
Jangan pernah memberikan cela pada pendosa, karena syetan selalu ada ditengah-tengah dua anak manusia dengan gender yang berbeda.
*****
Dapur.
Bibi Andot berulang kali aku berkata kepada Senja jika dia bisa melakukannya sendirian, itu sudah menjadi tanggung jawabnya dalam mempersiapkan seluruh sarapan pagi untuk keluarga besar Gunawan, tapi gadis itu terus mengembangkan senyumannya dan berkata dia bisa membantu walaupun tidak banyak.
"nanti takut nya nyonya malah marah karena nona ikut turun tangan untuk masuk ke dapur dan mempersiapkan segala urusan"
wajah wanita tua itu tampak terlihat sedikit khawatir, dia takut jika nyonya besar rumah itu turun dari lantai atas dan melihat apa yang dilakukan oleh Senja saat ini.
"saya bisa melakukannya seorang diri nona"
ucap wanita tersebut lagi mencoba untuk meyakinkan senja.
"tidak apa-apa bi aku bisa membantu untuk beberapa hal dan sisanya Bibi bisa melakukan apa yang Bibi biasa lakukan"
gadis tersebut bicara sembari membantu untuk membersihkan beberapa macam sayuran yang ada di hadapannya, tangannya begitu cekatan untuk melakukan berbagai macam tugas yang sebenarnya hal seperti ini sudah menjadi kegiatan sehari-harinya sejak dulu.
Dia juga memindahkan air hangat yang baru mendidih ke termos sehingga membuat wanita tersebut sejenak memejamkan bola matanya, takut jika-jika Senja ketiban air panas.
pikiran sudah kemana-mana.
meskipun Bibi Andot terus protes sajak tadi, tapi tetap saja Senja bersikeras untuk membantunya, wanita tua itu pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepala dan tidak tahu harus berkata apa.
"Jangan khawatir bi, nanti kalau mama tanya Senja bilang kalau ini inisiatif Senja sendiri untuk ikut mengerjakannya dan bukan atas permintaan bibi"
gadis itu seolah-olah tahu kekhawatiran wanita yang ada di hadapannya tersebut dia bicara mencoba menenangkan orang yang telah bekerja kepada mertuanya tersebut selama berapa tahun.
pada akhirnya mereka berdua terus berkutat di dapur tersebut menyelesaikan semua tugas untuk mempersiapkan sarapan para keluarga Gunawan.
Setelahcukup lama mereka berkutat di dapur pada akhirnya bisa terlihat dari lantai atas Nabila turun bersama putrinya dari atas, perempuan itu menggendong putrinya sambil terus menepuk-nepuk punggungnya dengan cara yang hangat.
__ADS_1
begitu masuk ke dapur Nabila cukup terkejut saat melihat Senja sudah ada di sana bersama Bibi pelayan rumah.
"Kamu sudah bangun sayang?"
Nabila bertanya sembari meletakkan putrinya ke atas kursi makan, membiarkan putrinya duduk di sana dan dia bergerak membuat susu untuk putrinya tersebut.
meskipun sebenarnya putrinya sudah cukup dewasa sudah mau masuk TK tapi tetap saja anak itu doyan minum susu setiap pagi dan harus disuguhkan satu gelas susu.
mendengar ucapan dari kak nabilanya seketika membuat Senja mengembangkan senyumannya dia menganggukkan kepalanya sembari berkata.
"Iya kak"
setelah berkata seperti itu senja langsung mendekati Putri kakak iparnya tersebut, dia mengajak gadis tersebut bercanda untuk beberapa waktu.
"kamu tidak harus ikut membuat sarapan, bibi Andot sudah terbiasa mengerjakan semuanya sendiri"
ketika perempuan itu berkata seperti itu Bibi Andot terlihat diam, senja kemudian berkata.
