Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Membuat nya gelisah dan berdebar-debar


__ADS_3

Kembali ke masa kemarin.


Rumah sakit xxxxxxx


Kanada.


"Kalian siapa?"


Begitu Rudi membuka bola matanya saat laki-laki tersebut mampu melewati masa kritis dan koma nya, dan mulai mendapatkan kesadaran nya, hal pertama saat bangun Rudi menatap semua orang dan bertanya hal yang membuat semua orang terkejut setengah mati.


Tuan Anggara terlihat membeku, dia menatap Rudi dengan tatapan berkaca-kaca.


"Ada apa dengan putra ku, dok?"


Dia bertanya, menatap khawatir pada dokter yang ada dihadapan nya.


"Kita akan menjalani tes ingatan, ada beberapa kasus pasien yang terjadi seperti itu dimana pasien bisa mengalami lupa ingatan sementara setelah pasca operasi, tapi untuk benar-benar kehilangan ingatan nya pada waktu lama dan berkepanjangan memang jarang terjadi, namun kita masih harus mencoba untuk melakukan tes pada putra anda"


Dan ucapan dokter tersebut membuat tuan Anggara dan Mak khawatir berat.


"Kamu tahu ini siapa son?"


Dokter bertanya pada Rudi, menatap kearah Rudi sambil menunjuk kearah foto Mak, bapak, April dan Senja.


Rudi lama berpikir, menatap kearah foto-foto beberapa orang yang ada dihadapan nya, laki-laki tersebut perlahan menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


Dokter tersebut terlihat diam, dia memijat-mijat Kepala nya untuk beberapa waktu.


"organisasi The Brain Tumour Charity berkata kehilangan ingatan setelah menjalani bedah saraf seperti operasi otak adalah hal yang normal, hanya saja rata-rata pasien yang mengalami hal tersebut pada jangka waktu pendek dan tertentu, kami pikir Rudi mengalami kehilangan ingatan untuk jangka waktu lama dan panjang, mungkin efek tembakan juga menyebabkan cindera pada bagian tertentu otak, anda hanya perlu mencoba membawa putra anda pada beberapa kenangan masa lalu untuk mengembalikan ingatan nya, tidak mudah tapi terkadang beberapa kenangan akan menarik kembali ingatan lama seseorang"


Dan tuan Anggara hanya mengangguk kan kepala nya saat mendengar ucapan dokter yang menangani putra nya tesebut.


*****


Kembali ke masa kini


beberapa Minggu yang lalu


Kediaman utama keluarga Dewantara.


Rudi terlihat sibuk dengan beberapa berkas-berkas nya, beberapa bulan ini dia mulai fokus pada perusahaan, meskipun begitu dia sebenarnya tidak diizinkan untuk terlalu banyak terlibat lebih dalam untuk mengurus semuanya tapi laki-laki tersebut berkata, terlalu lama beristirahat membuat dia semakin stress dan tertekan.


"Angga"


Suara tuan Anggara seketika mengejut kan Rudi.


"Ya Pa?"


"Ingat gadis yang kamu lihat di perusahaan kemarin dari lantai atas?"


Laki-laki paruh baya lebih tersebut bertanya pada putranya, membuat Rudi langsung menghentikan gerakan tangannya dan langsung memecah konsentrasi nya.

__ADS_1


Gadis yang dia lihat di perusahaan, seketika senyuman mengembang dari balik bibir nya, dia tidak sengaja melihat nya saat gadis tersebut terlihat kebingungan mencari seseorang, ekspresi gadis itu terlihat begitu manis saat dia menampilkan sisi panik nya, entahlah hati nya seolah-olah bergetar Saat melihat nya, itu tatapan pertama nya tapi seakan-akan tidak asing untuk dirinya.


"He em, putri tuan Haris dan nyonya Raisa"


Dia mencoba mencari tahu, meskipun cukup sulit dia harus jadi detektif dalam beberapa hari demi rasa penasaran nya yang tinggi hanya untuk seorang gadis.


Bahkan dia rela bertanya pada papa nya dan membuang rasa malu nya demi untuk mendapatkan informasi soal gadis tersebut.


"Nama nya Vervita'


Saat papa nya pertama kali menyebutkan nama gadis tersebut, terasa satu getaran menghantarkan gelanyar aneh di hati nya, dia berdebar-debar dengan degub jantung yang tidak beraturan.


"Mau melakukan janji temu? papa mengatur nya untuk kamu"


Mendengar ucapan papa nya seketika membuat laki-laki tersebut terkejut.


"Ya?"


Tanya nya dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.


"Bagaimana jika dia tidak menyukai ku?"


Angga bertanya, menelisik bola mata papa nya.


Alih-alih menjawab, tuan Anggara hanya mengulum senyuman nya.

__ADS_1


"Kamu menyukai gadis tersebut?"


Dan saat tanya tersebut di berikan, Angga terlihat grogi sembari menyentuh lembut tengkuk nya.


__ADS_2