
Dan Ketika di keesokan harinya, dimana Cakra dan Senja mulai saling bercerita, sehabis membersihkan diri bersama, seusai subuh berjama'ah. Senja seketika membulatkan bola matanya ketika dia mendengar ucapan Cakra soal pertemuan pertama mereka.
"Benarkah?"
Bayangkan bagaimana terkejutnya perempuan tersebut, bertanya tidak percaya atas ucapan suami nya.
"Bagaimana bisa?"
Kata nya Cakra dan dirinya pernah bertemu sebelumnya, dengan cara yang terlalu manis semanis madu, begitu istimewa dimana dia masih terlalu polos untuk mengerti Cakra adalah jodoh nya.
Cakra dengan seragam SMA nya lalu dia yang masih ngompol di celana.
"Ohhhh itu sangat memalukan"
Seketika Senja memejamkan bola matanya, warna blush pink tampil di balik kedua belah pipinya, terlalu cantik Cakra menatap semburat merah di balik wajah cantik Senja.
"Kamu terlalu nakal, tidak ingin melepaskan ku pada masa itu"
Cakra berbisik nakal, menyentuh lembut hidung Senja, dimana sang istri masih memejamkan bola matanya karena malu.
Berbaring bersama di atas kasur mendominasi berwarna putih, Senja berbaring di atas Cakra, membiarkan kepalanya ada di atas dada laki-laki tersebut.
__ADS_1
Fillow talk memang begitu menyenangkan untuk sepasang suami istri, bicara dengan bebas soal banyak hal tanpa menutup sedikit kisah atau rahasia, mampu menjaga keharmonisan rumah tangga.
Percakapan dalam posisi seperti ini cocok untuk pasangan baru atau lama karena sering kali tidak melibatkan kontak mata, yang memungkinkan pasangan berbicara lebih bebas, tidak menyadari isyarat nonverbal pasangan.
Karena sebagian besar pillow talk terjadi saat kita tengah berbaring, sedang relaksasi, dan berpelukan dengan pasangan, merupakan hal yang umum untuk merasakan peningkatan dalam hormon oksitosin, hormon kebahagiaan sekaligus hormon peningkat cinta antar pasangan.
Hormon ini secara alami membantu dua orang merasa lebih dekat dan terhubung dan membantu menumbuhkan perasaan jatuh cinta.
Pada akhirnya, pillow talk sebenarnya membantu para pasangan untuk lebih menstabilkan hubungan.
Cara ini bisa menjadi jembatan antara penyatuan diri dalam artian mendalam (Sek.s) dan kasih sayang, karena hubungan emosional kita pada akhirnya yang membuat pasangan tetap bersama dan merasa saling mencintai.
"mungkin kamu sudah tahu kalau aku adalah calon suami idaman"
"Tidak mau melepas kan aku pada masa itu, bahkan tidak peduli pada mak dan bapak"
Lanjut laki-laki tersebut lagi.
Bayangkan bagaimana malu nya Senja, baru tahu saat masih baby begitu nakal dan genit, menggoda calon iman dengan enggan melepaskan pelukannya.
"Tidak bohong kan?"
Dia tidak berani menatap Cakra, meraih tangan laki-laki tersebut dan membiarkan tangan itu menutup wajahnya karena malu.
__ADS_1
Cakra terkekeh melihat respon Senja, menyentuh lembut kepala istrinya dengan tangan satunya dimana awalnya tangan tersebut dijadikan penyangga kepalanya.
"Bisa tanyakan pada bapak, aku yakin bapak pasti ingat masa itu, bahkan mama juga"
Cakra bicara soal bapak mertua nya dan mama Niar, dua orang tersebut menjadi saksi hidup pertemuan awal mereka.
"Bukankah sangat kebetulan sekali?"
Senja melepas kan tangan Cakra yang menutupi wajahnya, dia kemudian menggenggam telapak tangan tersebut dengan kedua tangannya, terasa dimana jantung nya terus berdebar-debar tidak menentu.
"Kebetulan adalah sebuah fiksi yang tidak nyata. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua kejadian pada dasarnya merupakan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT"
Ucap Cakra pelan.
"Ada pepatah yang mengatakan 'Kebetulan adalah takdir, dan takdir bukanlah kebetulan'."
Lanjut nya lagi kemudian.
Mendengar hal tersebut Senja diam sejenak, kemudian dia melebarkan senyuman nya lantas mengangguk kepalanya perlahan.
"Lalu bagaimana Abang yakin kalau Senja bayi kecil yang sama dengan bayi yang memeluk Abang? kemudian kapan Abang menyadari nya?"
Pada akhirnya Senja bertanya dengan begitu penasaran, yah sejak kapan Cakrawala tahu jika Senja adalah bayi mungil itu?!.
__ADS_1