"tidak apa-apa kak, aku hanya merasa tidak memiliki pekerjaan di kamar karena, aku pikir membantu bibi untuk menyiapkan sarapan di pagi hari akan mempercepat semua nya"
alih-alih menjawab perempuan tersebut hanya menganggukkan kepalanya, dia fokus membuatkan susu untuk putrinya kemudian tiba-tiba Nabila berkata.
"Cakra suka minum kopi dengan sedikit gula, dia tidak suka kopi manis karena baginya manis bisa membuat perutnya tidak enak di pagi hari, dan juga laki-laki itu tidak suka makanan yang manis, jadi saran kakak waktu kamu menyiapkan Cakra sarapan usahakan untuk menyiapkan berbagai jenis makanan yang gurih"
perempuan tersebut seolah-olah memberitahukan kepada senja apa yang disukai dan tidak disukai oleh adiknya tersebut.
dia berharap senja bisa memilah makanan apa yang bisa dikonsumsi oleh adik laki-lakinya itu ketika mereka pulang ke rumah.
"Cakra type laki-laki tidak pernah protes dengan apapun yang disiapkan oleh orang-orang untuk dirinya, tapi realitanya terkadang dia terpaksa memakan apapun yang diberikan oleh orang karena berusaha untuk menghargainya. Oleh sebab itu kakak mencoba untuk memberitahukan kamu apa yang disukai dan tidak disukai oleh Cakra"
lanjut perempuan itu lagi kemudian.
Senja tampak mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh kak Nabila-nya, baru tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh laki-laki tersebut.
__ADS_1
gadis tersebut mengulum senyumannya saat tahu Cakra minimal bisa menghargai apapun yang diberikan oleh orang lain meskipun tidak menyukainya.
"Aku baru tahu dia suka makan makanan gurih, kemarin hampir membuatkan nya bubur ketan hitam untuk sarapan pagi, tapi karena Senja lihat Cakra terburu-buru, jadi lebih memilih menu praktis roti sandwich"
dia bercerita mengingat soal kemarin, tapi dia membuatnya tanpa sepengetahuan Cakra, membiarkan bibit pelayan untuk menyajikannya pada laki-laki tersebut.
mendengar ucapan senja seketika membuat Nabila tersenyum.
"Aku sangat berterima kasih dengan informasi dari kakak, karena sejak kemarin aku sedang berpikir dengan keras sebenarnya makanan apa yang paling dia sukai"
gadis itu mengembangkan senyuman paling tercantiknya bicara dengan Nabila sembari menarik nafasnya dengan lega, dia pikir informasinya sangat berguna saat kembali ke rumah dia bisa membuatnya makanan sesuai dengan selera laki-laki tersebut.
meskipun pernikahan mereka tidak sungguh-sungguh tapi minimal dia punya tugas sebagai seorang istri untuk Cakra selama dia menjadi istri laki-laki tersebut.
di tengah obrolan mereka Cakra tiba-tiba turun dari lantai atas, laki-laki tersebut terlihat telah bersiap dengan pakaian kantornya, senja memilih menundukkan kepalanya tidak menatap karena laki-laki tersebut kemudian dia berusaha untuk membuang pandangannya.
tiba-tiba saja begitu Cakra sudah ada di antara mereka laki-laki tersebut berkata.
"aku harus pergi pagi-pagi sekali menuju ke perusahaan, nanti biarkan Rudi yang mengantar Senja."
Senja yang terlihat sibuk mencoba mempersiapkan kopi untuk Cakra menghentikan gerakan tangannya.
"Kenapa kamu selalu saja membiarkan seorang laki-laki untuk mengantar istrimu? apa kamu lupa mereka bukan mahrom nya"
Nabila terlihat protes pada adik laki-lakinya tersebut.
"itu bukan masalah, tidak ada yang harus aku khawatirkan antara mereka berdua"
ucap laki-laki tersebut dengan nada datar tanpa peduli bagaimana ekspresi Senja saat ini.
"Kau ini"
Nabila terlihat kesal mendengar Jawa Cakra.
__ADS_1
Senja sendiri langsung memejamkan bola matanya sejenak dan sama sekali tidak mengeluarkan suara.