Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Amarah yang membara


__ADS_3

Kembali ke rumah sakit xxxxxxx


pusat kota.


Kemarahan Mell meluap-luap luar biasa, jangan ditanya bagaimana kemarahan Menghantam dirinya saat dia mendengar dari seberang sana jika dia tidak lagi memiliki Hak untuk mengatur segala sesuatu diperusahaan.


Dia telah di coret dari daftar Dewantara group dan para pemegang saham telah mendepak wanita tersebut dari sana dan memutuskan untuk mengganti nya dengan pewaris sah Dewantara group.


"Kau bilang apa?"


Bayangkan bagaimana terkejutnya wanita tersebut saat itu, masih bicara dengan sekretaris pribadi nya melalui sambungan telepon, keinginan menyingkirkan Anggara dan menghancurkan keluarga Vervita berbalik pada berita tergeser nya posisi dirinya dari Dewantara.


"maafkan aku nyonya, tapi anda saat ini bukan lagi pemilik sah Dewantara group, anda tidak lagi memiliki hak untuk mengatur segala sesuatu saat ini karena para pemegang saham telah mencoret nama Anda Dari daftar Dewantara grup dan posisi kepemilikan telah berganti menjadi penerus asli Dewantara sendiri"


"apakah kau sedang membual? apa yang kau bicarakan hah?"


dia bertanya dalam keterkejutannya mencoba untuk menetralisir detak jantungnya jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini wajahnya langsung berubah memucat dan tubuhnya langsung gemetaran.


"bagaimana bisa para pemegang saham dan semua orang membuat keputusan tanpa ada aku sang pemilik perusahaan?"


dia langsung bicara dengan suara meninggi di mana kemarahan mendalam langsung menghantam dirinya.


wanita itu pikir bagaimana bisa orang-orang membuat keputusan tanpa dirinya? segala sesuatu harus berdasarkan apa yang diucapkannya karena dia resmi merupakan pemilik Dewantara group dan tidak ada yang bisa mengganggu gugat hal tersebut bagaimana bisa jabatannya berpindah dan dia tidak lagi memiliki hak untuk memutuskan segala sesuatu.


"Anda bukan lagi pemilik Dewantara group, nyonya, maafkan aku"

__ADS_1


Suara diseberang sana kembali terdengar meminta maaf, dengan berat hati mengingatkan Mell atas keberadaan nya saat ini.


Dan kini Mell meninggalkan putri nya Riana sendirian di rumah sakit, bergerak cepat menuju kearah Dewantara group untuk tahu apa yang terjadi berikutnya.


******


Dewantara group


pusat kota


Derap langkah kaki nya memecah keadaan, sejak turun dari mobilnya wanita tersebut terlihat marah menggebu-gebu, bergerak menampilkan ekspresi wajah yang begitu luar biasa dipenuhi kekesalan, kemarahan dan tanda tanya besar.



Begitu dia masuk ke dalam gedung besar Dewantara group, para karyawan seketika menghentikan aktivitas mereka, menatap kehadiran Mell dimana wanita tersebut langsung berteriak dengan penuh kemarahan.



Semua orang saling menoleh antara satu dengan yang lainnya, sudah tahu berita yang pecah kemarin, dimana semua orang bergosip tentang karma dan ke syukur'an mereka tentang kejadian yang menimpa Mell.


Siapa yang tidak berharap wanita tersebut tersingkir dari Dewantara group? sudah sangat lama orang-orang berharap jabatan pemilik berganti, sudah kasihan melihat tuan Anggara di bawah jajahan perempuan laknat sekelas iblis nyata yang tersesat ke dunia manusia.


Semua sujud syukur atas pencapaian kehancuran Mell pada hari kemarin dan hari ini.


Ditengah teriakan Mell, seorang pegawai bicara dan berkata Anggara ada di ruangan nya.

__ADS_1


"Bapak ada di ruangan utama"


Ucap laki-laki tersebut pelan.


"Lalu siapa yang berani mengambil posisi ku saat ini? Anggara?dimana para pemegang saham saat ini?"


Dia bertanya dengan nafas menggebu-gebu, Pucak kemarahan nya sudah tidak bisa di tolerir saat ini.


"Semua orang ada di ruangan utama CEO, nyonya dan Anda bisa melihat penerus sah Dewantara group berikutnya di ruangan tersebut"


Dia masih menyimpan rasa sopan santun nya pada wanita berjuluk mallfincen tersebut, ibu tiri kejam dan istri laknat sinetron ikan terbang.


Mell secepat kilat naik menuju ke lantai atas, mencari ruang CEO utama Dewantara group, bergerak terburu-buru dan ingin tahu bagaimana bisa semua orang menyingkirkan dia, kalau bukan dengan izin dan tandatangan nya segala sesuatu tubuh mungkin bisa keluar dari keadaan.


Begitu tiba di depan sebuah ruangan, wanita tersebut buru-buru membuka pintu ruangan itu dengan penuh emosionalisme, mencari sosok siapapun di dalam sana yang bisa memuaskan amarahnya.



Seketika bisa dilihat ada banyak orang yang berada didalam ruangan tersebut dan menatap kearah Mell secara serentak.


Wanita tersebut masuk dalam keadaan tanpa rasa malu, meluapkan kemarahannya yang menggebu-gebu.


"Siapa yang berani menggeser posisi ku saat ini? siapa yang memiliki kendali atas semua hah? aku adalah pemilik asli Dewantara group, bagaimana bisa tanpa tanda tangan dari ku, posisi ku bisa tergantikan begitu sajyang


Dia bertanya, menatap satu persatu orang-orang yang ada disana, sejenak bola mata Mell beradu tatap dengan Anggara.

__ADS_1


"Kau bahkan tidak memiliki Hak atas semuanya, apa kau ingin mencoba untuk bermain-main dengan ku, Anggara?"


Mell bertanya dengan bola mata yang nyaris keluar dari tempat nya.


__ADS_2