Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Aku masih seperti yang dulu


__ADS_3

Kembali ke masa sekarang.


Setelah acara pernikahan Cakra dan Senja.


Mak Hesty terlihat melebarkan senyuman nya, menyalami para tamu yang tersisa di dalam gedung Pullman Jakarta Central Park hotel tersebut, jangan ditanya bagaimana rasa lelah menghatam tubuhnya sejak tadi saking banyaknya undangan yang hadir di dalam pesta pernikahan Cakra dan Senja.


meskipun tidak dipungkiri semua telah diserahkan pada wedding organizer dan pihak tuan rumah sama sekali tidak menyentuh untuk luar pelaksanaan pesta pernikahan atau menyiapkan apapun, untuk pihak keluarga yang mendampingi pengantin yang juga mengalami satu persatu tamu jelas saja mengalami kelelahan yang cukup luar biasa.


bahkan saking khawatirnya dengan bapak yang berada di atas panggung sejak tadi, Mak sempat mendiskusikan dengan Mama Niar dan Nabila jika bapak sebaiknya beristirahat di ruangan khusus yang disediakan untuk keluarga dan membiarkan satu laki-laki dari pihak keluarga Senja yang ikut dari tempat asal mereka mendampingi Mak untuk menjadi pendamping pihak perempuan.


Senja dan Cakra sudah beranjak dari kursi singasana pengantin, kasihan dengan Senja yang sudah cukup kewalahan karena sejak awal harus menopang mahkota seberat hampir 4 kilogram di atas kepalanya, belum lagi setelah itu harus berganti pakaian pengantin yang beratnya lumanyan karena berbagai macam batu Swarovski dan batu safir yang menghiasi gaun pengantin tersebut, ditambah Senja seperti nya sudah mengeluh lelah karena selama beberapa hari sudah kelelahan lebih dulu sebab mereka harus mondar-mandir menyampaikan berita dan mengantar undangan pada pihak keluarga Cakra dibeberapa kota.


Karena itu pada akhirnya Mama Niar dan Papa Gunawan meminta pihak panitia membawa Senja dan Cakra beranjak setelah tamu sudah hampir habis dan membiarkan kedua orang tersebut melesat pergi dari sana.


Mak Hesty cukup lega, dia menghela pelan nafasnya saat melihat tamu sudah benar-benar habis saat ini, hanya tersisa beberapa tamu saja yang masih sibuk mengobrol dengan besan nya.


"Mak pamit ke belakang"


Mak bicara dengan Nabila, minta pamit ke toilet karena tidak bisa menahan lagi keinginan nya untuk pergi ke toilet, dia cukup lama menahan nya.


"Mak tahu tempat nya?"

__ADS_1


Nabila buru-buru bertanya, khawatir kalau Mak bingung mencari sisi toilet, dia pikir dia bisa minta bantuan Rudi, tapi batang hidung laki-laki itu tidak kunjung terlihat sejak pagi.


"Mak tahu, ke sisi sana dan ke sana kan?"


Wanita itu menjawab cepat, tidak membiarkan Nabila khawatir dengan dirinya, Mak buru-buru pamit pergi, bergegas turun panggung dan keluar dari ruangan tersebut.


Mama Niar sempat bingung dengan gerakan Mak Hesty yang turun panggung dengan cepat sebab dia masih mengobrol dengan beberapa teman baiknya, buru-buru mama Niar bertanya dengan Nabila kemana Mak Hesty akan pergi.


Begitu mendapatkan jawaban nya, mama Niar mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.


Mak melangkahkan kakinya cepat menuju kearah samping, dia bergerak cepat mencari lokasi toilet terdekat, masih sempat bertanya dengan pegawai disana takut tersesat, maklum dia bukan lagi masih muda seperti dulu, bisa Khatam hafal jalan dalam sekali ingatan, setelah tua sulit menghapal jalan, mungkin selain bertambah nya usia, faktor pikiran menjadi pemicu orang cepat tua.


Akhirnya Mak bergerak ke sisi kanan nya, dengan cepat melangkahkan kakinya, namun seketika Mak menghentikan langkahnya saat dia menyadari soal sesuatu dihadapan nya, seseorang bergerak di ujung sana, berjalan mendekati nya dengan tatapan yang sulit di Artikan.


Mak seketika menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya saking terkejutnya.


Wajah tak asing yang pernah dirindukan siang dan malam, masih terkadang terbesit didalam dia berharap dia baik-baik saja, masih berharap dia mengingat dirinya, masih berharap bisa berjumpa walaupun hanya sesaat.


Tahukah kamu? aku masih di sini menunggu dan aku tidak sanggup sendiri tanpa kamu.


*****

__ADS_1


TAK INGIN SENDIRI


Dian Piesesha


AKU MASIH SEPERTI YANG DULU


MENUNGGUMU SAMPAI AKHIR HIDUPKU


KESETIAANKU TAK LUNTUR


HATIPUN RELA BERKORBAN


DEMI KEUTUHAN KAU DAN AKU


BIARKANLAH AKU MEMILIKI


SEMUA CINTA YANG ADA DIHATIMU


APAPUN KAN KUBERIKAN


CINTA DAN KERINDUAN

__ADS_1


UNTUKMU DAMBAAN HATIKU


Mari mengenang lagu lawas yuxzzzz❤️.


__ADS_2