
Masih di rumah sakit xxxxxxx
Kamar rawat inap Vervita.
Seorang wanita berusia setengah baya lebih terlihat berlarian dari arah depan kamar salah satu ruang inap rumah sakit, wajah cemas terlihat menguasai wajah wanita tersebut, tidak dia pedulikan ketika langkahnya dikejar oleh seseorang dari arah belakang yang dia pedulikan adalah seseorang yang harus segera dia lihat keadaannya.
Vervita, putri nya, gadis itu katanya pingsan karena keadaan di mana mereka bilang Rudi berada pada masa kritis ya setelah ditembak oleh istri dari Anggara sang pemilik Dewantara group.
"Sayang?"
Brakkkkkkk.
Dia membuka pintu ruang rawat inap yang ada di hadapannya dengan cepat, tidak begitu kencang namun menimbulkan suara yang cukup menggema ketika dia membuka pintu tersebut dari beberapa arah, rupanya sudah ada yang tinggal bersama putrinya di sana dimana bisa wanita itu lihat di atas kasur mendominasi berwarna putih putrinya tengah berbaring dan terlelap di atas nya.
"Mbak Niar?"
Wanita tersebut bicara, agak terkejut melihat mama Niar ada di sana, dja bergerak mendekati wanita tersebut.
"Kondisi Vervita cukup tidak baik"
Mama Niar bicara sedikit berbisik, membiarkan nyonya Raisa mama Vervita mendekati dirinya.
__ADS_1
"Dehidrasi, stress tinggi, anemia dan entahlah..."
Mama Niar tidak berani melanjutkan kata-katanya.
Nyonya Raisa terlihat diam, dia duduk di kursi tepat dihadapan mama Niar.
"Dia terlalu banyak berpikir soal Rudi"
Raut wajah wanita tersebut seketika berubah murung, dia menundukkan wajahnya.
"Kenapa tidak ada yang memberitakan pada ku soal Rudi? padahal semua orang tahu bagaimana cara ku memperlakukan Rudi selama ini?"
Yah jika dipikir-pikir tidak ada gunanya bercerita dengan nya soal Rudi, mungkin bagi semua orang karena anak itu hanya sekretaris pilihan suami nya untuk putra nya tapi tetap saja dia sering bergantung pada Rudi untuk beberapa urusan selama lebih dari 4 tahun ini jadi bagaimana bisa dia seolah-olah harus pura-pura abai dan masa bodoh pada pekerja setia suami nya.
Setidaknya seorang atasan juga keluarga atasan punya sedikit kepedulian untuk karyawan mereka, tidak salah membantu jika ada yang kesulitan apalagi seperti kondisi Rudi yang sampai seperti saat ini di mana laki-laki tersebut rupanya menderita penyakit yang cukup mematikan, dia bagaimana bisa pura-pura tidak tahu dan tidak peduli.
"Aku juga baru tahu dalam satu bulan ini, saat Vervita terus mendesak Haris agar membujuk Rudi untuk ikut kemoterapi"
Nyonya Raisa bicara penuh penyesalan.
Rudi Anggara, laki-laki itu satu-satunya yang mampu mengubah kebiasaan buruk Vervita, dia yang mampu membuat Vervita bersikap jauh lebih dewasa dari sebelumnya, Rudi memberikan pengaruh positif untuk Vervita sejak Gunawan mengenalkan laki-laki itu pada suaminya.
__ADS_1
Awalnya hanya meminta bantuan untuk menggantikan Cakra menemani nya ke pesta perusahaan, kemudian mengantar jemput nya ke acara teman-teman Vervita, hubungan yang dimulai aneh dan lucu, saling bertolak belakang membuat putrinya jatuh cinta pada Rudi Anggara.
Dia bahkan tidak bisa menolak nya, anak itu benar-benar sopan dan pandai mengambil hati orang tua, bahkan suaminya terus mengeluarkan pujian pada Rudi dihadapan dirinya dan semua orang, belum lagi Gunawan terus berkata Rudi sangat bisa di andalkan, berikut nya hal mengejutkan semakin menjadi-jadi saat mereka tahu Rudi adalah penerus sah dari Dewantara group, anak yang dibuang bersama ibu nya oleh wanita gila bernama Mellisa Wulandari.
Wanita itu bahkan begitu dia benci, karena pernah menjebak suaminya dan perusahaan mereka hingga terpuruk pada posisi paling bawah dan nyaris hancur.
Mendengar Rudi bergerak untuk menghancurkan Mellisa, bayangan bagaimana tidak bahagia nya dia.
Katakan pada Raisa, bagaimana bisa dia menolak Rudi untuk Vervita, dari penampilan dan kemasan juga perilaku nya saja sudah membuat mereka suka, apalagi saat tahu anak itu penerus sah Dewantara jelas saja semakin membuat mereka merasa bahagia tapi nasib mungkin tidak berpihak baik pada putri mereka, Rudi Anggara tidak baik-baik saja.
Penyakit yang menggerogoti nya semakin memupus harapan untuk melihat Rudi hidup dengan baik dan menjadi bagian dari pada keluarga mereka, baginya dia sudah merasa Rudi merupakan calon menantu pilihan terbaik mereka.
Meksipun Rudi belum benar-benar membalas perasaan Vervita karena masa lalu nya, tapi sebagai seorang ibu dia bisa melihat terselip cinta yang mulai tumbuh di hati laki-laki tersebut untuk putrinya, terkadang kehadiran seseorang yang istimewa mampu mengikis perlahan kisah masa lalu yang kebetulan hadir dan mengganggu.
Namun kini apakah dia harus memupus harapan putri nya? setelah Rudi harus bertarung nyawa di ruang operasi kini laki-laki tersebut sedang berjuang untuk bangun dari masa kritis nya entah hingga kapan.
Mendengar ucapan nyonya Raisa, mama Niar seketika diam membisu, dia memilih memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.
Di sudut sana tanpa disadari Vervita bangun dari tidur nya, gadis tersebut mencoba menahan getaran pada tubuh nya, menggigit bibir nya dan berusaha untuk tidak menangis menjadi-jadi karena nyaris kehilangan asa.
Bangunlah, aku disini masih setia menunggu mu hingga akhir.
__ADS_1