
setelah Cakra pergi dari hadapannya, meninggalkannya seorang diri tanpa kejelasan, pada akhirnya senja beranjak dari posisinya dan mendekati ke arah meja di mana dua kartu hitam tergeletak di sana.
dia menatap dua kartu itu tanpa banyak bicara, lantas meraihnya secara perlahan kemudian membolak-balikkannya dengan perasaan bingung.
dia pikir ini untuk apa?.
gadis tersebut tidak bergeming untuk beberapa waktu, berpikir dengan keras apa fungsi dari kartu hitam tersebut.
pada akhirnya gadis itu mengehela pelan nafasnya, dia meletakkan kembali kartu itu ke atas meja, bergerak mendekati kasurnya secara perlahan.
namun baru dia akan kembali duduk ke kasur nya, tiba-tiba saja suara ketukan pintu mengejutkan dirinya, buru-buru gadis tersebut menoleh.
"Non?"
Sebuah suara terdengar dari depan sana, samar nyaris tak terdengar, Senja menoleh menunggu siapa yang didepan sana masuk ke dalam.
Kleekkk.
rupanya itu bibi pelayan.
"Maaf non"
Wanita berusia sekitar 45 tahunan tersebut bicara cepat, menundukkan kepalanya lantas berjalan mendekati senja.
"Ya bi?"
__ADS_1
Senja buru-buru berdiri dari posisi nya, menatap kearah wanita tersebut cepat, dia ikut menundukkan kepalanya, merasa tidak enak saat wanita yang lebih tua dari nya menundukkan kepalanya.
"Pak Rudi sudah menunggu anda di bawah sesuai permintaan Tuan Cakra"
Wanita itu menyampaikan berita, berkata jika laki-laki asisten Cakra Sudah menunggu dibawah sejak tadi.
Rudi?.
Senja mengerut kan keningnya, dia masih tidak mengerti kenapa Cakra mengirim seorang laki-laki untuk menemani nya, bukankah ada pilih lain misal nya bibi yang bekerja di rumah besar tersebut.
dia pikir mereka tidak kekurangan perempuan apalagi Wanita.
gadis tersebut terlihat diam, mencoba mengehela nafasnya secara perlahan.
Melihat tidak ada sahutan dari istri majikan nya, wanita itu pikir nona nya sudah paham maksud nya, pada akhirnya wanita tersebut berencana membalikkan tubuhnya dan berencana pergi dari sana.
"Maaf bi"
gadis tersebut terlihat gelisah, memanggil wanita tersebut lantas bergerak mendekati meja kecil dimana terdapat 2 kartu hitam yang diberikan Cakra tadi pada nya.
"Bisakah bibi menjelaskan pada ku, apa fungsi kartu ini sebenarnya?"
Tanya senja kemudian.
mendapatkan pertanyaan sang nona seketika membuat wanita tersebut menoleh kearah kartu hitam pipih tersebut.
__ADS_1
awalnya wanita tersebut cukup terkejut mendengar pertanyaan Senja, namun di beberapa detik berikutnya wanita itu mencoba mengulum senyuman nya.
"Itu nama nya kartu hitam, nona"
wanita tersebut berusaha untuk menjelaskan.
Kartu hitam?!.
Senja mengerutkan keningnya dengan untuk waktu yang cukup lama, masih tidak paham maksud dari wanita dihadapan nya itu.
"Isi nya uang semua, limit, tanpa batas"
Mendengar kata limit tanpa batas malah semakin membuat gadis tersebut bingung, bagaimana bisa ada uang didalam kartu kecil seperti itu.
"Setelah pergi dengan Pak Rudi, nona akan tahu fungsi kartu tersebut"
setelah berkata begitu, wanita tersebut menundukkan kepalanya, dia melebarkan senyuman nya lantas menundukkan kepalanya dan beranjak pergi dari sana.
Senja masih bingung, mencoba untuk meraih kartu tersebut secara perlahan,dia menghela nafasnya berat kemudian gadis tersebut bergerak perlahan keluar dari kamarnya.
Senja buru-buru turun kearah lantai bawah, bergerak cepat setelah seorang pelayan rumah berkata asisten Cakra telah menunggu nya.
bola mata senja menatap sosok laki-laki yang duduk di atas kursi sofa big size mendominasi berwarna cream muda di dalam rumah mewah tersebut, dimana sosok laki-laki tersebut terlihat menatap kehadiran Senja yang turun secara perlahan dari tangga lantai atas menuju kearah diri nya.
laki-laki tersebut mengerutkan keningnya, seolah-olah dia mengenal gadis dihadapannya tersebut.
__ADS_1
Dia?!.