersebut jelas semakin melotot menatap Anggara.
"Kau berani mengusir ku dari ruangan ku sendiri? bahkan mengusir ku didepan orang-orang ku?"
Wanita tersebut masih bertanya dengan tidak tahu malu.
Mendengar ucapan Mell seketika Anggara mendengus tidak percaya, dia menatap wanita di hadapannya tersebut dengan tatapan penuh kebencian.
"Aku masih mencoba memberikan toleransi Mell, aku harap kamu tidak keluar dari akal waras mu, Mell"
Setelah sekian tahun, pada akhirnya Anggara mengeluarkan suaranya, cukup lama dia memendam semuanya, menahan seluruh keadaan agar tidak pecah, dia bersabar hingga tiba pada hari yang telah direncanakan.
Sengaja memilih diam selama ini bukan karena dia takut tapi dia sedang menyusun strategi untuk menjatuhkan wanita di hadapannya tersebut, tidak ingin bergerak tergesa-gesa selain akan mengancam posisi nya, dia takut rencana yang disusun bertahun-tahun
Saat Anggara berkata begitu, Mell langsung menaikkan ujung alisnya.
"Apa?"
__ADS_1
"Kau bukan lagi pemilik Dewantara group"
Jelas sekali ucapan Anggara, membuat Mell semakin meledak-ledak.
"Kau menandatangani semua nya? kau punya kemampuan? tanpa tanda tangan dari ku kau tidak bisa melakukan nya, aku bisa menuntut mu atas dasar penipuan"
Wanita tersebut menjerit histeris, mendorong tubuh Anggara kini yang ada dihadapan nya.
"Kau memalsukan tanda tangan ku hah? bajingan, aku akan menuntut mu karena berani-berani melakukan kecurangan, pergi dari sini dan tahu diri siapa kamu disini, aku akan mengirim surat perceraian kita dan kau kini bukan siapa-siapa ku lagi"
Mell terus bicara menggebu-gebu, bola matanya hampir keluar,dia nyaris tidak bisa mengendalikan mulut nya. Bayangkan bagaimana tatapan semua orang di ruangan tersebut, mereka mulai bergosip miring, bahkan mengejek tindakan Mell yang cukup memalukan.
Anggara terlihat mendengus, dia kemudian berkata.
"Kau benar-benar telah kehilangan akal waras mu Mell"
"Apa kau lupa Dewantara milik siapa?"
Laki-laki tersebut bertanya, menatap tajam kearah Mell.
"Kau merebut nya dari Dewantara yang notabene nya mertua ku, bagaimana bisa dengan penuh percaya diri kamu berkata ini milik mu,. sedangkan pemilik aslinya adalah putri dan cucu Dewantara sendiri"
Ini kali pertama Anggara benar-benar meledak-ledak, bicara dengan Mell dengan penuh kemarahan, dia benci mengatakan nya, tapi itu realitanya.
"Kau merebut hak yang bukan hak mu Mell, dan sejak awal semua ini memang bukan milik mu dan ini akan kembali pada siapa yang seharusnya menerimanya"
"Apa?"
__ADS_1
Mell terkejut mendengar ucapan Anggara.
Laki-laki tersebut bicara lantas mendorong Mell dengan kasar, membuat wanita tersebut terhenyak kaget.
Kemudian Anggara menatap kearah meja dan kursi utama pemilik perusahaan raksasa tersebut, Mell yang mendengar ucapan dan tatapan mata Anggara seketika ikut menoleh ke arah tatapan Anggara.
Dan dalam hitungan detik seketika ekspresi wanita tersebut memucat.
"Kau...?"
Dia tidak percaya dengan siapa yang dilihat nya saat ini, Mell yang terduduk di lantai tampak tidak percaya dengan penglihatan nya.
"Tidak mungkin'
Dia tercekat.
Anggara secara perlahan menjongkokkan tubuhnya, sengaja menduduki tubuh nya di antara kedua kakinya.
"Mau aku beritahukan sesuatu? kau sendiri yang menandatangani surat pengunduran diri mu kemarin, Mell"
Bisik Anggara pelan.
"Dan hari ini, aku memberikan talak 3 ku pada mu Mellisa Wulandari binti xxxxxxx......"
Seketika dunia wanita tersebut runtuh saat kata talak terucap dari balik bibir Anggara dibalik telinga nya.
"Tidak."
__ADS_1