Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Mencari tanggal baik


__ADS_3

begitu masuk kedalam rumah milik Senja, bola mata Cakra menatap setiap bagian sudut rumah tersebut dan juga berbagai macam barang yang ada di sana.


ke rumah panggung kayu sederhana yang hanya ada kursi sofa jadul yang cukup lama yang tidak bisa dikatakan masih bagus dan layak digunakan, terlalu sederhana dengan beberapa lemari lama dari kayu jati asli pada zaman dulu.


tidak banyak terdapat berbagai macam ornamen dalam rumah tersebut, juga tidak banyak terdapat hiasan-hiasan di kiri kanannya, meskipun seperti itu dan rumah tersebut terbuat dari kayu tapi rumah itu jelas mencerminkan sang penghuninya merupakan tipekal orang yang bersih dan juga rapi melihat bagaimana kayu-kayu tersebut tanpa mengkilap dan juga tidak terdapat debu di meja dan lemari yang dia lihat.


di beberapa sudut ruangan terdapat bunga hias plastik yang menggantung, dan bisa dia lihat ada beberapa kamar di rumah tersebut.


Cakra terlihat menatap barisan foto didinding rumah kayu tersebut, ada beberapa foto jadul yang terpampang disana, para orang tua yang berbaris disana.


Sejenak bola mata Cakra menatap satu barisan foto keluarga di atas pintu ruangan penghubung dengan arah ke ruang belakang, laki-laki tersebut mencoba untuk memperhatikan dengan seksama foto itu tapi tiba-tiba saja seseorang menurunkan foto tersebut.


Seorang gadis muda sekitar kelas dua atau tiga SMA tampak menurunkan nya dengan buru-buru, Cakra mengerutkan keningnya ingin bertanya tapi tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.


"Apakah tanggal 7 bulan depan tidak masalah acara ngunduh mantu nya, Cakra?"

__ADS_1


Papa Gunawan bertanya pada laki-laki tersebut.


''Ya?"


Cakra bertanya sedikit terkejut.


"Tanggal 7 pa? apa tidak terlalu buru-buru?"


Dia pikir itu terlalu mepet.


"Undangan tidak mungkin bisa tersebar dengan cepat apalagi pakaian pengantin sama sekali belum dibuat"


"tanggal 14 itu lebih baik kita menundanya satu minggu ke depan pa"


tiba-tiba Nabila bicara dengan cepat meminta pendapat pada semua orang apa katamu tanggal 14 menjadi tanggal terbaik untuk mereka"

__ADS_1


"tanggal 14 juga baik angka 4 menyatakan sebuah sudut tanpa celah di antara mereka, itu artinya angka yang tidak terputus di dalamnya sedangkan satu melambangkan penyatuan, itu cukup baik daripada kita menggunakan tanggal 7 untuk pernikahannya"


mama Niar bicara dengan cepat, setelah menatap suaminya dia langsung membuang pandangannya.


meskipun sebenarnya dia tidak begitu menyukai senja yang levelnya tidak sama seperti mereka, tapi asal mencari tanggal nikah juga tidak bisa kan? memangnya orang tua mana yang berharap anak mereka berpisah setelah menikah, orang-orang berkata angka 8 adalah angka mujur, tapi untuk mencari angka 8 cukup sulit mencocokannya ya pada aktivitas orang-orang kota yang biasanya hanya menyelenggarakan hajatan di akhir minggu bukan di hari biasa, menurutnya angka 4 cukup baik dan bagus, tidak ada celah dan angka itu tidak terputus antara satu tubuh dengan tubuh yang lainnya.


mendengar ucapan istrinya seula senyuman mengembang di Balik bibir tuan Gunawan, dia menganggukan kepalanya lantas menoleh ke arah Cakra.


"itu permintaan Mama kamu, apa kamu setuju?"


laki-laki itu bertanya pada putranya.


Cakra mungkin bukan anak yang baik, tapi sejauh ini apapun yang mamanya ucapkan rata-rata dia selalu menurutinya hingga pada akhirnya laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"itu juga boleh minimal tidak dengan waktu terjepit yang membuat kami morat-marit"

__ADS_1


jawab Cakra kemudian kemudian melirik ke arah Senja yang memilih diam sejak tadi, sejenak laki-laki itu mengurutkan keningnya saat dia melihat arah pandangan senja, Cakra berusaha untuk mengikuti arah pandangan gadis tersebut, dia menoleh ke arah sisi kiri menuju ke arah luar pintu, bisa laki-laki itu lihat ke arah mana pandangan bola mata istrinya saat ini.


lagi laki-laki tersebut mengerutkan keningnya saat dia sadar siapa yang dilihat oleh senja saat ini.


__ADS_2