Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Sebelas dua belas


__ADS_3

"Na.... jaga adab dan sopan santun Mu Na, please. ini sudah terlalu malam untuk membuat kericuhan"


Vervita berusaha untuk mengingatkan Riana ketika dia menyadari saat ini sudah masuk jam 9 malam.


Alih-alih mendengarkan apa yang diucapkan oleh temannya, gadis yang diajak bicara berkata.


"Alahhhh takut banget dengan yang nama nya malam"


ucapnya dengan cepat.


Dan begitu Riana menepikan mobilnya, dia celingak-celinguk menoleh ke kiri dan ke kanan nya kemudian gadis tersebut mencoba untuk segera membuka pintu mobilnya dengan cepat dan dia mencoba untuk keluar lantas turun dari sana.


"Oh Vernita seharusnya kau tidak ikut gila dengan dirinya"


Teman Riana bicara pelan, dia meraih handphone nya dengan cepat saat melihat Riana benar-benar turun dari mobilnya dan bergerak untuk bertamu ke rumah panggung yang ada di sisi kiri mereka.

__ADS_1


Gadis itu berusaha untuk menghubungi seseorang dengan perasaan panik, dia tahu betul bagaimana karakter Riana, 11-12 dengan karakter Mama gadis tersebut yang selalu dia panggil Tante Mell, wanita itu setiap kali tidak menyukai seseorang akan bertindak melampaui batasannya, bahkan dia tidak malu menyerang siapapun atau bahkan memenjarakan siapapun juga menghancurkan hidup siapapun.


Image buruk wanita itu jelas terdengar senter di pusat kota di antara para istri kalangan pembisnis, tidak ada yang tidak tahu bagaimana sifat istri


Sifat istri tuan Anggara tidak secantik wajah nya, bener-bener meresahkan dan juga membuat siapapun yang bertemu dengannya bergidik ngeri dan berpikir dua tiga kali untuk bisa dan mau bersama wanita tersebut dalam banyak kegiatan.


Bahkan mama Vervita selalu berusaha memasang jarak dengan wanita tersebut.


"Bukannya gimana, kalau bukan karena saham mereka ada di perusahaan papamu, Mama mana mau hilir mudik ikut berbagai macam kegiatan dari arisan dan lain sebagainya dengan mama Riana, perhatikan pertemananmu dengan dia, biasanya sifat anak tidak jauh dari orang tuanya, Mama tidak benci kamu berteman dengan Riana, tapi jaga adab dan sopan santunmu tiap kali kamu bersamanya, karena mama nya tidak mengajar kan adab yang baik pada putrinya"


ucap mamanya setiap kali untuk memperingati dirinya.


dia pikiran Riana tidak mungkin menuruti sifat mamanya, karena dulu saat masih kecil mereka berteman bersama gadis itu masih bisa diatur meskipun sebenarnya terkesan kasar dan sedikit keras kepala, tapi seiring berjalannya usia gadis itu terus ngelunjak, sifatnya benar-benar makin lama makin buruk, jelas sangat berbeda sekali dengan jelita kakak perempuan nya.


perempuan itu begitu lemah lembut, penuh perhatian dan banyak kasih sayang, tidak heran jika Cakra jatuh cinta pada jelita, dan sampai mati tidak akan pernah jatuh cinta pada Riana.

__ADS_1


mereka memiliki sifat bagaikan langit dan bumi, bahkan seperti siang dan malam, dan juga sangat tidak cocok untuk disandingkan dalam satu frame bersama.


Vervita pikir kenapa dia bisa berteman dan bertahan dengan Riana?!..


Gadis tersebut memejamkan bola matanya.


Kalau bukan karena kamu aku tidak akan sampai sejauh ini tahu.


Oceh gadis itu kemudian.


Dia menunggu panggilan nya terhubung di ujung sana, mendengar nada dering nya terus mengeluarkan suara berisiknya sembari bola mata Vervita mentap Kearah Riana ya kini benar-benar bergerak menuju ke arah rumah panggung di sisi kiri mereka.


"Halo?"


Tiba-tiba terdengar jawaban dari ujung sana, membuat gadis tersebut lega mendengarnya.

__ADS_1


"demi apapun kau tahu Riana ada di rumah istri Cakra"


ucap gadis tersebut kemudian dengan cepat kepada seseorang di seberang sana.


__ADS_2