
Senja masih berusaha memejamkan bola matanya, pura-pura kembali tidur dari pada harus melawan keadaan kepergok sadar di peluk Cakra, coba bayangkan bagaimana rasa? dia pasti gelagapan dan harus menahan malu kalau ketahuan bangun dalam posisi dipeluk oleh laki-laki tersebut.
Cakra tersentak dari tidurnya saat dia sadar terasa ada pergerakan di tubuhnya, laki-laki tersebut berusaha membuka bola matanya dengan memaksa, efek mengantuk sangat kencang sekali sebab semalam dia memilih tidur telat.
Laki-laki tersebut Merasa tangan nya keram dan kebas, rasanya seolah-olah semalaman dia menahan benda berat, hingga akhirnya setelah membuka bola matanya batu sadar jika dia memeluk erat Senja.
Gadis tersebut masih terlelap.
Alih-alih melepaskan diri, dia membiarkan sejenak dirinya dalam keheningan , menatap Senja untuk beberapa waktu, seulas senyuman mengembang dibalik bibir nya.
Dia merasa seperti memiliki seorang adik atau bahkan seorang kemenakan, rasanya lucu saja dan entahlah.
Jika ingat gadis tersebut menangis semalam baru tahu betapa rapuh dan lemahnya Senja, dibalik kata-kata gadis tersebut yang selalu mampu mengimbangi ucapan nya rupanya Senja tak sekuat kelihatan nya.
Pada akhirnya seorang perempuan tetap lah perempuan, tulang rusuk yang bengkok dan gampang terluka juga patah jika tidak benar-benar di bawa, meskipun di luruskan dengan paksa alih-alih lurus yang ada dia semakin rusak dan pecah.
Cakra menarii nafasnya pelan, dia mencoba sedikit menggeser posisinya, melihat apakah Senja sudah bangun atau belum, siapa tahu Senja sudah bangun tanpa sepengetahuan nya.
__ADS_1
Laki-laki tersebut melirik kearah jam di dinding sejenak, samar-samar suara adzan berkumandang dari arah masjid yang seperti nya tidak begitu jauh dari tempat mereka.
Lagi Cakra terlihat menghela pelan nafasnya untuk beberapa waktu kemudian dia mencoba untuk melepaskan pelukannya dari Senja, bergerak dengan begitu hati-hati takut jika Senja terganggu dengan pergerakan nya.
Tiba-tiba tangan kanan nya secara lembut mencoba menepuk-nepuk pipi Senja, dia kemudian berbisik lembut.
"Adzan sudah berkumandang, bangunlah calon bidadari surga"
Entahlah dia hanya ingin mengucapkan kata-kata tersebut, tahu Senja mungkin tidak akan mendengarkan nya karena dia yakin gadis tersebut tidak akan terjaga dalam sekali panggilan atau bisikan.
Tapi siapa sangka sang empunya tubuh telah terjaga sejak tadi, masih pura-pura memejamkan bola matanya, menahan perasaan didalam dirinya.
"Apa?!."
Senja seketika menegang, kata bidadari surga membuat jantung nya berdetak jauh lebih kencang, dia mengencangkan pegangan nya pada selimut yang menutupi tubuhnya.
"Apa aku tidak salah dengar Ya Allah?!."
__ADS_1
Senja bicara dalam hati dengan bergetar, mencoba menetralisir perasaan nya yang bercampur aduk menjadi satu, dia tidak memiliki keberanian untuk bangun dari posisi tidurnya, tidak berani membuka bola matanya dan menatap dalam bola mata Cakra.
"Senja?"
Cakra kembali menepuk lembut wajah nya, membangunkan dirinya dengan bahasa yang kini menjadi biasa.
"Waktunya sholat subuh"
Bisik laki-laki tersebut lagi.
Hingga akhirnya Senja secara perlahan mencoba untuk membuka bola matanya, sungguh dia tidak mampu memantapkan pandangan nya dari laki-laki yang ada di hadapannya.
"Adzan telah berkumandang"
Seulas senyum dari wajah bangun tidur kembali bicara pada nya dalam bahasa wajah dan bibir yang tidak bisa Senja artikan maksudnya.
*****
__ADS_1
Jangan membuat ku berdebar-debar dalam perasaan yang mungkin satu hari akan menghancurkan harapan yang sebenarnya tidak pernah ada.